
Setelah Sam meninggalkan rumah sakit, ia bergegas pulang menuju rumahnya. Membersihkan diri dan berganti pakaian. Ia dengan cepat mengambil kunci mobilnya kembali dan bergegas meninggalkan rumahnya. Karena memang orang tua Sam sedang ada pekerjaan diluar kota selama beberapa hari.
Ia melajukan mobilnya menuju rumah Elisya. Ia mengetuk pintu rumah Elisya. Kali ini bukan bi Ina yang membukakan pintu melainkan sang ibu yang nampak sangat khawatir.
Sam mencium punggung tangan Revina. "Kamu sama Elisya Sam, udah hampir magrib dia belum juga pulang. Tante takut dia kenapa-kenapa..."lirih Revina khawatir.
"Gini tante, Lisa masuk rumah sakit. Jadi sekarang Elisya ada disana. Kedatangan Sam kesini cuman mau kabarin tante sekaligus minta tolong ambilin baju ganti buat Elisya tante..."ucap Sam mengutarakan maksud kedatangannya.
Revina kaget bukan main. "Lisa kenapa Sam?..."
Sam menggeleng pelan, "Saya juga kurang tau tante..."jawab Sam jujur.
"Ya sudah kamu tunggu sebentar tante ambilin baju buat Elisya. Tante mau tunggu papa Elisya pulang kerja dulu baru nyusul kerumah sakit. Tante minta tolong jagain Elisya ya Sam..."ucap Revina memohon.
Sam tersenyum, "Tante tenang aja, Elisya aman sama saya..."ucap Sam penuh keyakinan.
Revina berjalan menuju kamar Elisya. Membuka lemari dan mengambil satu lembar baju dan rok selutut tak lupa juga sebuah jaket untuk Elisya. Lalu memasukkan semua itu kedalam tas kecil. Ia pun bergegas keluar rumah.
"Ini Sam, baju Elisya..."ucap Revina sambil menyodorkan tas kecil itu kearah Sam.
Sam dengan cepat mengambil tas itu. "Kalau gitu Sam permisi dulu tante, saya mau sekalian beli makanan untuk Elisya..."ucap Sam tulus.
Revina tersenyum, "Hati-hati dijalan..."ucap nya.
Sam mengangguk lalu bergegas memasuki mobil. Ia menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sam menghentikan mobilnya untuk membeli beberapa makanan dan minuman botol untuk porsi Elisya dan Lisa nanti, tentunya juga untuk dirinya.
Setelah itu ia kembali melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat Lisa dirawat. Ia bergegas berjalan menuju ruang rawat Lisa. Ia pun membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu.
Ceklek...
__ADS_1
"Eh kak Sam..."ucap Elisya senang saat Sam muncul dari arah pintu sambil membawa tas kecil dan sebuah bingkisan yang cukup besar.
Berbeda dengan Lisa yang nampak takut melihat kehadiran Sam. Elisya yang menyadari ketakutan Lisa pun menggenggam erat tangan Lisa seakan memberi ketenangan.
"Ngga papa ko Lis, dia kak Sam. Kaka kelas kita. Gak usah takut..."ucap Elisya menenangkan.
Rasa takut Lisa pun sedikit berkurang setelah mendengar penuturan Elisya. Rasa trauma yang kembali menyerangnya membuat nya agak takut saat melihat laki-laki.
Sam yang mengerti Lisa seakan takut padanya pun tak mau terlalu mendekat. Ia menghargai Lisa yang masih trauma. Meskipun ia tak tau apa sebabnya.
"Ini pakaian kamu Sya, sama ini makanan juga buat kamu..."ucap Sam.
Elisya tersenyum senang, "Makasih kak Sam, kakak udah makan belum?
Sam menggeleng pelan, "Belum tapi tenang aja kaka belinya banyak kok, cukup buat kita bertiga sampai nanti malam..."
Elisya hanya menganggukkan kepalanya, "Kalau gitu Elisya mau numpang mandi dikamar mandi rumah sakit aja ya kak, sekalian mau ganti baju..."ucap Elisya.
"Ya udah kamu mandi dulu, terus makan. Kaka juga udah kabarin mama kamu..."ucap Sam.
"Siap bos..."jawab Elisya cepat dengan tangan seperti sedang hormat lalu berlari kecil menuju kamar mandi.
Sam tertawa kecil melihat tingkah Elisya yang menurutnya sangat kekanak-kanakan itu. Sam menoleh ke arah Lisa. Tatapan gadis itu seolah penuh dengan beban. Sam sangat penasaran pada Lisa. Namun ia tak mungkin menanyakan hal itu sekarang, tentu hal itu akan mempengaruhi keadaan psikis Lisa.
