
...🐾🐾🐾🐾🐾🐾...
Kenneth Pov
Perlahaan bangun di rumah yang tak asing. Netra mataku langsung tertuju pada sesosok perempuan yang sedang duduk tenang menyuapi anak kecil.
“Apa enak?” tanya wanita itu dengan tatapan penuh kasih sayang.
“Eemm ... that’s good, Mom!” Anak kecil mengangguk dengan gembira.
Pemandangan yang membuatku cukup iri. Jika kita menikah nanti, apa kita bisa seperti ini? Melihatmu menyuapi anak kita, mengurusku. Apa kita bisa seperti itu? Berbagi kasih dan tak pernah pisah? Tak pernah meninggalkan aku meski nanti perusahaan besar itu hancur dan menjadikan aku miskin?
Apakah bisa?
Aku berharap kau tidak seperti wanita itu.
Tengah asik melihat ibu dan anak. Tiba-tiba perutku terasa melilit sekali lagi, membuatku reflek mengeluarkan lenguhan pelan sembari memegang perut.
“Kenapa?” Pertanyaan dari Kia membuatku menatapnya. Sesegera mungkin aku menggeleng. Gak mungkin aku bilang mulas diare kan? Bisa jatuh imageku di depannya.
Ia berdiri, mengambil sesuatu mangkuk di meja. Lalu menaruhnya di hadapanku. “Makan ini!”
Semangkuk bubur dengan potongan daging dan botongan bawang daun. Dari baunya saja, aku bisa mencium kaldu daging yang begitu gurih.
Warnanya putih polos. Aku yakin ini ngak pedas.
Suapan demi suapan masuk ke dalam mulut. Sekarang aku baru tau, kemampuan masaknya bisa di acungi dua jempol.
“Kalau mendingan, kamu bisa pulang!”
__ADS_1
*Uhuk*
Lagi enak makan, terus diusir. Siapa yang ngak kesedak? Wanita ini ternyata cukup jahat juga.
“Sayang, aku baru makan,” ucapku santai.
Ia memutar netra matanya dengan bibir yang manyun. Seperti anak kecil yang sedang kesal dengan teman bermainnya.
“Cepat selesaikan dan pergilah!”
Diusir pacar sendiri, sakit gak sih?
Namun, sepertinya lebih sakit ...
Sial! Aku butuh toilet!
Segera ku hampiri sebuah pintu yang berada di sebelah dapur. Baru juga enak, baru juga bisa mesra-mesraan. Kenapa selalu ada saja cobaan!
Baru keluar dari kamar mandi, tiba-tiba di kejutkan oleh kehadirannya. “Oh, mulas diare?” Nadanya mengejek. Seketika harga diriku jatuh terjual murah.
Aku hampir mati kutu tak tau harus berbuat apa. Namun, wanita itu melempar sesuatu. Membuat tanganku reflek menangkapnya. Dapat kulihat dengan jelas, satu tablet obat berada di tangan.
“Minum itu! Itu berefek mengantuk. Jadi suruh teman, saudara atau siapa pun itu, untuk menjemputmu!”
Ternyata, ada sisi positifnya juga diareku ini. Dengan begini aku jadi tahu. Dia yang jutek dan sok menolak, juga bisa perhatian. Mungkin seperti ini, cara wanita angkuh menjabarkan rasa khawatirnya.
“Aku cuma punya satu orang,” jawabku.
“Oh bagus!” Dia menatap ke arahku dengan dua tangan yang terlipat di dada. “Suruh dia datang menjemputmu!” lanjutnya.
__ADS_1
Aku tersenyum menyerigai. Mengambil ponsel yang ada di sofa dan menghubungi seseorang. Saat itu juga, suara dering ponsel berbunyi. Kia cepat-cepat mengambil ponsel yang deringnya berasal dari kamar. Lalu .... “Kenneth!”
Dia keluar dengan raut wajah marah, membuat Jenny yang tengah bermain terkejut dan menangis. Segera ku hampiri anak kecil berusia hampir tiga tahun itu. Namun gerakan wanita itu lebih cepat dariku.
“Jenny terkejut ya, Nak? Maafin mommy, ya. Mommy terejut, tadi ada tikus!” Ia menoleh sinis ke arahku.
Wanita ini, sedang membicarakanku? Menganggap aku tikus penganggu, begitu kah?”
“Aduh ... perutku!”
Aku segera pergi mengambil air, lalu meminum obat yang ia berikan.
“Aku cuma punya kamu sebagai pacar. Rumah Sam terlalu jauh, dia juga hanya punya motor. Kalau aku mengantuk dan jatuh, gimana?” Netraku meliriknya. Melihat wanita itu masih menggendong Jenny.
“Terserahlah!” ucapnya yang langsung pergi ke kamar.
“Tunggu!” Perkataanku menghentikan langkah kakinya saat berada di ambang pintu. “Tugas itu, aku gak paham. Bisa gak ajarin aku?” Usahaku berusaha menggodanya.
Namun, wanita itu masih begitu keras. Dia tak peduli dan langsung menutup pintu kamarnya begitu saja.
Aahhh usahaku ini, kapan berbuah manis?
Bang Khen lagi ngambek 😂
Imagenya seketika jadi kain lap, akibat otor bikin scane mules di rumah pacar 🙈
Maap ye bang Ken, besok ku bikin kisah cintamu mulus. Semulus tembok yang abis di plamir 😂😂😂
__ADS_1
Sajen sajen .....
Ritual wajibnya juga jangan lupa 🤭