Elisya

Elisya
65


__ADS_3

Kini Angel bersama dengan Vano tengah menjalankan mobil juga menuju ke sekolah.


"Van lo kenapa gak putusin Elisya aja sih, dia itu cewek gatel Van. Lo liat kan kemarin dia peluk-pelukan sama Sam. Kenapa gak putusin aja coba cewek murahan kaya gitu..."ucap Angel berusaha memanas-manasi.


Vano mengusap rambutnya kasar. "Gue emang benci liat dia deket-deket sama Sam. Dia gak ngehargain gue sebagai pacarnya. Lo tau kan gue punya trauma Ngel, dan gue marah sama dia itu karena gue takut kehilangan dia. Gue sayang sama dia Ngel..."jawaban Angel mampu membuat Angel bungkam seketika.


Ia kira usahanya selama ini berhasil membuat Vano benar-benar membenci Elisya. Namun ternyata dugaan nya salah. Rasa sayang Vano pada Elisya teramat besar. Bahkan ia yang selalu ada disamping Vano pun tak mampu membuat Vano kembali nyaman padanya.


Memang secara fisik, Vano selalu ada disamping nya. Selalu menjaganya dan menemaninya setiap saat. Namun nyatanya hati dan pikiran Vano tetap milik Elisya.


Angel sering kali kesal karena Vano selalu saja membicarakan tentang Elisya didepan Angel. Ia cemburu? Tentu saja. Ia sangat tidak suka tentang itu.


"Gue jauh lebih baik dari Elisya Vano, kenapa lo gak pernah liat gue sih. Gue yang selalu ada disamping lo. Kenapa lo sayang sama dia..."ucap Angel lantang.


"Elisya itu pacar gue Angel, jelas lah gue sayang sama dia. Terus salahnya dimana. Gue cuman jagain lo. Gue juga kasih waktu gue ke elo karena lo sahabat gue..."jawab Vano tak kalah lantang.


Lagi-lagi Angel dibuat bungkam oleh pernyataan Vano yang benar-benar menohok hatinya. Harinya rasanya sangat sesak sekarang.


Mana Vano yang dulu mengejar-ngejar Angel, kenapa sekarang malah terbalik. Seolah Angel yang mengejar-ngejar Vano.


Angel mengepalkan tangannya menahan emosi. Kali ini ia tak mau berdebat lagi dengan Vano.


"Kalau cara gue belum bisa buat Vano benci sama lo. Maka kali ini gue akan lebih nekat lagi. Bahkan lo nggak akan ngebayangin senekat apa gue nanti. Gue pastiin kali ini lo sama Vano bakalan putus. Liat aja nanti..."gumam Angel dalam hati.


🕓🕓🕓


Sam memarkirkan mobilnya di parkiran sekolah. Ia membukakan pintu mobil untuk Elisya.


"Makasih kak..."ucap Elisya seraya tersenyum.


Sam mengacak pelan rambut Elisya.


"Sama-sama cantik..."jawabnya.


"Ka Lisa mana ya, kita kenapa gak jemput dia sih tadi..."rengek Elisya.


Sam menatap kedua bola mata Elisya.

__ADS_1


"Sebenarnya sebelum ke rumah kamu, kakak ke rumah Lisa dulu. Biar berangkat bareng kita. Eh kata neneknya Lisa udah berangkat pagi banget kesekolah. Jadinya aku langsung kerumah kamu deh..."jelas Sam.


"Tumben banget ya. Yaudah kalau gitu Elisya mau ke kelas dulu ya kak..."ucap Elisya masih dengan wajah cemberut.


Sam yang merasa sangat gemas mencubit pelan pipi Elisya, membuat sang empunya meringis tertahan.


"Ishh sakit tau..."protes Elisya.


Sam tertawa kecil, "Habisnya gemesin banget..."ucap Sam jujur.


"Kaka antar ke kelas ya cantik, sini kakak bawain tas nya. Takut berat tau..."tawar Sam.


