Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Bab 86


__ADS_3

“Mom, are you ready?”


Jenny sudah duduk manis di sofa. Di depannya, ada gelas susu dan mangkuk sereal yang sudah kosong. Sepertinya, mood baik dari Kia juga mempengaruhi sang anak. Jenny dengan santai mengayun ayunkan kakinya, seakan tidak sabar untuk segera berangkat berlibur.


“Wait a minutes!” teriak Kia dari dalam kamar.


Baru beberapa detik setelah Kia menutup mulut, suara bel pintu terdengar sampai ke telinganya. Jenny sekali lagi bertanya, haruskah dia yang membukanya? Namun kia cepat-cepat berlari dengan gaun yang belum selesai di resletingkan.


“Kenapa la—ma?”


Kenneth menelan saliva kasar. Tatapan matanya fokus melihat Kia yang berdiri di balik pintu.


“Matamu lihat kemana?!” Kia buru-buru menyilangkan tangan, menutup bagian dada yang sedikit terbuka.


Dua sudut bibirnya menyungging, tak tinggi, tapi cukup untuk memperlihatkan senyum licik nan jahat. Dia mengulurkan tangan, gerakannya cukup cepat saat memutar tubuh Kia ke belakang. Lalu, dengan hati-hati menarik resleting dress Kia ke atas.


“Begini mau menggoda siapa?”


Suara lembut, seperti rubah yang meminta kawin, terdengar lirik di telingga Kia. Napas hangat yang perlahan menjalar dari tengkuk leher, menyebar, dan membuat seluruh tubuhnya panas.

__ADS_1


Kia mengibaskan rambut, lalu segera pergi masuk ke kamar. Menoleh atau berbicara pada Kenneth pun, tidak sama sekali.


“Uncel!” Jenny turun dari sofanya, dengan semangat berlari ke arah Kenneth. Kennt mengangsurkan tangan, cepat-cepat menangkap tubuh gadis berusia tiga tahun itu.


“Gadis pintar.” ucapnya saat berhasil menangkap Jenny. “Bagaimana tidurmu?”


“Sangat nyenyak.”


Mereka terlibat pembicaraan remeh yang tidak terlalu panjang. Sampai akhirnya, Kia keluar dari sarang, dengan mantel tebal membalut tubuh.


Kenneth dan Jenny kompak saling memandang, bahkan sempat menahan tawa mereka ketika melihat Kia.


“Jadi jalan ngak?!” pekiknya terdengar jengkel.


“Ayo cepat, Uncel. Mommy akan jadi monster ketika marah!” Jenny dengan tenang, tapi sedikit buru-buru, segera menarik tangan Kenneth dan mengajaknya keluar.


Tangan kiri Kia mengepal kuat-kuat, sambil menarik napas dalam, lalu menghembuskannya dengan segera. Dia hampir tidak bisa menahan amarah, melihat Jenny menggodanya di depan Kenneth.


Belum puas menggoda Kia, Jenny kembali melontarkan pertanyaan konyol saat berada di dalam lift. “Mom, kenapa jaketmu begitu tebal? Itu jelek!”

__ADS_1


Mendengar itu, Kenneth cepat-cepat membela kekasihnya. “Tidak, itu cantik kok. Jenny, dia itu Mommy.”


Jenny menepuk keningnya, “Aiya, aku lupa sesaat. Dia itu Mommy.”


Habis sudah kesabaran Kia saat mendengar celotehan mereka yang terus menggodanya. Kia menoleh dengan cukup responsif, melirik tajam melihat mereka berdua. Seketika, suhu di dalam lift turun hingga minus. Membuat dua orang itu mengigil takut. Mungkin seperti itulah, dahsyatnya lirikan seorang wanita yang kesabarannya sudah habis.


Namun, mereka berdua cukup beruntung. Ketika hampir mati beku, pintu lift sudah terbuka begitu saja. Tepat saat itu, mereka baru menyadari sesuatu. Cuaca di luar bahkan terasa lebih hangat dibandingkan di dalam lift.


Kenneth cepat-cepat mengambil koper yang ada di sebelah Kia. Lalu membawanya masuk ke dalam mobil, bahkan sengaja membukaan pintu mobil untuk Kia.


“Ladies frist!” ucapnya sembari memamerkan gigi putih namun tidak menyilaukan.


Ya karena tidak ada matahari di basement!!!!



Udah ritual belooonnnnn!!?


Buruan ritual! Jangan tangung-tangung kalau kasih sajen 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2