
Seorang pria bertubuh besar, sedikit berotot, dan terlihat cukup atletis, berjalan ke arah mereka bertiga.
"Nona Shen," sapanya ramah diakhiri senyum yang lebar.
Sapaan pria itu tentu langsung disambut Kia. Gadis itu bangkit berdiri dan bertanya, "Maaf, Anda ini …."
Pria itu mengangsurkan tangannya, bermaksud menjabat tangan Kia sambil memperkenalkan diri. "Oh, saya Feng Yu. Anda bisa memanggil saya Feng."
Merasa mendapat sinyal darurat, Kenneth dengan gagah menggendong Jenny. Lalu, menyerobot ke dalam pembicaraan mereka sambil meraih tangan Feng.
"Saya Kenneth, suami Kia," ucapnya dengan senyum lebar.
Tingkah laku Kennt yang di rasa Kia cukup kekanak-kanakan, membuat Kia mendorong pundak belakang Kenneth sambil berbisik.
"Dasar, cemburuan!"
Melihat dua orang di depannya terlihat cukup mesra, Feng Yu tersenyum. "Anda cukup beruntung, Tuan Kennt."
"Tentu saja."
Setelah puas bersalaman. Kenneth membawa mereka semua untuk kembali duduk di sofa. Namun setelah semuanya duduk, Feng Yu terlihat masih berdiri.
"Maaf, aku belum memperkenalkan diriku dengan baik," ucap Feng Yu tiba-tiba. "Perkenalkan, Feng Yu, ayah kandung Jenny." Feng Yu sedikit membungkuk memberi salam.
Mendengar perkenalan Feng Yu, jelas membuat Kia terkejut. Matanya pun sempat membuat penuh, dengan bibir yang sedikit terbuka. Tidak hanya Kia, bahkan Kenneth pun terkejut dan berdiri dari duduknya.
__ADS_1
"A-apa?"
Setelah memandang Feng Yu untuk beberapa saat, pandangan Kenneth berpindah pada sosok pria tua yang duduk di depannya. Julius terlihat santai, menikmati secangkir teh seakan tidak terkejut.
Bagaimana bisa terkejut?
Julius tidak mudah mengizinkan orang masuk ke dalam rumahnya tanpa tahu identitas orang itu. Bahkan rekan bisnisnya saja tidak. Lantas kenapa bisa ada orang asing?
Kenneth mencoba menarik kesimpulan. Setelah usahanya mencari Jenny, bahkan Zico saja tidak mampu membawa Jenny. Lantas, kenapa Julius bisa membawa Jenny kembali hanya dalam satu hari?
Apa ini sebuah jebakan dari Julius?
Kenneth masih terus berpikir, sampai Kia menarik kemejanya agar Kenneth kembali ke tempat duduknya.
"Maaf, Kia. Aku nggak tau kalau …." Kenneth mencoba menjelaskan, tetapi Kia menyela lebih dulu.
Kenneth sempat menghela napas panjang, sebelum akhirnya dia duduk dan mencoba bertanya pada Julius. Namun sebelum Kenneth membuka mulut, Feng Yu lebih dulu berbicara.
"Nona, Shen. Aku ingin mengucapkan terima kasih lebih dulu, juga permintaan maaf. Maaf telah datang tanpa pemberitahuan lebih dulu." Feng Yu mengalihkan pandangannya kepada Kia lalu ke Jenny yang duduk di sebelah Kia.
"Aku tidak merasa memberi bantuan apa pun,"
"Tidak. Ini semua karena Anda." Feng Yu tertunduk. "Aku harus pergi keluar kota selama dua bulan dan tidak mengira ibuku sendiri akan memperlakukan Gea seperti itu."
Feng Yu mulai bercerita tentang posisinya dulu.
__ADS_1
Pada saat itu, karirnya sedang melonjak naik. Dia diangkat sebagai manager tetapi harus mengurus masalah di luar kota. Saat kembali ke rumah, ibunya memberitau jika Gea sedang pulang ke rumah.
Feng Yu tidai merasa curiga, karena hampir setiap tiga bulan sekali, Gea akan pulang ke rumah untuk beberapa hari. Gea pun masih mengiriminya pesan pada saat itu. Sampai dua bulan berlalu, Gea tidak kunjung kembali.
Berbagai alasan di sampaikan Gea pada suaminya, dan suaminya pun tidak pernah curiga. Hingga suatu saat, Feng Yu mendapat cuti 3 hari dan ingin memberikan kejutan dengan datang ke rumah mertuanya.
Namun siapa yang sangka, Gea rupanya tidak pernah pulang kembaki ke rumahnya.
Feng Yu menjadi Gila, dia berusaha mencari-cari Gea, tetapi tidak kunjung ketemu. Di tengah frustasi yang hebat, dia mengatahui jika nomer ponsel yang selama ini mengiriminya pesan, rupanya di bawa ibunya sendiri.
Murka, Feng Yu akhirnya keluar dari rumah dan tidak pernah mau mengakui ibunya lagi. Terlebih, ketika dia mengetahui bahwa Gea telah meninggal.
Mendengar cerita Feng Yu, hati Kia menjadi rapuh, dan tanpa sadar menoleh memandangi suaminya. Kenneth yang sadar akan perasaan Kia, pun langsung memegang punggung tangannya.
...||...
...☆TBC☆...
Judul : Ibu Izinkan Aku Bahagia
Napen : Sutihat Basti Wibowo
Ditinggalkan oleh sang Ayah dengan dalih mencari pekerjaan di usianya yang baru 2 tahun, membuat Ananda Shaka yang kini telah berusia 6 tahun memendam kerinduan yang mendalam pada sang Ayah. Setiap hari dalam angan Shaka adalah serba Ayahnya. Keinginan Shaka untuk bertemu sang Ayah menorehkan pilu dalam dada sang Ibu.
__ADS_1
Di tengah deruan rasa rindunya pada sang Ayah, tanpa sepengetahannya ternyata sang Ayah telah menceraikan Ibunya lewat sepucuk surat yang dikirimkan melalui sahabat Ayahnya. Kenyataan pahit itu membuat sang Ibu tak berdaya. Di sisi lain sang Ayah berpesan agar Shaka tidak mencari dan menemuinya lagi.
Akankah kerinduan Shaka pada sang Ayah berakhir dengan sebuah pertemuan atau mungkin tidak ???