Elisya

Elisya
66


__ADS_3

Jam pulang sekolah telah tiba, Bella dan Lisa sudah pulang terlebih dahulu karena memang ada kepentingan mendadak. Tersisalah Elisya seorang diri diparkiran sekolah. Ia tengah menunggu Sam yang masih membereskan tugas-tugasnya sebagai ketos.


Elisya kaget saat Angel dan Karin tiba-tiba menariknya paksa menuju depan gerbang sekolah.


Keadaan sekolah yang sudah mulai sepi membuat Angel lebih leluasa menyeret Elisya ke tepi jalan raya.


Elisya menepis tangan Angel kasar. "Apa-apaan sih lo. Main serat-serat aja..."kesal Elisya.


"Diam ya lo..."tegas Angel.


"Gue ada salah apa sih sama lo. Kenapa sih lo selalu gangguin gue..."bentak Elisya.


Angel tertawa getir, "Lo nanya apa salah lo. Gue mau Vano Elisya. Lo ngambil dia dari gue..."bentak Angel tak kalah kerasnya.


"Bukannya lo gak suka sama Vano. Terus kenapa sekarang suka..."tanya Elisya dengan nada tak suka.


"Lepasin Vano Elisya, gue mau dia..."tiba-tiba suara Angel melemah. Gadis itu menangis.


Elisya sedikit kaget, ada apa dengan Angel. Kenapa ia menangis seperti ini.


"Lo tau, fisik Vano emang ada di deket gue, tapi pikiran sama hatinya ada di elo Elisya..."teriak Angel semakin histeris.


"Ngel tenangin diri lo Ngel..."ucap Karin mencoba mengontrol emosi Angel.


"Dia cowok gue Angel, stop terobsesi buat ngambil paksa sesuatu yang emang bukan buat lo. Lo sadar gak sih lo udah jadi penghancur hubungan orang? Apa lo sadar lo udah jadi perebut pacar orang hah? Gak punya malu..."kesal Elisya.


"Gue gak peduli..."teriak Angel.


"Dan sekarang dengan gak tau malunya lo nyuruh gue lepasin Vano demi perusak hubungan orang kaya lo. Cih jangan mimpi..."ucap Elisya emosi. Angel benar-benar sudah sangat keterlaluan.


"Gue akan dapetin semua yang gue mau. Dan gue akan bikin lo sama Vano putus setelah ini..."ucap Angel lalu menghapus air matanya kasar dan tertawa terbahak-bahak setelahnya.


"Bangga banget ya lo? Bangga bisa rebut pacar orang. Murah..."ledek Elisya.


Lagi-lagi Angel tertawa kencang.


"Kalau dengan cara licik gue bisa dapetin Vano, kenapa enggak?..."ucap Angel lalu menyeringai.


Detik setelahnya Angel sengaja berlari ketengah jalan bertepatan dengan sebuah mobil melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi.


Brak...


Tubuh Angel terpental ke tepi jalan dengan kepala yang sudah bersimbah darah.


Elisya melotot kaget, apa Angel sudah gila? Apa yang ia lakukan, kenapa ia menabrakkan dirinya sendiri.


Detik selanjutnya Karin langsung terduduk histeris, sambil menangis tersedu-sedu.


"Kenapa lo tega banget dorong Angel Elisya. Dia salah apa sih sama lo. Kenapa lo sejahat ini sama dia..."ucap Karin semakin histeris dalam tangisnya.


Elisya membeku ditempatnya. Apa-apaan ini, jelas-jelas Karin melihat sendiri saat Angel dengan sengaja berlari ketengah jalan tadi. Kenapa sekarang seolah-olah dirinya yang bersalah.


"ELISYAAA..."Teriak Vano yang baru saja datang. Tadinya ia tengah latihan basket.


Elisya menggeleng cepat, "E-enggak Vano, ini gak seperti yang kamu liat. K-kamu percaya kan sama aku..."percayalah Elisya benar-benar takut kali ini.


"Lo gila Elisya, lo mau bunuh Angel. Brengsek..."hina Vano lalu dengan sigap membopong tubuh Angel dan berjalan ke arah mobilnya.

