Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Bab 67


__ADS_3


Di dalam ruangan. Bau masakan merebak. Wangi, gurih, bercampur menjadi satu, begitu mengugah selera. Kenneth meletakkan piring lauk di atas meja, sedangkan Kia mengambilkan nasi.


“Kamu gak beli cabai bubuk, Sayang?” tanya Kenneth yang sudah duduk manis memegang sumpit.


“Ngak, aku lagi ngak pengen makan pedas.” Kia berbalik, meletakkan mangkuk penuh nasi di hadapan kekasihnya.


“Kenapa?”


Kia menghela napas, terlihat engan menjelaskan masalah pribadinya. Namun saat menatap wajah Kenneth yang penasaran, ia menjelaskannya. “Ada masa di mana cewek lagi kehilangan selera.”


“Oh ... maksudnya masa itu?” Pandangan Kenneth masih belum lepas dari wajah Kia. Manit mata Kia terangkat. Pandangan mereka bertemu beberapa saat. Ia tak menyangka, jika Kenneth langsung tau apa yang dia maksud.


Satu sudut bibirnya terangkat. Puas, mungkin seperti itu. Dia tak perlu menjelaskan panjang lebar dan detai, cocok dengan gayanya yang engan basa basi.


Kia mengambil sepotong iga dan menaruhnya di atas mangkuk Kenneth. “Coba ini!”


Kenneth mengigit sumpit sambil mengangkat sudut-sudut bibirnya.


Selama beberapa kali makan bersama, baru kali ini, mereka terlihat akrab layaknya pasangan pada umumnya. Di atas kepala mereka, seolah seperti ada bendera putih lambang perdamaian.

__ADS_1



Selesai menikmati makan siang, Kenneth mencoba menghubungi beberapa tukang kunci. Namun, cuaca mempengaruhi segalanya. Dengan berat hati, ia terpaksa memberi tau Kia tentang keadaannya.


“Besok baru selesai?” tanya Kia menyakinkan.


“Beberapa ruas jalan masih tertutup salju. Nanti malam perkiraan baru selesai.”


“Iya, aku gak mungkin pulang tengah malam.” Kia sedikit kecewa.


Kenneth berjalan mendekat, “Kalau gitu di sini aja. Sehari gak masalah kan?”


Kenneth menghela napas panjang. Sepertinya, misi untuk membuat Kia tinggal lebih lama, sudah gagal. Sekonyong-konyong menarik tangan Kia dan membuatnya berbalik. “Baiklah, setidaknya beri aku pelukan sebelum pergi.”


Ia melingkarkan tangannya ke tubuh Kia, seolah ingin memasukkan tubuh kekasihnya itu ke dalam dekapannya. Kia tak tak lagi menolak, ia menempelkan pipinya di dada bidang Kennth dengan nyaman.


“Beri aku ciuman juga!”


Dahi Kia berkerut mendengar ucapan Kenn. Ia langsung mendorong dagu lelaki itu ke atas dan melepaskan diri dari dekapannya. “Jangan kelewatan!”


Kenneth memutar mata kecewa. Namun, saat pelukan itu terlepas dan jarak mereka sedikit renggang. Kia menarik kaosnya, membuat tubuhnya tertarik dan akhirnya ... bibir Kia mendarat dengan mulus di bibir Kenneth.

__ADS_1


Kia melepaskan pangutannya dan langsung memalingkan wajah yang tengah tersipu malu. “Udah kan?”


Seulas simpul senyum puas terukir jelas di wajah Kenneth. Ia meraih wajah Kia dengan kedua tangannya, lalu memberika kecupan di kening.


“Aku anterin kamu ke depan!”


Dua tangan itu masih saling mengengam. Saat keluar dari apartemen, naik ke lift, bahkan saat menunggu taxi di pinggir jalan.


Cuaca di luar masih dingin, tapi tak sedingin semalam. Langit pun sudah terlihat cerah. Beberapa kendaraan dan bis sudah bisa melenggang di jalanan yang baru beberapa jam dibuka.


Kenneth membetulkan Syal merah maroon yang melingkar di leher Kia. “Pastikan untuk tetap hangat. Kalau resah, kamu bisa hubungi aku kapan pun. Aku bisa langsung jemput kalian.”


“Jangan terlalu baik sama aku!” Nada bicaranya terdengar ketus. Namun, meski begitu, Kenneth tetap memperlihatkan simpul senyumnya.


“Aku suka, aku sayang ....” Ia sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan, menyelaraskan tinggi tubuh dengan Kia, agar bisa berbisik di telinganya. “Dan cinta,” lanjut Kenneth.



^^^Gaya presdir angkuh nan sombong. Ngajakin pacarannya beda, ngungkapin perasaan juga beda 😂^^^


^^^Sajen dan Ritual jangan sampe lupa. Ini hari senin, waktunya Vote. Yang nganggur yuk merapat. 😘😘😘^^^

__ADS_1


__ADS_2