
...๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ...
Kia pov
Hari ini aku makan apa? Rasanya kok sial banget! Banget sampai-sampai ingin mengutuk seorang pangeran jadi kodok.
โWah, ada mahasiswa jadi simpanan dosen, nih!โ
โBerita seru sepertinya!โ
Aku dengar, dengar sangat jelas. Begitu jelas sampai telingaku panas. Ingin sekali aku menghajar lelaki ini! Memelintir tangannya dan mematahkan dua kakinya, kalau perlu memotong habis bagian itu.
Aku memilih untuk berlalu pergi, tanpa membalas ucapannya. Tak peduli dengan ocehan beberapa mahasiswa yang sedang bergunjing di belakangku. Lagi pula untuk apa? Nama ku juga sudah buruk di sini, untuk apa juga dijelaskan, hanya akan buang-buang waktu pada akhirnya.
โMiss, aku tau Anda mendengarku!โ ucapnya lagi sambil terus mengikutiku. Aku ingin tetap bungkam, tak peduli dengannya. Namun jika ini terus dibiarkan, dia pasti tetap mengejarku sampai ke ruang dosen. Lelaki ini benar-benar membuatku sakit kepala.
โIkut ke mobil!โ
Segera ku ajak lelaki bereng-sek ini pergi menuju tempat parkir. Membuka pintu belakang dan mengambil paper bag hitam. Aku tak mengatakan apapun, hanya menyodorkannya begitu saja, kemudian pergi ke ruang dosen.
__ADS_1
Sempat ku lihat dengan jelas wajah dengan ekspresi puas itu. Wajah yang ingin sekali ku beri kenang-kenangan manis dengan tangan kiriku. Beruntung dia hanya menatapku pergi tanpa mengejar lagi.
Coba saja jika dia berani mengejar! Ku babat habis hutannya itu!
Haih! Jelas-jelas aku ingin mengerjainya, tapi kenapa justru aku yang dikerjai?
Begitu kesalnya sampai otakku tak mampu bekerja dengan baik. Keadaan ini membuatku merindukan kopi pahit dengan sedikit gula, hanya saja perutku ....?
Setelah berpikir dengan banyak pertimbangan. Pada akhirnya aku mengambil benda pipih dari dalam tas. Jariku bermain lincah, membuka aplikasi coffee shop online, dan akhirnya memesan satu cangkir americano dingin.
Harapanku sangat besar padamu, Sayang. Semoga kamu bisa merubah moodku hari ini!
Setidaknya dia menghabiskan waktu dua jam, sebelum akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah dengan mengendarai mobil. Baru setengah jalan, tiba-tiba tubuhnya berkeringat dan lemas. Kia sempat menghentikan mobilnya di bahu jalan.
โMaagku!โ rintihnya lirih sambil memegang ulu hati.
Tubuhnya mengigil, dengan keringat yang mengucur cukup deras. Ia ingin sekali merogoh tas dan mengambil ponsel untuk menghubungi layanan darurat. Namun dia terlalu lemas, terlalu lemas sampai ia menaruh keningnya pada stir kemudi.
__ADS_1
Rasa perih yang begitu menusuk, membuat kesadarannya perlahan menghilang.
โApa aku akan mati?โ batin Kia.
Ditengah rasa putus asa, sama-samar ia mendengar seseorang mengetuk pintu. Kia berusaha membuka kedua matanya yang sudah berat. Seorang lelaki beberapa kali mengedor kaca cendela, berusaha membangunkannya.
โKia ... Kia! Bangun! Buka pintunya!โ seru lelaki itu.
Kia berusaha mengangkat tangan yang masih lemas. Berusaha meraih handle kunci agar lelaki itu bisa membukanya dari luar.
โHarus kuat Kia, Jenny membutuhkanmu!โ batin Kia yang masih berusaha meraih handle. Sampai pada akhirnya .... kesadaran Kia benar-benar hilang.
Namun ia beruntung. Sebelum kesadarannya benar-benar hilang, tangannya berhasil membuka handle. Sehingga lelaki itu dapat membuka mobilnya terbuka dari luar. Sosok lelaki tampan langsung mengeluarkan tubuh Kia dan membawan masuk ke dalam mobil miliknya.
โPergi ke rumah sakit!โ seru lelaki itu.
...๐๐๐๐๐๐...
Sudah ah.
__ADS_1
*Jangan lupa Like, pokoknya jangan lupa ya **๐*