__ADS_1


Begitu juga dengan Karin yang masih histeris dalam tangisnya.


"Van, ini bener-bener gak seperti apa yang kamu pikirin. Kamu pernah janji kan kalau kamu akan selalu percaya sama aku. Sekarang aku tagih janji kamu itu Van..."ucap Elisya mulai melemah bersamaan dengan air mata yang sudah mulai jatuh membasahi pipinya.


"Gue tarik semua janji gue sama lo. Disini ada saksi mata Elisya. Jangan ngelak lagi. Lo Arghhhh..."teriak Vano menahan emosinya.


"Kalau sampai terjadi apa-apa sama Angel, gue yang akan habisin lo pakai tangan gue sendiri..."ucap Vano sebelum menjalankan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


Hampir saja tubuh Elisya terjatuh karena kehilangan keseimbangannya. Namun Sam dengan sigap memeluk tubuh mungil wanita ini.


"K-ka Elisya gak salah kak, kaka percaya kan sama Elisya..."ucap Elisya dengan tubuh bergetar menahan rasa takutnya.


Sam semakin mengeratkan pelukannya. Ia mengecup puncak kepala Elisya. Mengusap punggung gadis itu pelan.


"Kaka emang gak liat kejadiannya, tapi kaka percaya kamu gak salah. Kamu tenang ya! Sekarang kita kerumah sakit..."ucap Sam menenangkan.


Elisya hanya diam saja, Sam menuntun tubuh Elisya ke mobilnya. Membawa Elisya kerumah sakit terdekat tepat dimana Vano membawa Angel. Tidak lupa Vano menelpon Bella dan Lisa untuk menenangkan Elisya yang syok parah karena kejadian barusan.


Bella dan Lisa tentunya kaget saat mendengar berita yang sangat tidak disangka oleh mereka. Tanpa pikir panjang mereka menuju rumah sakit yang sudah diberitahukan oleh Sam.


Angel kini tengah berada di ruang UGD. Vano sedari tadi mondar-mandir didepan ruangan itu dengan perasaan khawatir.


Sedangkan Elisya tak henti-hentinya menangis terisak dipelukan Sam.


Bella dan Lisa datang dengan sedikit berlari kecil. Mereka menghampiri Elisya yang menangis terisak-isak dipelukan Sam.


"Sya lo gak papa?..."tanya Bella khawatir.


"Lo baik-baik aja kan?..."tanya Lisa juga.


Elisya menatap kedua sahabatnya, lalu memeluk kedua sahabatnya itu.


"Kita percaya sama lo Elisya, kita percaya lo gak mungkin lakuin ini..."ucap Bella.


Ketiga sahabat itu tengah berpelukan erat. Bahkan Bella dan Lisa juga ikut menangis karena melihat keadaan Elisya yang begitu menyedihkan.


Karin yang sedari tadi menangis histeris menghampiri ketiga sahabat itu lalu melerai pelukan ketiganya dengan kasar.


"Kenapa lo setega ini Sya. Angel salah apa sama lo..."ucap Karin.


"Kenapa lo bohong Rin, padahal lo liat sendiri Angel dengan sengaja nabrakin dirinya..."teriak Elisya.


Vano dengan penuh emosi berjalan kearah Elisya.


"Gue gak nyangka lo segila ini..."bentak Vano.


"Kak, aku berani sumpah kak. Aku gak lakuin ini..."elak Elisya.


"Terus siapa yang lakuin ini hah, lo pikir Angel segila itu sampai nabrakin diri dia sendiri..."bentak Vano lagi.


"Tapi kenyataannya emang gitu kak..."jawab Elisya membela diri.


"Lo pikir gue bego. Buat apa Angel nyelakain diri dia sendiri hah! Disini ada saksi mata Elisya. Lo gak bisa bela diri lo sendiri. Gue gak nyangka lo se gila ini. Cuman karena lo cemburu Angel dekat sama gue..."ucap Vano dengan tatapan kecewa.


"Eh lo pacarnya kenapa lo gak percaya sama dia..."kesal Bella.


"Setelah lo fitnah dia sekarang lo nyelakain dia Brengsek..."umpat Vano kasar.

