Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Bab 38


__ADS_3

...🐾🐾🐾🐾🐾🐾...


Kenneth Pov


Menyuruhnya ke sini untuk memindah lemari. Iya, iya, harus aku akui ini memang alasanku saja. Siapa suruh dia punya pesona yang memikat? Baru sebentar ditinggal sudah buat rindu.


Kia merebahkan dirinya di sofa, dengan keringat yang membanjiri seluruh tubuhnya. Baru kali pertama, aku melihat gaya wanita ini yang sebenarnya.


“Mau mandi gak?” tanyaku membuka lemari untuk mengambil handuk.


“Ngak!” Nadanya terdengar jengkel.


“Ya sudah!”


Aku langsung pergi, meninggalkan wanita yang tengah mengibas kerah bajunya. Berharap angin dapat menyapu rasa gerah yang mengelutinya.


Cuma bisa berdecak sedikit, sebelum akhirnya pergi ke kamar mandi. Membiarkan wanita itu menuruti apa yang dia mau.


Baru selesai mandi, baru memutar kran shower. Tiba-tiba indra penciumanku menangkap bau yang begitu menggoda. Harumnya bahkan membuat perutku terasa lapar.


Aku dapat melihat sosok itu. Rambutnya di gelung ke atas, kerah baju yang sedikit dilebarkan. Memperlihatkan leher jenjang yang basah penuh keringat. Tangannya begitu ahli memegang pisau.


“Hari pertama jadian udah dimasakin, nih?” Aku mendekatkan kepalaku tepat di pundaknya.


“Percaya diri banget!” jawabnya ketus. “Emang siapa yang mau masakin ....” Ia menoleh kebelakang, netra indahnya tiba-tiba membulat. Dengan cepat berbalik badan dan berteriak, “Bajumu kemana!”


Baru mandi, handuk masih bertengger manis di pinggang. Tentu saja dengan telanjang dada, namanya juga baru mandi. Memang masalahnya dimana?


“Kamu bisa masak?” tanyaku yang fokus mencari kaus di lemari.

__ADS_1


“Ngak!” jawabnya ketus sembari mematikan kompor.


Baunya sanget harum. Belum mencicipi, tapi sudah bisa membayangkan rasanya. Ia menaruh satu mangkuk mie goreng di meja. “Dimana handukmu?” Nadanya masih terdengar ketus, dengan tatapan sinis yang lebih terlihat seperti sedang malu-malu.


Segera, aku mengambil handuk baru dan melemparkannya. Wanita itu menangkapnya dengan cepat, sepertinya skilnya cukup banyak, pikirku.


Aku sempat melihatnya berjalan masuk ke kamar mandi. Baru saja masuk, ia membuka pintunya. Namun hanya kepalanya saja yang telihat dari bakik pintu. “Yang di meja itu punyamu!” ucapnya kemudian menutup pintu kembali dengan cepat.


Senang? Tentu saja. Aku segera mengambil sumpit, dengan sejuta angan tentang rasa masakan yang begitu lezat.


Namun yang terjadi ....


Satu suapan masuk ke dalam mulut. Belum dikunyah, tapi rasanya langsung meledak dan lumer di dalam.


“Sakia Shen!!!!” Batinku kesal usai memuntahkan mie yang begitu pedas.


Sesegera mungkin membasuh bibi dengan air yang ada di wastafell. Berusaha menghilangkan rasa pedas yang begitu menyiksa.


Ahh sial!


Aku masih mengerutu kesal, saat wanita itu keluar dari kamar mandi dengan baju yang sama. Percuma mandi kalau masih pakai baju yang sama. Segera ku ambil baju bersih dari lemari. “Bajumu kotor, pakai yang ini!” Aku melempar kemeja bersih dan langsung reflek di tangkapnya.


Dia hanya diam, sembari memanyunkan bibir kesalnya. Lalu berbalik kembali ke kamar mandi untuk ganti baju.


Cih!!!!


Kita ini udah kayak pasangan belum, sih?


Masih duduk dan menatap satu piring mie goreng. Aku akui ini enak, tapi ... aku beneran gak bisa makan pedas.

__ADS_1


“Di liat aja emang bisa pindah ke perut?”


Aku menoleh, melihatnya dengan kemeja yang biasa aku pakai. Tengah berdiri dengan cantik di depanku.


“Kenapa?” Pertanyaan darinya seketika membuyarkan lamunanku.


Kia berbalik menuju dapur. Mengambil mie gorengnya, lalu duduk di sebelahku.


“Mana remotnya?” Kali ini nadanya terdengar lebih santai dari yang tadi. Mungkin air shower berhasil membuat apinya padam.


Ia menyalakan televisi, menonton drama sambil makan dengan begitu lahapnya.


“Kenapa gak makan? Gak suka? Kamu cuma punya ini di lemari! Jangan protes dan makan itu!”


Apa seperti ini perempuan saat berbicara. Kalimatnya nyaris tanpa jeda.


Aku menatap kembali semangkuk mie yang ada di meja. Dimakan pedas, gak dimakan sayang banget. Ini pertama kali dia masak untukku. Ngak etis kalau aku gak makan, kan?


Ku ambil kembali sumpit itu, mengambil beberapa helai mie yang penuh bumbu. Engan rasanya saat masuk ke mulut. Namun pada akhirnya, itu tetap masuk.


“Ahhh!! Pedas!!” batinku kesal.



Pengen banget ngumpat si Kia, tapi gimana, kamu sayang kan bang 😂😂


Nikmatin dulu mie buatan calon istri 🤭 besok nyicipin lain yang enak 🙈


Sajen sajen ....

__ADS_1


othor mau menagih sajen 🙈🙈


__ADS_2