Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Bab 80


__ADS_3

Tempat mana?


Kenneth tertegun sesaat. Dia hanpir tidak bisa membayangkan negara-negara dengan dua musim dalam pikirannya.


“Phuket katanya punya laut yang indah. Mau coba pergi?”


Kia berkedip beberapa kali. Di dalam pikirannya penuh rincian daftar biaya yang akan mereka keluarkan. Mulai dari berapa harga tiket, hingga biaya selama berada di sana.


Kenneth yang melihat Kia bengong, seolah bisa menebak apa yang ada di kepala wanita itu. Dengan nada santai dia berkata, “Kebetulan sekali, ada diskon tiket di aplikasi.”


Wajah Kia berubah drastis, dengan antusias dia bertanya lagi untuk memastikan, “Benarkah?”


Kenneth mengambil ponsel, berpura-pura melihat aplikasi pembelian tiket online, mengeser layar beberapa kali. Hingga akhirnya, “Delapan puluh dollar, bagaimana menurutmu?”


“Delapan puluh? Kamu gak bercanda kan?”


“Sejak kapan aku bercanda?”


“Pesan, pesan, cepat pesan itu untukku!


Satu sudut bibir Kenneth terangkat, dia terlihat bahagia saat melihat ekspresi Kia seperti anak kecil, begitu antusias dan bersemangat.


“Kamu berangkat sendiri?” tanya Kenneth sengaja menggoda.


“Kamu punya pasport?”

__ADS_1


“Tentu saja punya! Kamu terlalu meremehkanku!”


“Pesan tiga tiket kalau begitu!”


Kenneth terkejut untuk sesaat. Dia tak menyangka jika Kia akan memesan dua tiket dan mengajaknya pergi bersama.


“Kenapa diam? Tenang saja, aku yang mentraktirmu. Jangan lupa juga untuk pesan hotel pakai voucer!” Wajah penuh semangat wanita itu tak bisa ditutupi.


Sorot mata Kenneth tertahan memandangi Kia. Seorang wanita dengan senyum polos, yang sedang bahagia karena mendapat setengah jacpot, yang jelas-jelas diatur oleh kekasihnya sendiri.


“Cepat habiskan sarapanmu. Biar aku mengemasi beberapa baju dan mengambil pasport!” Kia melahap roti yang ada di tangannya dengan cepat.


“Cih, kamu cukup bersemangat saat seperti ini!” Goda Kenneth.


📳 Pesan tiga tiket ke Phuket untuk besok. Pesan untuk Sakia Shen, Jenny, dan aku!


📳 Anda juga? Besok akan ada rapat tahunan.


Satu alis Kennet meninggi usai membaca balasan pesan dari Zico. Susah payah ia mencari waktu untuk bersama dengan Kia dan Jenny, tetapi harus digagalkan dengan rapat yang menurutnya tak penting.


Kenneth mengusap ubun-ubun Jenny dan menyuruhnya untuk makan pelan-pelan. Lalu, pergi keluar untuk menghubungi sekretarisnya.


“Rapat tahunan haruskah aku yang datang?” ucap Kenneth setengah kesal.


“Anda harus hadir, Presdir!”

__ADS_1


“Harus? Oke, hari ini, kamu dan Tania bisa pergi ke HRD. Minta surat pindah ke Vrindavan!”


Kenneth langsung mengakhiri panggilan begitu saja, tak menunggu jawaban dari sekretaris atau mendengar komentar. Hanya bisa mendengus kesal di luar kamar, dan mencoba membuang ekspresi kesalnya itu sebelum masuk kembali ke kamar.


Beruntung, tak lama kemudian dia mendapat pesan. Boking code tiga tiket kelas bisnis, baru saja masuk. Membuat sudut-sudut bibirnya terangkat, juga kerutan di kening yang memudar.


“Kerja bagus!”


Sekarang, tidak ada alasan baginya untuk berdiri lama di luar kamar. Dia bisa segera masuk dan memberikan kabar baik pada Kia. Lelaki itu sungguh penasaran, bagaimana ekspresi Kia saat menerima tiket. Ekspetasi mendapat pelukan atau bahkan ciuman mesra, membuat lelaki itu tak bisa menutupi senyum tipis yang beberapa kali lepas dari bibir.


Namun ternyata, ekspetasi hanya tinggal ekspetasi. Dia justru mendengar perkataan yang tidak mengenakkan dari mulut wanita itu.



Udah kenalan sama Alexa dan Leo?


Rate 23 +++


Novel angget baru louncing, udah di love belum nih 🤭


Ceritanya ....


Ah, baca sendiri deh. Kalau mau baca, pastiin meluk guling dan bawa kipas. Atau sediakan pasangan di sampingmu. Takutnya kepanasan 😂😂😂


Jempol Othor lagi kesleo, gak bisa ngetik patas. Butuh dukungan niih ✌🏻✌🏻

__ADS_1


__ADS_2