
Kia baru menyelesaikan kelasnya. Jaket dari Kenneth juga masih menempel di bahunya. Begitu hangat dan harum, suka. Wanita itu sangat suka dengan harum parum yang Kenneth pakai.
Angin sedikit bertiup saat ia berjalan menuju mobil yang terpakir di halaman. Membuat pipi gembulnya sedikit memerah.
Baru mengambil kunci di dalam tas. Tiba-tiba ada nada ponsel yang berdering cukuo nyaring. Kia menoleh melihat sekitar, sampai pada akhirnya dia menyadari, arah dari bunyi ponselnya. Dia merogoh saku mantel, mendapati ponsel yang tak di kenalnya.
“Ini, ponsel dia?”
Dering dari ponsel itu cukup berisik menurutnya. Ia melihat satu nomer tak bernama yang tertera.
“Mungkin, ini dia yang menelfon!” batin Kia.
Tanpa ragu, Kia menjawab panggilan itu. Namun apa yang di dengarnya bukan sesuatu yang ia harapkan.
“Kenneth sayang! Kenapa lama sekali menjawabnya!” Suara dari balik ponsel terdengar begitu merdu, sangat fasih saat memanggil nama Kenneth. Pikiran Kia mulai rancau, dia mencobe berpikir positif. Mungkin itu adiknya yang sedang manja.
“Hallo, Kennt?” Panggilan itu membuyarkan lamunan Kia. Membuat wanita itu terpaksa harus menjawabnya.
“Eemm. Maaf nona, po-ponsel Kenneth tertinggal!” Jawab Kia.
“Kamu siapa? Kenapa sebut namanya secara lancang! Pelayan mana kau!” Nadanya meninggi. Dapat dibayangkan, jika ia berbicara dengan urat-urat yang menonjol.
__ADS_1
“Hah? Pelayan?” Kia sedikit terheran. “Saya do ... aku pacarnya!” Jawab Kia lantang.
Untuk pertama kalinya, perempuan itu dengan berani mengungkap hubungan mereka. Meski awalnya sedikit ragu. Namun penegasan kata ‘pacar’ terdengar cukup lantang.
“Pacar? Hah!” Balasnya dengan nada mengejek. “Kamu ini terlalu percaya diri gak sih? Pacar? Haha!” Tawa wanita itu membuat Kia mendadak merinding tanpa alasan. “Kamu gak tau dia punya tunangan? Aku adalah tunangan dia!”
Salju mulai turun, perlahan-lahan jatuh menyentuh bumi. Apa yang Kia dengar, membuat hatinya bergemuruh. Seperti mendapat serangan badai yang luar biasa. Membekukan seluruh tubuhnya dan membuat sendi-sendinya lemas.
Kia tak berbicara lagi. Ia mengakhiri panggilan dan mematikan ponsel Kenneth. Dengan cepat masuk ke mobil. Menenangkan perasaan yang baru saja diporak-porandakan oleh badai.
“Kia ... Kia ... mana dari dua orang itu yang kamu percaya?” Suara dalam hatinya bergemuruh. Ingin protes dan saling mengemukakan pendapat.
Sesekali ia berpikir, mungkin jika itu hanya salah paham. Namun wanita mana yang berbohong tentang pertunangan?
Hatinya menjadi sakit. Matanya mulai merah dan pedih. Perasaan ini, jauh lebih sakit dibanding saat ia memutuskan mantan kekasihnya.
Ia menyalakan mesin mobil. Perlahan mobilnya melaju meninggalkan kampus. Pandangannya kosong, pikirannya kacau. Bahkan lampu merah, hampir saja diterobosnya.
Tuhan masih merestuinya. Mobik Kia masih aman saat terpakir di basement apartemennya. Kia menatap mantel yang ada di belakang mobil. Entah bagaimana, perasaannya kembali terluka. Seperti apa perasaannya, akhirnya dia tetap membawa mantel milik Kenneth.
Kia berjalan terhuyung, kepalanya cukup berat, sendinya masih terlalu lemas. Keluar dari lift dan berjalan ke apartemennya.
__ADS_1
Tiba-tiba, ada tangan yang menarik pergelangan tangannya dari samping. Membuat wanita itu terhempas ke samping dengan cepat.
Matahari belum sepenuhnya tengelam. Namun lampu di koridor sudah menyala meski hanya sebagian. Kia dapat dengan jelas melihat siapa yang sudah menarik tangannya.
“Aku merindukanmu!” Kenneth memeluk Kia, dengan harapan, wanita itu akan kembali memeluknya. Lama ia menunggu, yang terasa hanya hambar. Kenneth melepas pelukannya. Menatap wajah Kia yang memerah. Mata yang sedikit sembab dan bengkak.
“Apa kamu kedinginan? Penghangat mobilmu mati?” Kenneth meraih tangan Kia, hendak merasakan suhu tangannya. Namun Kia dengan kasar menepisnya.
Tanpa bicara sepatah kata, ia menyodorkan mantel yang sedang ditenteng kepada Kenneth. Tak lupa juga menyodorkan ponsel.
“Tu-tunanganmu tadi telfon!”
Bang Ken, buruan jelasin lah. Itu udah nangkepnya susah, dibuat salah paham lagi 😏😏😏
Kennt : Aku mo cari sajen, buat nyogok Kia!
Sajen-sajen ... 😂
Jangan lupa sajennya
__ADS_1