Elisya menggeleng pelan, "Elisya kuat kok. Masa bawa tas aja gak bisa. Ngeselin kak Sam ih..."kesal Elisya.


Sam lagi-lagi tertawa kecil, entah mengapa Elisya sangat menggemaskan dimatanya.


Akhirnya Sam merangkul pundak Elisya menuntunnya menuju kelas, sambil sesekali bercanda gurau.


Mereka bahkan tidak menyadari jika Vano sedari tadi juga memarkirkan mobilnya didekat sana. Saking asiknya bercanda hingga tak menyadari keberadaan Angel dan Vano.


Namun Angel menahan kuat tangan Vano.


"Cewek lo yang murahan Vano. Dia ngerespon Sam. Lo mikir dong. Dia itu cewek gatel. Mau-maunya di rangkul sama cowok lain gitu..."ucap Angel mengompori.


Vano tak lagi mengabaikan perkataan Angel, ia berjalan cepat menuju kelas. Hingga membuat Angel harus berlari kecil untuk menyusul langkah Vano menuju kekelas mereka.


Angel kesal bukan main, bagaimana bisa Vano mengabaikan perkataannya. Bahkan saat masuk dikelas Vano masih saja diam dengan lamunannya. Seolah mengabaikan Angel yang ada disampingnya.


Angel yang kesal menghampiri Karin yang tengah duduk dibangkunya.


"Brengsek, Vano udah gak dengerin gue lagi..."kesal Angel.


Karin mengerutkan keningnya bingung. "Bukannya lo sama dia terus Ngel..."tanya Karin.


"Tapi dia mikirin Elisya terus Rin..."jawab Angel emosi.


"Kok bisa sih. Terus sekarang lo mau gimana..."tanya Karin lagi.

__ADS_1


Angel tersenyum menyeringai, lalu berbisik disamping telinga Karin. Mata Karin melotot mendengar ide Angel yang menurutnya sangat gila.


Karin bangkit dari duduknya.


"Lo gila ya Ngel, jangan senekat itu. Lo bisa celaka karena rencana lo ini..."Protes Karin.


"Gue gak peduli. Kalau dengan cara ini Vano akan putus sama Elisya. Maka akan gue lakuin..."jawab Angel yakin.


"Wah ini sih udah gak wajar lagi. Lo terlalu terobsesi sama Vano Ngel, gue gak setuju..."protes Karin lagi.


"Kalau lo mau hidup lo aman, lo ikutin rencana gue. Kalau nggak gue akan hancurin hidup lo..."ancam Angel.


Karin menghela nafasnya kasar. Berteman dengan Angel memang penuh dengan ancaman. Dan sebut saja Angel gila karena apapun yang ia inginkan harus dikabulkan seolah ia adalah manusia yang paling sempurna.


Dengan terpaksa Karin mengangguk kan kepalanya menyetujui ide gila Angel yang menurutnya sudah diluar batas wajar.


🕓🕓🕓


Sam dan Elisya tengah berbincang didepan kelas Elisya.


"Belajar yang rajin ya cantik..."pesan Sam sambil mengusap puncak kepala Elisya.


"Siap kak..."jawab Elisya cepat lalu berjalan memasuki kelasnya.


Bella dan Lisa sedari tadi sudah mengintip disamping pintu sambil tertawa cengengisan.


"Bilijir ying rijin yi cintik..."ledek Bella pada Elisya.


Lisa tertawa kecil. "Kenapa lo gak sama Sam aja Sya. Dia baik banget..."puji Lisa.


Elisya tertawa kecil, "Kalian apa-apaan sih. Yuk masuk. Udah bel tuh..."ucap Elisya tak mau pembahasan semakin jauh.


"Yee bilang aja malu..."ledek Bella lagi.


"Iya tuh Bel..."jawab Lisa juga.


Elisya terus saja berjalan menuju kursinya bersamaan dengan ledekan dari kedua sahabatnya itu yang tidak ada henti-hentinya.

__ADS_1


__ADS_2