Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Bab 124


__ADS_3

Kenneth membawa Kia pergi ke rumah Julius. Pada perjalanan kali ini, wanita yang duduk di sebelah Kenneth sama sekali tidak bertanya apa pun. 


Kemana suaminya akan mempertemukan Jenny?


Atau hal-hal lain yang menyangkut keberadaan anak angkatnya itu.


Mungkin, terlalu bahagia dapat membuat otak seseorang mengendorkan kesensitifannya.


Pada saat mobil sedan mewah itu masuk ke sebuah pekarangan rumah mewah nan megah. Bahkan lebih megah dari kediaman yang baru saja dia tempati bersama Kenneth. Barulah, Kia bertanya.


"Di mana ini? Apa ini rumah keluarga Jenny?"  


Kenneth menggeleng pelan, lalu berjalan turun membantu Kia membuka pintu. Dengan gaya romantis, ia mengangsurkan tangan yang langsung di sambut tangan Kia.


"Rumah siapa ini, Kennt?" tanya Kia sekali lagi.


"Rumah Julius."


"Apa?" Kia terkejut, menoleh ke samping melihat Kenneth yang sedang menggandeng tangannya.


"Kenapa, takut? Dia gak akan gigit kamu." Kenneth mencoba menenangkan Kia.


Mendengar hela napas istrinya yang berat, dua sudut bibir Kenneth meninggi. Pria itu jelas memahami keadaan sang istri yang mungkin sedang gugup menghadapi kakek mertuanya.

__ADS_1


Pintu kayu besar dibuka perlahan dari dalam. Seakan mengerti bagaimana cara menyambut tamu dengan baik. Dua insan masih saling bergandeng tangan, masuk ke dalam rumah dengan perasaan gugup.


Julius sedang bermain Go bersama Rey pada saat itu. Dia langsung berdiri dengan dibantu tongkat kebanggaannya, menaikkan dua sudut bibir dan menyambut kedatangan mereka dengan ramah. 


"Datang juga akhirnya," ucap Juliuz di akhiri tawa berat khas seorang pria tua.


Mendengar sapaan dari Julius, membuat jantung Kia semakin berdegup kencang. Gengaman tangannya pun juga semakin erat. Refleks dari Kia rupanya disadari Kenneth, yang langsung menoleh memandangi sang istri.


"Ada aku, jangan cemas," bisiknya.


Mata Julius memincing tajam, melihat dua orang yang berjalan mendekat, bermesraan seperti itu.


"Sudah disini, bisa langsung bilang kan?" ucap Kenneth kasar sembari membantu Kia duduk.


"Baik, Tuan," ucap Rey singkat, kemudian berlalu pergi meninggalkan mereka.


"Mood mu hari ini jelek banget ya, Bocah Tengik!" Julius kembali duduk di kursinya.


"Kenapa? Sudah bisa peduli?" Kenneth menyahut ketus. Membuat Kia merespon dengan memegang tangan Kenneth. Berharap pria itu bisa bersikap lebih hormat pada kakeknya. 


Namun, Kenneth justru tersenyum dan mengangguk pelan, memandangi Kia yang duduk di sebelahnya.


Derap langkah kaki terdengar begitu samar, tetapi dengan mudah mencuri perhatian Kia. Entah kenapa, Kia tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya, memandang lurus ke belakang Julius, hingga ….

__ADS_1


Sepasang kaki kecil yang dibalut sepatu berwarna merah terang melangkah perlahan ke arahnya. Di belakang kaki kecil itu, ada dua pasang kaki pria dewasa yang mengikuti.


"Mommy … Daddy ... ." seru gadis kecil yang memakai sepatu merah.


"Je-jenny … anakku." Kia buru-buru berlari, mengangsurkan tangannya dan langsung memeluk Jenny. Kenneth pun tak mau kalah, ia berjalan mendekat dan memeluk Jenny.


Melihat mereka bertiga saling berbagi kasih sayang, membuat semua mata yang memandang menjadi haru. Termasuk juga Julius.


"Mereka terlihat seperti keluarga," gumam Julius yang tidak sengaja di dengar oleh Rey.


"Anda ingin berubah pikiran, Tuan?" tanya Rey


"Jangan konyol!"


...☆TBC☆...



The Ugly Duckling


by **Black Rose


...Seorang gadis dengan tubuh gendut, jelek, dan hitam sedang merubah takdirnya menjadi gadis cantik dan menarik....

__ADS_1


...Saat dia berada di titik terendah dalam hidupnya, masih ada orang baik yang mengangkat derajatnya dan menjadikannya seekor angsa yang cantik**....


__ADS_2