__ADS_1


"ANGEL ITU PEMBOHONG. DIA SENGAJA PURA-PURA SAKIT BIAR BISA NGEREBUT LO DARI GUE..."teriak Elisya.


Plak...


Semua yang ada disana melototkan matanya kaget. Vano menampar Elisya! Sekencang itu. Pipi Elisya memerah akibat tamparan keras dari Vano. Bahkan rambutnya sedikit acak-acakan sekarang.


"Gue nyesel pernah pacaran sama lo. Mulai sekarang kita gak ada hubungan apa-apa lagi. Enyah lo dari dunia ini. Gue enek liat muka lo..."bentak Vano.


Bugh


Sam memukul wajah Vano keras.


"Lo nampar dia bangs*t..."Sam memukul Vano membabi buta.


"Belain aja terus, tuh cewek gatel..."ucap Vano keras.


Elisya membeku ditempatnya. Apa itu tadi. Vano menamparnya, benarkah itu Vano yang selalu bersikap lembut padanya.


Bella dan Lisa menatap Elisya dengan raut wajah khawatir.


"Sya ngomong sama gue..."ucap Bella takut.


"Lo brengsek Van, lo tega nampar Elisya..."teriak Lisa.


Vano sudah babak belur karena dihantam oleh Sam tanpa henti.


"CUKUP..."teriak Elisya membuat Sam berhenti. Semuanya menatap ke arah Elisya.


"Thanks Van, lo udah buat gue pernah ngerasain bahagia yang teramat sangat sampai akhirnya lo jatuhin gue sedalam ini..."Elisya menghapus pelan air mata di pipinya.


"Lo adalah cowok yang akan selalu gue ingat sebagai cowok paling brengsek yang pernah gue kenal..."ucap Elisya melemah.


Setelahnya Elisya tersenyum getir, "Gue nyerah guys, ini yang kalian semua mau kan?..."ucap Elisya dengan tertawa kecil sambil menatap satu persatu wajah sahabatnya.


"Sya..."panggil Bella takut.


Percayalah wajah Elisya sangat mengerikan sekarang.


"Tenangin diri lo Sya..."ucap Lisa.


"MULAI HARI INI, GUE ELISYA CAITHLYN QIANDRA AKAN LEPASIN VANO BUAT PEREBUT PACAR ORANG, ANGEL..."Teriak Elisya keras.


"Semua biaya perawatan gue tanggung. Bilang aja nanti sama gue butuh berapa, 1 milyar, 2 milyar, atau mungkin 10 milyar?..."ucap Elisya remeh.


Elisya bukan gadis lemah, kalian ingat itu. Keadaan benar-benar memaksanya dewasa sekarang.


Elisya berjalan menghampiri Karin. "Kalau wajah Angel rusak, terus mau operasi plastik biar lecetnya hilang. Bilang ke gue. Mau berapa?, Kasian kan nanti kalau mukanya rusak, gak bisa ngerebut cowok orang lagi..."ejek Elisya.


"Kak Sam, anterin Elisya pulang..."ucap Elisya lembut. Perkataan itu benar-benar terdengar sangat menakutkan.


Sam mengerti jika adik kecilnya itu sedang terluka teramat dalam. Namun ia pandai menyembunyikan lukanya.


Sam membenarkan bajunya yang berantakan akibat perkelahian dengan Vano barusan. Lalu berjalan merengkuh pinggang Elisya posesif. Lalu berjalan melewati Vano dan Karin.


"Bel, Lis, kalian berdua istirahat. Biar gue yang nenangin Elisya. Lo Lis, lo perlu istirahat total..."pesan Sam tangan langsung mendapat persetujuan dari keduanya.


"Kalau ada apa-apa sama Elisya telpon gue..."pamit Bella.

__ADS_1


"Aku titip Elisya kak..."ucap Lisa pelan.


Sam mengangguk lalu membopong tubuh Elisya menuju ke mobilnya. Ia tahu betul adik mungilnya itu sudah kehilangan kekuatannya untuk berdiri. Kakinya melemah seketika. Sam yang menyadari itu pun langsung peka dan membopong tubuh Elisya. Sam menjalankan mobilnya mengantarkan Elisya pulang.


__ADS_2