
Matahari sudah mulai condong ke barat. Hiruk pikuk pekerja yang baru pulang kantor, terdengar di berbagai sudut kota. Namun, di penjuru gedung itu, hanya terdengar derap kaki langkah panik para staf. Bos mereka, baru selesai liburan dan langsung memarahi bawahannya.
Sekitar satu jam yang lalu, kepala dari departemen personalia datang menghadap dengan wajah percaya diri. Namun saat keluar, raut mukanya terlihat masam. Di tangannya ada beberapa dokumen berantakan tak tertata rapi.
Sepuluh menit yang lalu, giliran kepala pemasaran. Wanita itu berumur 35 tahun, masih terlihat muda, juga sedikit angkuh. Dengan percaya diri yang besar, ingin meluluhkan amarah Kenneth.
“Presdir, penjualan bulan ini meningkat. Setidaknya lima persen dari bulan lalu.” Dia menyodorkan secangkir kopi hitam.
“Untuk bulan depan, kami akan usahakan naik sampai sepuluh persen.”
Setiap perkataan terdengar lembut penuh arti. Wanita itu melihat Kenneth yang duduk di kursi kerajaan, tiba-tiba tersenyum tipis melihat ke bawah.
Hellen berjalan lengak-lenggok, ingin memamerkan body yang menurutnya cukup sexy. Penuh percaya diri, datang menghampiri presdirnya. Tangan lentiknya tiba-tiba naik, dan menyentuh pundak Kenneth.
Namun ...
“Udah gak mau kerja lagi!” Bentak Kenneth sambil menepis tangan Hellen.
“Pe-Presdir ... Anda tadi tersenyum, aku kira ...”
Kenneth buru-buru mengambil tisu, lalu berdiri dan membersihkan pundaknya. Tak lupa, ia membuang sampah pada tempatnya, tepat di wajah Hellen.
__ADS_1
“Pergi!”
Begitu Hellen pergi secepat mungkin, Kenneth mengeliat dan melepas mantelnya. Ia merasa geli dan jijik tiba-tiba.
“Hiiiihh ... cewek sialan!”
Entah sejak kapan, seorak maniak, juga play boy seperti Kenneth menjadi ilfil saat di sentuh wanita. Padahal dulunya, ia cukup agresif pada banyak gadis.
Begitu tiba di apartemennya, Kia di bantu Bibi Yu, bekerja sama membersihkan apartemen. Meski tak banyak debu di setiap sudut, ruangan itu masih perlu sedikit di tata.
Bibi Yu merasa sedikit aneh. Dulu, Kia tak selalu membuat rumahnya rapih. Hanya membersihkan lantai dan meja, menurutnya sudah cukup. Namun sekarang, ia memperhatikan tata letak tempat. Semuanya harus benar-benar rapih.
“Tentu saja, kenapa Anda malu begitu?”
“Emm ... apa ... kamu baru saja menikah?”
Pertanyaan Bibi Yu mampu membuat jantung Kia berhenti sejenak. Lalu, berdegup dengan cepat tanpa kendali.
Sekarang, mau mengelak seperti apa?
__ADS_1
“Emm itu ... sebenernya ...”
“Iya, iya, aku tahu. Pastikan dia lelaki yang baik. Aku cuma ngak mau kamu tersakiti lagi. Terutama, kamu punya Jenny sekarang.”
Kia tertunduk sesaat, dan menatap Bibi Yu sambil tersenyum. Dia memastikan, agar Bibi Yu tidak perlu cemas tentang dirinya. Juga memberitahu, bahwa dia menikahi orang baik yang akan selalu menjaganya.
"Tenang saja Bibi Yu, dia orang baik, dan akan selalu menjaga kami. Dia ... juga mencintai Jenny."
"Sudah bilang begitu, aku bisa apa? Aku cuma berharap kamu dan Jenny bisa bahagia. Kita mengenal sudah lama, aku menyayangi kalian berdua."
Dari sudut-sudut mata Kia, keluar bulir air mata yang jatuh langsung membasahi pipi. Hatinya senang, bagaimana pun, ini pertama kali ia mendapatkan kasih sayang, dan diperhatikan, sejak ibunya menikah lagi. Beberapa tahun terakhir memang cukup berat baginya. Namun juga cukup beruntung, karena ada Bibi Yu yang membantu.
NovelToon dan Mangatoon lagi pembaruan.
eehhhh .....
Hp kentang othor malah kagak bisa, fix dua-duanya kagak bisa di buka yang versi App.
Beruntung, si hp kentang punya temen si Jeruk. Jadi tetep bisa Up meski ada yang belepotan. 😔😔
__ADS_1
Dah lah, jangan sampe lupa mampir ke TIM. Ternyata, Istri Muda.
see you next chapter