Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Bab 22


__ADS_3


Sinar mentari menyusup masuk dari sela-sela jendela. Bayangnya jatuh di sekitar ranjang, tempat Kenneth menutup mata semalam suntuk. Lelaki itu mengerjap mata dari balik selimut, satu tangannya bererak mengerayangi tempatnya berbaring. Hingga pada akhirnya ....


Didapatkannya benda pipih dengab logo Nanas miliknya. Dengan cepat jemari itu menelisik setiap pesan yang masuk, juga melihat beberapa panggilan. Belum selesai dengan urusannya, ponselnya berdering tiba-tiba dan membuatnya kaget.


“Aish!!” upatnya kasar dan langsung menjawabnya.


“Tuan ....”


“Katakan cepat!” Seru Kennt memotong kalimat asistennya.


“Itu ... apa anda akan ke kantor?”


“Ngak! Jadwal kuliahku padat hari ini!” Kenneth memijat keningnya.


“Anda ke kampus? Tapi ini sudah hampir jam sepuluh!”


Perkataan Ziko membuat lelaki yang sedang te lanjang dada iku bangkit dengan cepat. “Jam berapa sekarang?” tanyanya kasar.


“Se-sembilan empat lima!”

__ADS_1


Mendengar itu, mulut Kennt mengumpat dan membuang ponselnya. Ia segera beranjak dari tempat tidur dan bersiap-siap. Selesai itu, ia turun dan mengambil salah satu kunci mobil. Namun ia memikirkan sesuatu beberapa saat, ia memilih mengembalikan kunci mobil dan menukarnya dengan kunci motor kesayangannya.


Kenneth bergegas pergi ke garasi, mengendarai salah satu motor gedenya dan tancap gas pergi ke kampus. Ia hanya punya waktu setengah jam sampai pelajaran pertamanya dimulai.


Pada akhirnya, keberuntungan berpihak pada pria tampan itu. Dia tiba lima menit sebelum kelas dimulai. Sam melambaikan tangan, memberi tempat duduk untuk Kennt di sebelahnya.


“Ada apa dengan wajahmu?” tanya Sam.


“Gak ada!”


...🍃🍃🍃🍃🍃...


Kenneth Pov


Kelas pertama berjalan cukup lambat, beruntung kelas ke dua ditiadakan. Sehingga aku bisa menyelesaikan tugas ini dengan segera. Hanya saja, aku tidak dapat menemukan kelas kosong, juga cuaca di luar cukup panas. Sepertinya perpustakaan menjadi tempat yang pas.


Di kampus ini punya dua perpustakaan, salah satunya dekat gedung fakultas Bisnis. Bangunan besar hanya dengan satu lantai. Beberapa buku tertata cukup rapi. Aku akui, perpustakaan ini lumayan lengkap, bahkan karya Simon, juga Napoleon Hill.


Baru sibuk dengan beberapa buku, juga laptop. Seseorang datang mendekat dan mengambil tempat duduk tepat di sebelahku. “Hei, Kenneth!” sapa wanita itu.


Aku hanya diam, tak merespon. Ingatanku tiba-tiba tertuju pada seorang gadis bernama Kimmora. Wanita yang ada dalam daftar kelompokku.

__ADS_1


“Kamu sama Miss Kia, ada hubungan spesial, ya?”


“Kepo!” jawabku ketus.


“Yaelah cuma nanya doang. Apa coba yang dilakukan cowok di rumah si cewek sampai sepatu dan bajunya ketinggalan? Jangan-jangan ....” Ia tidak meneruskan kalimatnya.


“Berisik banget sih kamu!” Sunggutku mulai kesal dengan jiwa keponya. Apa setiap wanita seperti dia? Selalu ingin tahu dan menjadi bahan gosip!


“Eh Kenneth, itu kan tugas kelompok kita, ngerjainnya barenganlah! Masa iya sendiri-sendiri?” ucapnya lagi.


“Kalau kamu bisa diam, nama kamu bisa ada di sini!” jawabku dengan ketus.


Aku masih terlalu sibuk dengan tugas, tiba-tiba seorang lelaki datang dan menyuruh wanita itu untuk bertukar tempat duduk. “Tugas Kimmora, biar aku yang kerjain!” ucapnya dengan nada sedikit angkuh.


“Terserah!”


Cowok di sebelahku ini, kelihatannya IQ-nya lumayan. Bahkan dia bisa mengerti apa yang aku maksud. Jika nanti dia bisa menduduki pasar Bisnis, mungkin dia bisa menjadi pesaing yang cukup kompeten. Hanya saja, perlu diasah sedikit lagi agar bisa sempurna.


...🍃🍃🍃🍃🍃🍃...


Ketemu besok lagi 👋🏻👋🏻

__ADS_1


Jangan lupa untuk terus dukung othor dengan jejaknya ☺️


Like, Vote, Hadiah, othor menerima semua itu kok 🙈🙈


__ADS_2