
“Kenapa? Aku baik-baik saja!” seru Kia saat mengetahui dirinya harus tinggal satu hari lagi. Dokter yang menangani Kia menjelaskan dengan sabar tentang kondisinya yang belum memungkinkan. “Ngak! Aku mau pulang sekarang!” Kia masih ngotot.
“Nona, Anda harus melakukan pemeriksaan lagi. Saya khawatir Anda mengalami endema paru usai tengelam di laut yang dingin.” jelas dokter mencoba menahan Kia.
Kia hanya bisa pasarah oleh arahan dokter usai mendengar penjelasan itu. “Aku punya bayi di rumah. Anda jangan menahan ku lebih lama!” ucap Kia jengkel.
“Hanya satu hari, Anda bisa pulang besok jika hasil rotogennya baik.”
“Kenapa besok, harusnya kalau sudah baik, aku bisa pulang dong?” Papar Kia.
Dokter membetulkan kaca matanya yang turun sambil berkata, “Benar, tapi kondisi Anda sekarang belum stabil. Anda masih berada dalam selimut yang tebal. Itu artinya hipotermia Anda belum pulih sepenuhnya!”
Kia melihat selimut tebal yang masih bertengger membalut tubuhnya. Dia tak dapat mengelak lagi dan terpaksa mengikuti perintah dokter. Dokter itu langsung meninggalkan ruangan usia membujuk Kia.
Dokter menghela napas lega, juga tangan yang mengelus dada. “Hampir saja kehilangan pekerjaan!” gumam dokter dari balik pintu.
Dokter itu segera pergi menuju Nurse Station dan menyuruh salah seorang suster membawa Kia untuk rotogen. Kemudian mengantarnya ke kamar VVIP nomer 1088.
Kenneth Pov
Masih sibuk mondar mandir, sesekali melirik melihat jam dinding. Aku menjadi tak sabar untuk melihat wanita itu. Namun kenapa mereka begitu lama mengantarnya kemari?
__ADS_1
Baru saja duduk di sofa, tiba-tiba ponselku yang ada di meja berdering. Entah kenapa, sofa yang aku duduki memiliki daya pikat yang hebat. Aku engan sekali berdiri dan menjawab panggilan itu. Sampai akhirnya ponsel itu berhenti berdering.
“Siapa yang ganggu pagi-pagi gini!” gerutuku kesal. Aku meraih remot Tv yang ada di samping sofa, kemudian menyalakannya.
“Kenapa acara Tv sekarang membosankan!” Decakku kesal melihat serial TV yang menayangkan drama.
“Hei! Lari bo-doh!” ucapku kesal melihat tokoh lelaki yang tak menghindar saat ada mobil dan justru sengaja berdiri dengan lama di tengah jalan.
“Acara apaan! Ba ngke! Sinetron sekarang banyak yang gak mutu! Mending liat berita!”
Jemariku mulai memijat beberapa tombo yang ada di remot. Menganti chanel Tv dengan berita yang sedikit berkualitas.
Mister Rat, terdakwa korupsi yang merugiian negara sebesar 650 Miliar. Berhasil ditangkap bulan lalu dan sudah mendapatkan fonis dari penegak hukum. Tiga setengah tahun dan dipotong masa tahanan enam bulan penjara karena dibuly oleh deterjen.
“A-apa?”
Aku, sangat benci tikus berdasi!
Kembali ke berita selanjutnya. Dua hotel JW yang bernaung di bawah perusahaan Royal King atau biasa kita sebung RK, terbakar hebat hampir di waktu yang bersamaan. Dua hotel di lokasi berbeda itu sedang dalam proses pemadaman oleh petugas ...
“J ... JW?”
Mendadak mendapat serangan jantung ringan mendengar berita yang ada di Tv. Aku segera mengambil ponsel, melihat dua panggilan tidak terjawab dari Tania.
__ADS_1
“Sial!” umpatku jengkel sembari menghubungi Tania.
“Kemana saja dirimu!” seru Tania lancang.
“Katakan apa yang terjadi, dan berapa kerugian kita?”
“Belum pasti, aku sedang pergi ke kota A untuk melihat. Ziko sedang dalam perjalanan ke rumah sakit.”
Dua hotel mewah kebanggaanku terbakar hebat. Tentu saja ada rasa kesal dan marah.
“Tolong atur itu untukku! Aku akan menyusul setelahnya!” ucapku.
“Oh, giliran gini kamu bisa berkata ‘tolong’ dengan baik padaku!”
Ingin sekali aku mengumpatnya kasar saat itu. Hanya saja, dia orang terpercaya yang bisa aku andalkan sekarang. Aku memilih diam, sampai panggilanku diputus begitu saja olehnya.
Jika, jika kau bukan temanku. Aku mana bisa besar hati punya asisten seperti itu! Kalau itu Ziko, mungkin aku sudah membuat torpedonya lepas!
Bang Kent pengen kopi dan bunga 🤭
Sabar ya bang, othor minta sama readers yang baik hati dulu 🤭
__ADS_1
Othor mau ngepet lagi ah, sapa tau dapat banyak bunga dan kopi buat si Kennt 🙈
Pantau terus, bab selanjutnya akan segera meluncur ☺️