Elisya

Elisya
Jangan tinggalkan aku


__ADS_3

Angel melempar kasar tas nya keatas meja. Membuat Karin dan Bella yang tengah mengobrol kaget bukan main.


Angel mengepalkan tangannya menahan emosi, Karin dengan cepat berdiri dan mempersilahkan Angel duduk.


"Lo kenapa sih Ngel, pagi-pagi udah emosi kaya gini..."tanya Karin.


"Ada masalah apa lagi Ngel?..."tanya Bella.


Angel duduk, "Gue benci banget sama Elisya, bisa-bisa nya dia mesra-mesraan sama Vano dihadapan gue. Gue gak terima diginiin, Vano kaya nggak nganggep gue ada..."kesal Angel.


"Loh kan emang mereka pacaran, terus masalahnya sama lo apa..."tanya Bella.


"Diam lo Bel, Ngel lo sabar dong. Jangan kaya gini. Lo pasti bisa dapetin Vano lagi, arahin semua cara dong Angel..."ucap Karin.


"Gue bakal dapetin Vano gimana pun caranya. Gue bakalan buat dia bertekuk lutut dihadapan gue karena udah berani mengabaikan gue, Vano cuma punya gue. Gue harus dapetin dia walaupun dengan cara licik sekalipun..."ucap Angel lantang.


Bella berdiri,"Loh bukannya lo ngga suka sama Vano Ngel?..."tanya Bella.


"Gue sayang sama Vano Bella, kemarin gue cuman belum sadar kalau gue takut kehilangan Vano. Saat Vano udah pacaran sama Elisya. Dan gue harus dapetin apa yang menjadi hak gue dari awal. Vano milik gue..."tegas Angel.


"Gue dukung lo Ngel, lo berkuasa Angel, lo bisa lakuin cara apa pun buat deketin Vano..."tegas Karin.


"Lo egois Ngel, lo gak bisa ngerebut kebahagiaan orang lain. Waktu Vano ngejar-ngejar lo, lo kemana Ngel. Sekarang saat dia udah bahagia sama Elisya, lo malah mau ngehancurin kebahagiaan dia. Jangan jadi perebut pacar orang Angel..."Bentak Bella.


Angel berteriak, "AAAAaaa cukup. Gue nggak peduli. Gue mau Vano, cuman Vano..."ucap Angel histeris.


"Lo apa-apaan sih Bel, ngapain lo bilang gitu ke Angel, lo temen kita apa bukan sih..."Karin tersulut emosi.


"Lo jangan lupa ya Bel, gue bahkan bisa ngancurin perusahaan bokap lo dalam hitungan detik..."ucap Angel sambil tersenyum sinis.


Bella mengepalkan tangannya sambil menahan emosinya.


"Maaf Ngel..."lirih Bella pelan.


"Gue bakal ngasih pelajaran sama Elisya, karena udah berani ngerebut perhatian Vano dari gue..."ucap Angel sambil tersenyum sinis.


"Udah Ngel, lo tenangin diri lo dulu..."ucap Karin menenangkan.


Beberapa menit kemudian Vano memasuki kelas dengan wajah bahagia membuat Angel nampak semakin emosi.


(Angel dan Vano satu kelas ya guys😂)


Pelajaran berjalan seperti biasanya. Hingga waktu istirahat tiba.


Biasanya Vano selalu menawarkan Angel makanan setiap harinya, tapi kali ini sepertinya Vano melupakan nya. Vano hanya memikirkan Elisya.


"Vano beliin gue makanan dong, kaya biasanya..."ucap Angel manja.


Vano tersenyum sekilas,


"Gue nggak bisa Ngel, gue lagi buru-buru mau makan sama Elisya..."jawab Vano.


"Karin..."panggil Vano.


Karin pun mendekat ke meja Vano,


"Beliin Angel makanan katanya, gue buru-buru..."ucap Vano lalu berjalan menuju kelas Elisya.

__ADS_1


Angel menghamburkan buku yang ada diatas mejanya,


"Brengsek, gue nggak terima diginiin..."erang Angel.


"Sabar Ngel, ini baru permulaan. Lo harus semangat. Lo bisa lakuin apapun Ngel..."ucap Karin menenangkan.


🕓🕓🕓


Elisya berjalan keluar kelas tanpa mempedulikan Lisa yang menatapnya dengan sinis. Sesampainya didepan pintu Elisya kaget saat tiba-tiba Vano sudah berdiri tepat dihadapan nya.


"Cantiknya Vano laper nggak?..."tanya Vano.


"Laper..."rengek Elisya.


Vano tertawa kecil lalu menggenggam erat tangan Elisya, menuntunnya menuju kantin.


"Tunggu disini ya Sya, kaka pesanin makanan dulu..."ucap Vano yang dibalas anggukan oleh Elisya.


Sam memasuki Kantin tanpa sengaja matanya tertuju pada Elisya yang tengah duduk seorang diri menunggu Vano. Sam pun menghampiri Elisya,


"Hai cantik sendirian aja..."goda Sam.