Sam mendekatkan kursinya disamping brankar Lisa. Dengan jarak yang tidak terlalu mepet. Masih ada sedikit jarak antara dirinya dan Lisa. Sam duduk dikursi itu. Ia bukannya mau menjaga jarak dengan Lisa. Namun ia mengerti gadis ini sedang merasakan ketakutan yang teramat sangat.
"Lisa, ini gue Sam, kaka kelas lo kalau lo lupa, gue emang gak tau trauma apa yang lo alamin dimasa lalu, yang jelas disini gue gak ada niat jahat sama sekali sama lo. Tolong percaya sama gue. Jangan takut sama gue ya! Gue disini cuman pengen jagain lo. Gue juga gak bakalan ngungkit soal masalalu lo. Gue ngerti ini semua berat buat lo. Gue emang gak tau lo kenapa! Dan apa aja yang udah terjadi sama lo tapi gue yakin lo bisa hadapin semua ini! Gue yakin lo mampu!..."ucap Sam menenangkan.
Rasa takut Lisa yang tadinya sangat besar sudah mulai berkurang. Matanya perlahan menatap ke arah Sam yang tengah tersenyum manis padanya.
__ADS_1
"Gue tau mungkin lo takut sama gue, tapi niat gue baik. Gue pengen lo sembuh, gue yakin lo bisa jalanin semua ini. Gue yakin semuanya akan indah pada waktunya. Sekarang kalau lo gak keberatan gue pengen lo makan dulu, buat isi tenaga lo. Biar cepet sehat. Masa loyo gini sih..."ucap Sam bercanda.
Tanpa sadar Lisa tertawa kecil mendengar ucapan Sam. Rasa takutnya perlahan mulai menghilang. Sam benar-benar mampu menenangkan nya. Meski hanya lewat kata-kata, namun itu berhasil membuat Lisa sedikit tenang.
"Lisa pengen makan kok ka, cuman tubuh aku rasanya lemas banget, jadi mungkin nanti aja kalau udah enakan..."lirih Lisa pelan.
Entah keberanian apa yang mendorong Sam sehingga ia berani berkata "Kalau lo gak bisa makan sendiri gue suapin ya! Jangan salah paham dulu! Gue gak ada maksud apa-apa. Niat gue tulus cuman nolongin kok..."ucap Sam ragu-ragu.
Lisa terkekeh pelan melihat Sam yang nampak salah tingkah saat menawarkan nya sebuah suapan.
"Ngerepotin banget kak, nanti Lisa minta tolong sama Elisya aja..."jawab Lisa sungkan.
"Gue aja ya Lis, soalnya kasian kan sama Elisya dia belum makan dari tadi siang. Habis dari sekolah langsung kerumah lo..."ucap Sam jujur.
Lisa tersenyum getir, rasa bersalah semakin menyelimuti dirinya. Bagaimana bisa ia bisa bertengkar dengan Elisya sahabat kecilnya itu.
"Maaf ya kak ngerepotin kalian, aku jadi gak enak..."ucap Lisa sungkan.
Sam tertawa kecil, "Santai aja kali, sekarang lo makan dulu. Sorry gue cuman beliin nasi goreng tadi. Sama beberapa cemilan juga sih. Soalnya cuman itu yang ada..."jawab Sam jujur.
Lisa tersenyum lalu dengan malu-malu menganggukkan kepalanya. Entah mengapa Lisa merasa nyaman apalagi saat menyaksikan Sam yang tengah telaten membukakan makanan dan menyuapinya perlahan. Padahal dirinya pun juga belum makan dari tadi siang.
"Kak Sam juga makan dong, kita bagi dua aja kak. Aku gak enak lagi makan sendiri gini. Plisss..."ucap Lisa nampak memohon.
Sam yang melihat itu hanya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Ia terus menyuapi Lisa pelan sambil bergantian menyuap nasi goreng ke mulutnya sendiri.
Mereka berbincang-bincang sambil sesekali tertawa kecil seolah mereka sudah sangat dekat jika dilihat-lihat.
🕓🕓🕓
__ADS_1
Yuhuuu🎉 gimana sama bab ini guys🤗 suka nggak? Rencana sih nanti setelah cerita ini selesai aku mau bikin lapak Lisa sendiri. Doain aja ya guys semoga beneran terwujud nanti. Happy reading 🤗🥰😍