
Setelah sampai dikamar Elisya, Sam langsung pamit karena ada kesibukan lain.
Elisya tidak langsung masuk ke kamarnya ia berjalan-jalan tanpa sepengetahuan Sam.
Elisya begitu terpana melihat indahnya pemandangan disana sampai ia tak pokus dengan apa yang ada didepannya.
"Brukk..."
Elisya menabrak punggung Vano.
"Ma-maaf kak, aku ngga sengaja..."ucap Elisya terbata-bata.
"Makanya kalau jalan tuh liat-liat dong..."jawab Vano ketus.
"Iya kak maaf ya..."ucap Elisya menunduk.
Entah kenapa Vano merasa sedikit kasihan.
Akhirnya ia mengeluarkan suaranya
"Iya..."singkat tapi mampu membuat mata Elisya terbelalak.
"Ka Vano sakit ya?..."tanya Elisya ingin memegang dahi Vano.
Tapi Vano menepis tangan Elisya dengan cepat
"Apa an sih..."jawabnya masih dengan nada ketus.
"Ya maaf ka, ka aku boleh tanya gak?..."Elisya sedikit ragu.
"Emm..."Vano berdehem.
Dengan sangat hati-hati Elisya mulai bertanya
"Kaka kenapa sih, tiap kali ketemu marah-marah mulu, di tolongin marah, orang minta maaf marah, terus cara bikin kaka gak marah gimana..."jujur Elisya.
Vano ingin tertawa tapi ditahannya. Ia tak tahan melihat ekspresi Elisya yang sangat lucu sambil memanyunkan bibirnya.
"Terserah gue..."jawab Vano ketus.
"Ihh kaka jahat banget, yaudah lah aku mau pergi aja..."jawab Elisya lalu berlari kecil kearah kamarnya.
Elisya bukannya ingin meninggalkan Vano, tapi ia merasa ada sedikit masalah dengan detak jantungnya yang memicu dengan cepat.
Melihat kepergian Elisya, sedikit senyum terbit di bibir Vano, tapi segera sirna lagi.
Karena sejauh ini banyak yang menyukai Vano, tapi tak ada yang berani mendekatinya karena takut dengan sikap Vano yang pemarah. Berbeda hal nya dengan Elisya yang sangat penasaran dengan sosok seorang Vano.
Sesampainya dikamar Elisya memegangi dadanya.
"Astaga dada gue kenapa nih..."gumamnya.
Ia pun memilih duduk dan beristirahat, karena sore ini ia berniat ingin menyaksikan keindahan sunset.
_____
Disisi lain Sam dibantu dengan anggota OSIS yang lain sedang sibuk mempersiapkan makanan untuk malam ini, karena rencananya malam akan diadakan makan bersama ditepi pantai. Setiap kotak makanan diberi nama agar tidak sulit membagikannya nanti.
Setelah selesai Sam menyuruh 1 orang temannya yang bernama Riski untuk menjaga tempat penyimpanan makanan ini, sedangkan yang lain beristirahat.
"Ki gue tinggal bentar ya, mau liat persiapan yang lain..."pamit Sam.
"Siap bro, santai aja kali..."jawab Riski santai.
__ADS_1
Setelah kepergian Sam, tiba-tiba
"Ka iki tolong..."teriak wanita yang berada diluar ruangan.
Riski yang mendengar itu langsung berlari keluar.
"Eh Bella, Karin kalian ngapain disini..."tanya Riski.
"Ini loh kak kaki Karin sakit katanya, tolong bantuin dia dong ka sebentar aja, bantu antar kekamar ya kak..."mohon Bella.
Riski merasa kasian dan mengantarkan Karin ke kamarnya diiringi oleh Bella. Setelah Riski pergi meninggalkan tempat makan itu, Angel mengendap-endap masuk kedalam ruangan itu, ia terlihat sibuk mencari nama seseorang dikotak makanan itu.
"Nah ini dia, heh setelah lo makan ini perut lo bakal sakit banget, rasain lo ya, berani-berani nya nantangin gue, pake deketin Sam segala lagi, rasain gue beri pelajaran lo..."ucap Angel lalu menumpahkan sedikit obat bubuk kedalam makanan Elisya.
Terdengar suara telapak kaki dari kejauhan keliatannya Riski sudah kembali, Angel dengan cepat meninggalkan tempat itu. Sebenarnya kaki Karin tidak benar-benar sakit, ini hanya sandiwara mereka bertiga untuk menjalankan misinya.
"Ki gimana aman kan..."Sam datang keruangan itu.
