Elisya

Elisya
108


__ADS_3

Setelah dari danau McDonald Dicky dan Elisya menuju sebuah restoran besar yang terkenal di Amerika. Mereka berniat mencicipi beberapa menu disana. Bahkan mereka sudah memesan beberapa menu yang hendak mereka coba. Namun tiba-tiba ponsel Dicky berdering. Tertera nama Arvie disana. Dicky dengan cepat meraih ponselnya yang tergeletak diatas meja.


"Esya gue ke luar bentar, ada keperluan..."ucap Dicky.


Elisya mengangguk mencoba memaklumi. Setelah kepergian Dicky, Elisya hanya duduk termenung di meja nomor 45 itu. Sambil sesekali menatap kearah jendela nan besar disamping nya.


Tiba-tiba saja seorang wanita tak sengaja terpeleset hingga minuman yang dibawanya sedikit tumpah dan mengenai baju Elisya. Hanya sedikit saja.


"I'm terribly sorry. I really didn't do it on purpose. Please forgive my indiscretions..."


(Mean : Aku sangat menyesal. Aku benar-benar tidak melakukannya dengan sengaja. Maafkan atas kecerobohanku. )


Elisya tersenyum ramah sambil memegang kedua lengan wanita yang senang menunduk dihadapannya dengan rasa bersalah. Wanita itu mendongak membuat Elisya sontak melepaskan pegangannya.


"Angel..."kaget Elisya.


Angel awalnya menggunakan bahasa Inggris, karena ia pikir Elisya adalah orang asing yang mungkin tak mengerti bahasa Indonesia.


"Elisya..."lirih Angel dengan tatapan tak percaya. Takdir mempertemukan mereka.


Elisya nampak memalingkan wajahnya. Ia tentu tidak lupa apa yang pernah Angel lakukan terhadapnya. Angel telah menghancurkan kebahagiaan nya dengan Vano. Bahkan memfitnah nya dengan keji. Sungguh ia tak akan melupakan itu semua.


"Gue pengen ngomong sama lo. Bentar aja. Kasih gue waktu Elisya. Gue mohon..."ucap Angel memelas.


"Gue gak bisa, gue sibuk..."jawab Elisya cuek.


"Gue mohon, kali ini aja..."bujuk Angel dalam mata yang sudah berkaca-kaca.


Elisya tak sejahat itu, melihat Angel begitu ingin bicara dengannya membuatnya tak tega.


"Sebentar doang..."jawab Elisya.


Angel tersenyum senang lalu ikut duduk berhadapan dengan Elisya.


"Gue pengen minta maaf sama lo Sya, gue tau gue banyak banget salah sama lo..."ungkap Angel to the point.


Elisya berdecih pelan.


"Enak banget ya jadi lo! Tinggal minta maaf doang masalah udah kelar. Lah gue? Hidup gue hancur! Kebahagiaan gue lo rebut! Semuanya Ngel. Lo fitnah gue. Gimana puas? Udah bahagia belom sama cowok gue yang udah lo rebut dengan cara kotor?..."sindir Elisya.

__ADS_1


Angel mengusap air matanya pelan, sungguh ia benar-benar menyesali perbuatannya dulu.


"Ada banyak hal yang terjadi Sya. Dan itu karena perbuatan gue. Mungkin gue gak tau malu karena masih berani minta maaf sama lo. Gue tau lo gak akan maafin gue. Tapi gue tetap nekat minta maaf..."ucap Angel lalu menunduk menghela nafasnya.


Elisya hanya diam, mendengarkan apa saja yang ingin Angel sampaikan. Ia cukup muak dengan semua masalalu menyedihkan itu.


"Ada banyak hal juga yang lo gatau. Vano emang selalu sama gue Sya, tapi pikirannya tetap di lo..."ungkap Angel.


"Maksud lo?..."tanya Elisya bingung.


Angel tersenyum lalu melanjutkan perkataannya.


"Lo tau sejahat apa gue dulu Sya, gue selalu berusaha biar bisa sama Vano terus, dan gue berhasil. Tapi sayangnya hati Vano tetap stay di lo. Sekeras apapun dia bentak lo yang ada di pikiran dia tetap lo. Sering kali gue kesel karena Vano selalu ngomongin lo, walaupun dia lagi sama gue...."ucap Angel sambil tertawa kecil.


"Asal lo tau Sya, fisik Vano emang sama gue. Tapi pikiran dia! Hati dia! Semuanya ada sama lo. Dia selalu muji-muji lo saat sama gue. Dia bilang lo cantik, lo cinta pertamanya, lo hidupnya, lo masa depannya, lo penyemangat nya dan masih banyak lagi pujian yang keluar dari mulut dia..."ucap Angel sendu.


Elisya sedikit kaget mendengar penuturan Angel.


"Gue sering marah sama dia karena dia selalu ngomongin lo. Gue cemburu sama itu semua. Gue lakuin cara apapun agar dapat perhatian Vano, tapi nyatanya semuanya percuma. Yang perlu lo tau lo adalah hidup Vano Elisya. Dia sayang banget sama lo melebihi dia sayang sama diri dia sendiri..."jelas Angel sambil mengusap air matanya yang mengalir tanpa disadari.


