Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Bab 82


__ADS_3

Panggilan sudah berakhir, tetapi kata-kata menyakitkan tak kunjung pergi dari pikiran. Kia menoleh, melihat Jenny yang sedang asik menikmati serial kartun di televisi. Berharap gadis kecilnya tak mendengar perkataan yang baru saja di lontoarkan.


“Menangislah! Aku tau hatimu sangat sakit.”


Suara lirih dan berat khas seorang lelaki dewasa, terdengar dari belakang telinganya. Gengaman tangan juga semakin erat, seolah tau segala perasaan yang dia hadapi.


Kia berbalik, dengan erat memeluk tubuh tinggi Kenneth. Menenggelamkan kepala ke dada bidang Kennt dan menyembunyikan wajahnya. Menyembunyikan rasa sakit dan air mata dari orang sekitar. Namun, lelaki itu terlalu sensitif, dia bisa membaca hati Kia dengan mudah.


“Tak apa, jangan ditahan.” Kenneth mengusap tengkuk leher Kia dengan lembut.


“A-aku ....”


“Jenny gak akan dengar.”


Kenneth mengambil remot, menaikkan sedikit volume televisi. Membiarkan Kia menangis sedikit kencang hingga hatinya merasa puas.


Tahun itu, saat dirinya dilecehkan hingga hamil, saat orang tuanya mengusirnya pergi, saat dia berjuang setengah mati untuk melahirkan, juga berjuang untuk hidup dan membesarkan Jenny. Dia hampir tidak punya siapa pun untuk menjadi tempat bersandar saat sedih.


Namun sekarang, ada pundak lebar untuk menutupi wajah sedihnya. Ada tangan hangat yang menggengam dengan kuat.


“Kenapa kamu sangat baik padaku?” Kia masih menyembunyikan wajahnya di dada Kenneth.

__ADS_1


“Karna aku menyukaimu, menyayangimu, dan mencintaimu.”


Kia menggengam erat ujung baju Kenneth, membenturkan kening ke dadanya sambil mengumpat kasar, “Bodoh! Kamu itu bodoh!”


“Aku belum pernah menikah, tapi sudah punya anak. Aku bukan wanita suci.”


“Aku tau, karena kamu Kia, bukan suci!” Goda Kenneth.


Mendengar lawakan hambar Kennt, Kia mengumpat dalam hati. Ingin sekali mencubit perutnya, tapi pada akhirnya dia justru larut dalam pembicaraan yang serius.


“Keluargaku berantakan, semua matrelialistis.”


“Bagaimana denganmu?”


Saat berkata demikian, Kia bukan tak memikirkan perasaan Kenneth. Dia justru ingin memberi ruang kepada lelaki yang terlalu baik itu untuk segera menghindar sebelum terlambat.


“Kaya? Kamu ingin menikahi pengusaha?”


Kia mendorong Kenneth, mengusap air mata dan berkata dengan lantang. “Gak perlu pengusaha, seorang manager di perusahaan besar saja sudah cukup.”


Dia membuang wajah, alih-alih memandang Jenny yang masih asik menonton Doraemon kesukaannya.

__ADS_1


Satu sudut bibir Kenneth meninggi, “Manager? Tentu aku bisa lebih dari itu.” Batinnya.


“Lalu, bagaimana denganku? Aku bisa mencapai kualifikasi sebagai manager dalam beberapa tahun.” Kenneth melangkah mendekat.


“Mau coba denganku? Membangun rumah tangga yang harmonis.”


Perkataan ringan, seringan kapas, keluar dari mulutnya dengan mudah. Namun melesat bagai anak panah besi, cukup berat di telingga Kia.


“Saat kamu bekerja, aku bisa jaga Jenny di rumah. Saat kamu di rumah, aku bisa pergi menyelesaikan masa kuliahku. Saat libur, kamu bisa fokus dengan Jenny, dan aku yang bekerja.”


Apa yang dipikirkan Kia? Tawaran dari Kenneth begitu mengiurkan. Dia bisa menghemat pengeluaran untuk membayar pengasuh.


“Kamu jangan bercanda! Seleraku cukup tinggi!” Cetus Kia.


“Sekarang, aku memang belum bisa. Tapi aku janji padamu, hanya dalam satu tahun setelah aku lulus, aku akan memberikan nafkah yang layak untukmu, hingga kamu tidak perlu bekerja lagi, dan menikmati hari-hari bersama dengan anak-anak kita.”


Kenneth memeluk pinggang Kia dari belakang, menyandarkan dagunya di pundaknya. Dengan percaya diri, dia berkata, “Janji seorang lelaki, pasti akan ditepati.”



Ditolak atau diterima nih????

__ADS_1


Semakin banyak sajen, semakin banyak Up 😂😂😂😂


Yok sajennya yok. Othor mau berangkat ngepet lagi nih 🤭


__ADS_2