"Oh aman bro, tenang aja kali..."jawab Riski santai.
Mereka berdua pun duduk sambil bercakap-cakap.
_____
Tanpa terasa hari sudah mulai sore, banyak siswa siswi yang sedang menikmati suasana pantai dan ada juga yang sedang berenang disana.
Elisya menggeliat dan mulai membuka matanya. Ternyata ia ketiduran. Melihat hari sudah sore Elisya bangkit dan membersihkan dirinya.
Sekitar 15 menit Elisya sudah selesai mandi, ia memakai baju yang sederhana saja.
Merasa sudah cukup ia keluar kamar, dari kejauhan ia melihat Lisa sedang berenang.
Ia memutuskan untuk berjalan-jalan ke tepi pantai seraya menikmati pemandangan sore yang begitu memukau.
Tiba-tiba Sam datang dari belakang sambil memegang gitar dan duduk disamping Elisya.
"Cewe cantik kok sendirian aja sih..."goda Sam.
Elisya langsung menengok kearah sumber suara.
"Eh kak Sam, kaka bisa aja..."
"Pemandangannya indah banget ya Sya..."ujar Sam.
Elisya mengangguk seraya tersenyum manis.
"Seindah kamu Sya..."goda Sam.
Seketika pipi Elisya merona,
"Kaka gombal mulu ihh..."jawab Elisya.
"Sya kaka mau nyanyi buat kamu, boleh gak..."tawar Sam.
"Emang kaka bisa nyanyi? bisa main gitar?..."tanya Elisya penasaran.
"Bisa dong, dengerin ya Sya..."perintah Vano.
Elisya pun menghadap Vano, sedangkan Vano mulai memainkan gitarnya dan menyanyi untuk Elisya
Kamu adalah bukti
__ADS_1
Dari cantiknya paras dan hati
Kau jadi harmoni saat kubernyanyi
Tentang terang dan gelapnya hidup ini
Kaulah bentuk terindah
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu
Kau wanita terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
(Seperti lirik Lagu Virgoun- Bukti)
Elisya yang mendengarnya langsung terlihat salah tingkah.
Setelah Sam selesai menyanyikan lagu itu, Elisya nampak bertepuk tangan
"Suara kaka bagus, main gitarnya juga keren ka..."puji Elisya.
"Apa sih Sya yang engga buat kamu..."goda Sam.
Kini mereka berdua sedikit tertawa-tawa kecil.
_____
Dari kejauhan terlihat Vano dan dua temannya sedang duduk menikmati pemandangan pantai.
"Si Sam gercep banget ya, tuh udah deket aja sama cewe cantik kemarin..."ucap Aldi sambil menunjuk kearah Elisya dan Sam duduk.
"Namanya Elisya, gue cari tau namanya kemarin Di..."sahut Hendra.
"Dihh kepo juga lo ya Ndra, sampai cari tau namanya..."ucap Aldi.
"Iya dong cewe cakep bro..."jawab Hendra tertawa kecil.
"Diam lo berdua berisik tau..."Vano angkat suara.
"Yee lo sih Van tuh si Elisya dari kemarin deketin lo, lo nya malah marahin dia mulu..."ujar Aldo.
"Gue gak peduli..."jawab Vano ketus, entah kenapa melihat pemandangan tadi saat Sam sedang menyanyikan lagu untuk Elisya, moodnya menjadi buruk.
Ia tak peduli pada Elisya tapi entah kenapa melihat itu ia tetap merasa kesal, ia juga tak mengerti pada dirinya.
_____
Matahari sudah mulai terbenam, menampilkan langit dengan warna jingganya, sangat indah.
"Indah kan Sya..."ucap Sam.
"Iya Kak, Elisya suka..."jawab Elisya tersenyum senang.
Beberapa menit mereka menyaksikan kepergian sang matahari dan warna jingga yang mulai menghilang ditelan kegelapan malam.
"Sya udah yah kita kesana, sebentar lagi akan ada acara makan bersama..."ucap Sam.
Elisya hanya mengangguk dan mengikuti Sam dari belakang. Tiba-tiba Sam menggenggam tangan Elisya.
"Berjalan disamping kaka Sya, kenapa dibelakang..."ucap Sam.
__ADS_1
Elisya hanya mengikuti perkataan Sam.
Mereka berdua pun berjalan menuju tempat yang sudah disediakan panitia untuk mengambil makanan. Dari kejauhan terlihat siswa siswi yang sudah mulai ramai mengambil makanan satu persatu sesuai nama mereka.