"Lo tau, Vano gak pernah sekolah lagi. Dia sekarang mabuk-mabukan, ke club, setiap harinya dia selalu datang ke rumah lo yang ada di Indonesia. Walaupun dia udah tau lo gak ada disana, tapi dia tetap ke rumah lo. Dia hancur tanpa lo Elisya, cuman lo yang bisa buat dia bangkit. Maafin Vano Elisya, dia sama sekali gak salah. Gue yang salah dalam segala hal, tolong maafin Vano..."ucap Angel sambil terisak dalam tangisnya.


"Vano pernah 2 kali ngelakuin percobaan bunuh diri. Tante Yunita sampai panik karena itu. Vano bener-bener kacau sekarang Sya. Dia bener-bener butuh lo..."mohon Angel tulus.


"Gue gak bisa Ngel, gue belum siap untuk ketemu Vano..."jawab Elisya sedih.


"Lo tau kan gue pernah pura-pura sakit jantung. Dan sekarang Tuhan kabulin itu Sya. Gue sakit jantung sekarang..."ucap Angel sambil tertawa kecil padahal air matanya juga mengalir dipipinya. Apa-apaan ini? Kenapa Angel tertawa seolah penyakit itu adalah sebuah lelocon baginya.


"Ini karma buat gue Sya, karena gue udah keterlaluan sama lo. Gue sakit jantung Sya. Gue sakit-sakitan sekarang. Kemana-mana pun gue harus diawasi. Gue gak sebebas dulu..."ungkap Angel sambil tersenyum.


Sekarang Elisya benar-benar kasian dengan Angel. Tak ada gunanya ia menyimpan dendam. Toh Angel juga sudah mendapatkan karma dari perbuatannya dulu. Elisya bukan tipe wanita pendendam.


Elisya berdiri, meraih tubuh Angel dalam pelukannya. Angel menangis tersedu-sedu dipelukan Elisya.


"Gue udah maafin lo, lo harus jaga kesehatan. Biar cepet sembuh..."ucap Elisya tulus.


Angel langsung berjongkok berniat ingin memohon maaf di kaki Elisya namun Elisya menahannya.


"Maafin gue Sya, lo baik banget sama gue. Gue janji gak akan ngelupain kebaikan lo sama gue..."ucap Angel.

__ADS_1


"Udah ya, sekarang lo duduk. Kasian juga tubuh lo pasti capek. Gak usah pikirin itu lagi, anggap aja semuanya udah kelar. Lagian itu cuman masalalu Ngel, gak penting..."ucap Elisya lalu tersenyum.


"ANGEL..."teriak Riski yang baru saja datang.


"Nih coklatnya, tadi pengen ini kan..."ucap Riski menghampiri Angel.


"Ka Riski..."ucap Elisya kaget.


"Eh Elisya, lo disini?..."tanya Riski tak kalah kagetnya.


"Sya, ini Riski temennya Sam. Gue udah tunangan sama dia. Setelah lulus sekolah gue mau nikah sama Riski. Gue harap lo datang sih..."ucap Angel tersenyum ramah.


"Wah selamat ya, gak nyangka malah sama kak Riski..."ucap Elisya senang.


"Iya nih, makasih ya Elisya. Jangan lupa datang nanti. Lo disini sama siapa?..."tanya Riski.


"Sama abang gue, lagi ada urusan bentar katanya..."jawab Elisya sekenanya.


"Kalau gitu kita duluan ya Sya, Angel masih belum pulih. Dia masih perlu banyak istirahat..."pamit Riski sopan.


"Ia bener tuh, Jaga kesehatan ya Ngel..."pesan Elisya.


Angel tersenyum senang lalu memeluk tubuh Elisya sekali lagi.


"Gue sayang banget sama lo Elisya, thanks udah maafin gue. Nanti kita ketemu lagi..."ucap Angel.


Elisya tersenyum lalu mengangguk, "hati-hati ya..."pesan Elisya.


Angel berjalan bergandengan dengan Riski sambil terus melambai ke arah Elisya.


Elisya menghela nafasnya lega. Tak baik memang menyimpan dendam dimasa lalu. Elisya senang sekarang hubungannya dengan Angel jauh lebih baik.


Sebenarnya Dicky sudah lama selesai dengan teleponnya. Namun melihat Elisya yang nampak berbicara serius dengan Angel membuatnya mengurungkan diri untuk menghampirinya Elisya. Ia lebih memilih untuk menunggu pembicaraan itu selesai.


"Esya..."panggil Dicky lalu duduk disamping Elisya.


"Eh abang, udah selesai ya?..."tanya Elisya.


"Udah, yuk makan sekarang..."ajak Dicky. Makanan itu memang sudah disajikan sesaat setelah kepergian Angel.

__ADS_1


Akhirnya Elisya dan Dicky pun memakan makanan mereka sambil sesekali bercanda. Dicky sama sekali tak bertanya tentang siapa wanita yang berbicara dengan Elisya tadi. Ia cukup tau batasan dan privasi seseorang.


__ADS_2