"Eh kak Sam, itu lagi nunggu ka Vano..."ucap Elisya sambil menunjuk ke arah Vano.


Sam sedikit cemburu melihat kebersamaan Elisya dan Vano, tapi ia berusaha untuk ikhlas. Ia hanya ingin berada didekat Elisya walaupun hanya sebagai teman.


"Oh iya kak, makasih makanannya tadi malam..."ucap Elisya.


"Ia sama-sama, kaka kesana dulu ya. Nanti takutnya Vano salah paham..."ucap Sam lalu pergi meninggalkan meja Elisya.


Vano pun datang membawakan makanan dan minuman untuk dirinya dan Elisya.


Elisya tersenyum.


"Ka Vano juga, sini Elisya suapin..."ucap Elisya sambil menyodorkan makanan ke mulut Vano.


Terjadilah kejadian suap-suapan dikantin. Banyak yang menatap mereka dengan tatapan iri tapi banyak juga yang menatap tidak suka termasuk Angel dan teman-temannya yang sedari tadi memang sengaja mengikuti Vano ke kantin.


Angel meremas sendok nya keras saat melihat kemesraan mereka.


🕓🕓🕓


Arvie kini sudah menginjakkan kakinya di bandara Indonesia. Ia melihat sekeliling bandara. Matanya terhenti pada sosok kedua orangtuanya yang tersenyum kearahnya.


Arvie berjalan menarik kopernya menghampiri orang tuanya. Menghambur pelukan ke kedua orangtuanya.


"Anak mamah udah besar, mama kangen banget sayang. Lama banget kamu nggak pulang. Nggak kangen apa sama mamah..."oceh Revina.


Arvie tersenyum,


"Arvie kan kuliah mah..."jawab Arvie.


"Ia mah, udah yuk langsung pulang. Kasian Arvie pasti cape mah habis perjalanan jauh. Tuh adik kamu gak sabar nunggu kamu datang..."ledek Ferly.


Arvie tersenyum membayangkan wajah cantik adik kesayangannya itu.


🕓🕓🕓

__ADS_1


Jam pulang sekolah telah tiba, seperti biasanya Vano mengantarkan Elisya pulang. Kali ini Angel memutuskan untuk pulang dengan Karin dengan alasan tak ingin melihat Vano bermesraan dengan Elisya.


"Sya mau mampir bentar ngga?..."tawar Vano.


"Kemana ka?..."tanya Elisya.


Vano tersenyum,


"Beli es krim disana..."tunjuk Vano. Elisya pun mengangguk.


Vano dan Elisya menuruni mobil,


"Sya duduk disini ya, kaka beliin dulu..."ucap Vano.


Beberapa menit kemudian Vano datang dengan 2 es krim ditangan nya.


Vano menatap wajah cantik Elisya cukup lama,


"Gue bersyukur banget lo mau hadir dalam kehidupan gue Sya..."gumam Vano.


"Sya..."panggil Vano sambil menatap manik mata Elisya, membuat Elisya menatap balik mata Vano.


"Jangan tinggalin kaka ya Sya, apapun yang terjadi jangan pernah tinggalin aku..."lirih Vano.


Elisya tersenyum,


"Apa aku punya alasan buat ninggalin kaka, Ka Vano itu pacar pertama Elisya. Semoga aja Tuhan jadiin kaka cinta terakhir Elisya..."ucap Elisya.


"Aku sayang banget sama kamu Sya, kamu udah berhasil luluhin hati aku. Ya kamu tau kan Sya aku punya trauma..."tatapan Vano berubah sendu.


Elisya mengelus kepala Vano pelan,


"Elisya akan disini terus sama ka Vano..."ucapnya pelan.


Vano mendongak,


"Janji ya Sya jangan pernah tinggalin kaka..."ucap Vano lagi.


"Kalau seandainya ka Vano yang ninggalin Elisya gimana?..."tanya Elisya.


Vano menggeleng,


"Ngga akan, kaka ngga akan ninggalin kamu. Kamu satu-satunya Sya..."ucap Vano lagi.


Elisya tersenyum,


"Kalau suatu saat Elisya dikasih pilihan, Elisya pengen mati lebih dulu dari ka Vano. Soalnya Elisya gak siap hidup tanpa ka Vano..."lirih Elisya pelan.


Vano tertegun,


"Ihh ko ngomongnya gitu, sembarangan banget. Gaboleh ngomong gitu. Kaka pengen kamu pakai gaun putih dengan anggunnya bersanding disamping kaka kelak, jadi ibu dari anak-anak kaka...."ucap Vano yakin.


Elisya terkekeh,


"Kita gak tau takdir ka, Elisya gak tau kain putih mana yang lebih dulu Elisya pakai. Gaun putih pernikahan atau kain kafan..."ucap Elisya.


Vano menggeleng tak terima,

__ADS_1


"Kaka mohon jangan ngomong gitu lagi. Pokonya kamu ngga boleh ninggalin kaka. Sekarang kita pulang ya..."ucap Vano.


Elisya mengangguk lalu mengikuti Vano memasuki mobilnya.


__ADS_2