
Setelah sampai di dapur Lisa mulai mencuci piring.
"Gue bantu ya Lis..."tawar Sam.
Lisa menggeleng pelan. "Lisa aja kak. Dikit doang kok..."ucap Lisa lalu dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya.
Setelah selesai Lisa langsung merapikan dapurnya. Tanpa ia sadari Sam sedari tadi tengah mengamatinya dari belakang.
"Udah selesai kak, yuk ikut aku. Biar aku ambilin baju kak Arvie..."ucap Lisa lalu berjalan menuju kamar Arvie.
Sam hanya mengikuti langkah Lisa dari belakang. Lisa masuk ke kamar Arvie dan memilih kaos lengan pendek yang menurutnya cocok untuk Sam.
"Ini kak, kak Sam mandi dulu aja dikamar ini. Terus ganti baju. Baju kak Sam biar Lisa cuciin bentar ya..."ucap Lisa.
"Eh gak perlu repot-repot Lis..."jawab Sam cepat.
"Nggak repot kok kak, biar nanti bisa langsung dipake baju sekolahnya. Biar gak kotor lagi kak..."ucap Lisa.
Sam menghela nafasnya pelan. "Oke kalau gitu gue mandi dulu ya..."ucap Sam lalu masuk kekamar mandi Arvie.
Lisa menghela nafasnya pelan. Entah kenapa saat berhadapan dengan Sam ia selalu saja gugup. Lisa merebahkan dirinya sejenak diatas kasur Arvie. Tak bisa dipungkiri ia sangat lelah hari ini. Dengan kesehatan nya yang juga masih belum stabil membuatnya gampang lelah akhir-akhir ini. Namun ia sebisa mungkin menyembunyikan rasa lelah itu dari Sam dan juga Elisya.
Selang beberapa menit Sam keluar dari kamar mandi, ia sudah segar sekarang dengan kaos polos lengan pendek dan celana pendek milik Arvie.
Ia melihat Lisa tengah berbaring di atas kasur Arvie. Sam menyadari Lisa pasti sangat lelah. Ia juga tau kesehatan Lisa masih belum sembuh total.
__ADS_1
"Eh kak Sam, udah selesai..."ucap Lisa saat menyadari Sam berdiri menatapnya dari belakang. Lisa segera bangkit dan berdiri.
"Lo capek ya?..."tanya Sam.
Lisa menggeleng cepat. "Enggak kok kak, Lisa baik-baik aja..."bohongnya.
Sam sebenarnya tau Lisa berbohong, karena terlihat jelas dari raut wajah Lisa kalau wanita itu nampak kelelahan.
"Sini baju kak Sam, Lisa cuciin bentar..."ucap Lisa lalu meraih baju sekolah ditangan Sam dan dengan cepat berjalan keluar.
Sam tertawa kecil melihat Lisa yang selalu salah tingkah jika berhadapan dengannya.
🕓🕓🕓
Lisa kini tengah mencuci baju sekolah Sam. Ia memasukkan baju Sam ke dalam mesin cuci. Dirasa sudah bersih ia memasukkan baju Sam ke alat pengering.
Sesekali ia menghela nafasnya berat. Tubuhnya benar-benar letih sekarang. Setelah selesai ia mencabut kembali kabel setrika nya dan mengembalikan ketempatnya. Baju Sam kini telah rapi dan bersih.
Karena rasa lelah yang teramat sangat. Lisa meletakkan baju Sam diatas kasur Arvie. Kemudian, ia berbaring disamping baju Sam itu. Tanpa sadar ia memejamkan matanya.
Sam sedari tadi memang mengamati Lisa dari jauh. Ia hanya khawatir, jika ada kejadian yang tak diinginkan.
Ia juga tau betul jika Lisa memaksakan dirinya yang memang sudah sangat lelah. Lisa bahkan melupakan untuk meminum obatnya. Dikarenakan ia lupa membawa obatnya. Itulah yang membuat tubuhnya terasa sangat lelah sekarang.
Sam masuk kekamar Arvie. Ia tersenyum melihat Lisa yang tertidur dengan pulasnya disamping bajunya yang sudah rapi.
__ADS_1
"Udah tau capek malah dipaksain..."ucap Sam lalu terkekeh.
Sam rasanya tak tega membangunkan Lisa. Akhirnya ia memutuskan untuk membopong tubuh Lisa kekamar Elisya. Ia membaringkan tubuh Lisa disamping Elisya. Dan membenarkan selimut keduanya. Saking pulasnya Lisa bahkan tidak menyadari jika Sam membopongnya dari kamar Arvie ke kamar Elisya.
Sam berjalan menuju sofa panjang didekat jendela kamar Elisya. Ia pun membaringkan tubuhnya diatas sana. Tak bisa dipungkiri ia juga merasa lelah karena tidak ada istirahat seharian. Kegiatannya yang begitu banyak disekolah membuatnya lelah ditambah menjaga Elisya hingga semalam ini. Akhirnya ia memutuskan menutup matanya.
🕓🕓🕓
Sama halnya dengan Vano. Pria itu masih tetap berada diruangan Angel. Sejak kecelakaan itu Angel di kabarkan koma. Hal itu membuat Vano semakin panik.
Ia sudah mengabari ibunya dan juga tante Desi ibunya Angel. Ia tak memikirkan Elisya sama sekali. Pikirannya hanya tertuju pada Angel yang terbaring koma sekarang.
🕓🕓🕓
Tanpa sengaja Lisa terbangun dari tidurnya. Ia melihat jam menunjukkan pukul 02.00 tengah malam sekarang. Ia mengingat kejadian kemarin.
"Bukannya gue ketiduran dikamar kak Arvie ya. Kok ada disini sih..."ucap Lisa bingung.
Tak ingin berpikiran yang aneh-aneh ia pun bangkit dari kasur Elisya menuju kamar mandi. Ia ingin buang air kecil sekarang. Dengan cepat ia berjalan memasuki toilet.
Setelah selesai Lisa keluar dari toilet. Matanya tertuju pada sosok Sam yang meringkuk disofa. Tanpa bantal dan selimut. Lisa merasa kasian pada Sam. Bagaimana bisa ia tidur nyaman sedangkan Sam tidur dengan posisi yang tidak nyaman.
Lisa berjalan menuju lemari Elisya. Ia mengambil selimut tebal dan satu bantal dari dalam sana.
Ia kembali menuju sofa tempat Sam tidur. Perlahan ia membenarkan posisi Sam menjadi telentang. Ia juga mengangkat kepala Sam pelan agar Sam tak terbangun dari tidurnya. Ia meletakkan bantal tepat dibawah kepala Sam. Meskipun agak susah namun Lisa berusaha sekuat tenaganya. Setelah selesai ia menyelimuti tubuh Sam dengan selimut yang tebal agar cowok itu tidak kedinginan.
__ADS_1
Ia mengamati wajah Sam sesaat. Senyuman terbit dibibir Lisa. Elisya sebenarnya sudah terbangun saat ada pergerakan dari Lisa tadi. Ia juga menyaksikan apa yang dilakukan Lisa untuk Sam. Ia tersenyum melihat seberapa perhatiannya sahabatnya itu pada Sam.
Tak ingin ketahuan Elisya pun kembali memejamkan matanya. Bersamaan dengan Lisa yang kembali membaringkan tubuhnya disamping Elisya. Kemudian melanjutkan tidurnya.