Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Bab 62


__ADS_3


Dua pasang manik mata saling menatap satu sama lain. Yang satu bermimik wajah kesal, yang satu lagi bermimik wajah puas. Kia mendengus, melihat Kenneth yang sedang menatap dengan senyum menyerigai.


Kia mengangsurkan tangannya dengan cepat ke wajah Kenneth dan mendorongnya sedikit sambil berkata, “Memangnya aku mau nikah sama kamu?”


Setelah berkata seperti itu, Kia cepat-cepat pergi. Namun tangannya di tahan oleh Kenneth. “Oh, gak mau nikah? Gimana kalau kawin?”


Sekonyong-konyong Kia menoleh dan menghempas tangan Kenneth. “Kawin aja sama tunanganmu itu!” Serunya dengan wajah yang masih kesal.


Kenneth mengerutkan kening, memandang Kia yang duduk di sofa sambil bermain ponsel. Sambil berjalan ke arahnya, dia berceloteh, “Kamu selalu bahas dia, tapi gak mau di bilang cemburu.”


“Aku, cemburu? Kamu bercanda!”


Kerutan di dahi Kenneth seketika bertambah. Ia sudah menahan diri sejak tadi, menahan segala gaya anguh ala presdirnya. Kini, kesabarannya sudah hilang. Kenneth berdiri di depan Kia, mencondongkan tubuh ke depan. Menaruh tangannya pada sandaran sofa, dan dengan lirih berkata, “Gak cemburu? Beneran?”


Kia menatap mata Kenneth, begitu juga sebaliknya. Mereka saling diam membisu beberapa saat. Seperti saling mencari sesuatu dalam netra lawan bicara. Sampai pada akhirnya, suara ketukan pintu membuat Kia terperanjat dan langsung membuang wajah.


“Siapa?” Kenneth menegakkan tubuh, tapi pandangannya masih terfokus pada Kia yang kembali bermain ponsl.

__ADS_1


“Kurir makanan, Tuan.”


Kenneth tertunduk sesaat, lalu, dengan malas membuka pintu dan mengambil dua kantong paper bag yang di tenteng kurir.


Harum semerbak langsung menerobos masuk dari pintu yang setengah terbuka. Memenuhi ruangan dan menggoda indra penciuman Kia.


“Kamu beli apa?” tanya Kia saat melihat Kenneth menutup pintu.


“Wonton dan bakcang.” Kenneth berjalan santai ke arah Kia. Menatap wajahnya yang terlihat sudah tak sabar. “Kenapa sama ekspresi wajahmu itu?!” Kenneth meletakkan paper bag di atas meja.


“Kenapa? Aku lagi lapar!” Kia segera mengambil isi dari paper bag dan mengeluarkannya. Tutupnya saja belum terbuka, tapi aroma gurih dan daun bawang sudah semerbak.


Kia menoleh, memandang Kenn yang masih diam mematung membuat mulutnya cerewet lagi. “Kenapa malah jadi patung liberty? Cepetan ambil sendok!”


Kenneth mendengus. Kia yang sudah tak sabar beranjak dari duduknya dan pergi ke dapur sendiri untuk mengambil sendok. Namun, di tengah jalan. Kenneth menarik tangan Kia hingga jatuh dalam dekapannya.


“Ada makanan, lupa sama pacar sendiri, hah?” Kenneth membenamkan kepalanya di tulang selangka Kia. Menggigit dan menyesapnya dengan kuat.


“Aahh ....!” Desyah Kia sambil membenamkan kukunya di lengan Kenneth. Membuat dua lengannya mendapatkan masing-masing empat bekas tancapan kuku.

__ADS_1


Kenn melepaskan pangutan dan berkata, “Duduk yang baik, aku yang ambilin sendok!” Ia menatap Kia yang langsung memegang bekas gigitan ****** di pundak, sambil berdesis sakit.


“Dasar! Kucing garong!” Kia berbalik dan kembali duduk. Sedangkan Kenneth, justru tersenyum puas.


Kia membuka tali bakcang, mengendusnya, lalu mulai bertanya. “Ini isi apa?”


“Pasta kacang merah dan gula!” Kenneth mengambil tempat duduk di samping Kia.


“Ini manis?” Kia membolak balik bakcang yang belum ia buka.


“Iya. Bakcang yang enak itu manis!” Kenneth membuka tutup paper bowl.


“Kennt, sepertinya, kita perlu mengakhiri hubungan kita!”



Sajennya sajen, jangan sampe lupa.


Bab selanjutnya meluncur dengan cantik 🛬🛬

__ADS_1


__ADS_2