Elisya

Elisya
74


__ADS_3

Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama di pantai mereka berempat memutuskan untuk pulang. Mereka berencana akan mengadakan acara barbeque an malam ini dihalaman Elisya.


Suasana terasa canggung sekarang. Lisa yang awalnya duduk didepan disamping Sam, kini pindah kebelakang disamping Bella. Tanpa ada yang tau apa sebabnya.


"Sya, lo udah denger kabar kalau Angel koma kan? Sampai sekarang dia masih belum sadar Sya..."ucap Bella angkat suara.


Elisya mengangguk pelan, "Kalian semua percaya kan sama gue. Gue gak mungkin ngelakuin hal gak wajar kaya gitu..."elak Elisya.


"Kita semua percaya Sya, kaka sekarang lagi nyari cctv terdekat disana. Siapa tau aja ada. Biar bisa buktiin kalau kamu gak salah..."sahut Sam.


Elisya menggeleng pelan. "Kayanya gak perlu kak, kaka juga tau kan hubungan aku sama Vano udah berakhir. Ini semua udah gak diperlukan lagi. Aku akan biayain semua biaya rumah sakit Angel. Anggap aja itu tanggung jawab aku atas kesalahan yang nggak pernah aku lakuin sama sekali..."lirih Elisya pelan.


"Lo terlalu baik untuk hal itu Sya, Angel itu terlalu licik..."sahut Bella sinis.


"Tenang Bel, gue ikhlas kok..."jawab Elisya pelan.


"Lo yakin bakal dapetin rekaman cctv disana Sam, gue pengen mereka nyesel karena udah nuduh Elisya kaya gini, terutama Vano..."ungkap Bella emosi.


"Gue usahain semampu gue buat dapetin itu Bel..."jawab Sam yakin.


"Sebenernya gak perlu sih, gue juga udah ngelupain semua itu. Mungkin ini emang udah takdir. Tuhan pengen ngasih tau gue kalau Vano bukan yang terbaik buat gue..."jawab Elisya sekenanya.


Lisa sedari tadi tak ikut serta dalam pembicaraan itu. Moodnya sedang benar-benar hancur. Ia hanya melamun sambil terus menatap kearah kaca mobil.


"Lo sakit ya Lis, gue perhatiin dari tadi lo diem terus?..."tanya Elisya membuyarkan lamunan Lisa.


Lisa merubah ekspresi nya sebisa mungkin.


"Gue gak papa kali, lagi badmood aja. Gak tau kenapa..."jawab Lisa disertai tawa kecil.


Elisya sebenarnya tau Lisa bohong. Namun ia tak ingin mempermasalahkan hal itu. Mungkin mood Lisa sedang benar-benar buruk sekarang.


"Kita mampir ke mall dulu deh, belanja bahan-bahan buat barbeque an malam ini, gimana?..."saran Bella antusias.


"Gue sih ngikut aja..."jawab Sam.


"Nanti gue mau pulang bentar ya Sya, gue mau nyamperin nenek gue dulu. Sama ngambil baju juga..."akhirnya Lisa angkat suara.


"Gue anterin..."potong Sam cepat.

__ADS_1


Lisa menghela nafasnya malas, "Gak perlu, aku bisa sendiri..."jawabnya ketus.


"Lo marah sama gue ya Lis?..."tanya Sam heran.


Lisa membuang tatapannya ke arah luar.


"Nggak, ngapain juga marah sama kaka. Gak penting banget..."jawabnya sewot.


"Gak biasanya lo kaya gini Lis..."ucap Sam merasakan ada yang aneh pada sikap Lisa.


"Emang biasanya aku gimana. Sama aja kan. Gak penting juga buat kaka. Gue mau tidur bentar guys, kepala gue pusing..."ucap Lisa lalu menyandarkan kepalanya dan mulai memejamkan matanya. Entah ia benar-benar tidur atau hanya berpura-pura tidur untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan yang malah semakin merusak moodnya.


"Lisa kenapa sih, kok jadi sinis banget gitu..."tanya Bella penasaran.


"Udah lah mungkin dia lagi badmood aja. Wajarkan cewek itu moodnya kaya cuaca, berubah-ubah..."elak Elisya.


"Tapi biasanya gak pernah gini..."tanya Sam lagi.


"Udah lah jangan berisik, kasian tuh Lisanya pengen tidur..."jawab Elisya pelan.


Sam menghela nafasnya kasar. Kenapa ia merasa tak senang dengan sikap Lisa barusan.


Perjalanan masih berlanjut, hingga Sam menghentikan mobilnya tepat didepan sebuah mall yang besar.


"Lo sama kak Sam aja deh yang belanja. Gue biar tungguin Lisa disini..."usul Elisya.


"Yaudah kalau gitu, yuk Sam..."ajak Bella.


Selepas kepergian Sam dan Bella, Elisya menatap nanar ke arah Lisa yang terlihat begitu damai dalam tidurnya. Ia berpikir, tidak mungkin mood sahabatnya itu mendadak hancur jika tak ada sebabnya. Pasti ada sesuatu yang terjadi tanpa ia ketahui.


Tidak ingin berpikir terlalu jauh, Elisya memutuskan untuk diam saja tanpa berniat untuk membangunkan Lisa.


🕓🕓🕓


Disebuah ruangan serba putih kini dihebohkan dengan kabar bahwa Angel sudah sadar dari koma nya. Hal itu tentu membuat sang ibu senang bukan kepalang.


Begitu juga dengan sahabatnya Karin yang menghela nafas lega saat mengetahui Angel sadar dengan keadaan baik tidak cacat ataupun hilang ingatan. Hanya sedikit luka dibeberapa anggota badan.


Vano sedari tadi masih setia menggenggam erat tangan Angel yang baru saja membuka matanya.

__ADS_1


"Lo bikin gue khawatir Ngel..."lirih Vano sendu.


"Gue baik-baik aja Vano..."jawab Angel seraya tersenyum. Ia sangat senang Vano selalu disampingnya seperti ini.


"Gue khawatir banget sama lo tau nggak..."oceh Karin tak henti-hentinya.


Angel tertawa kecil, "Sekarang udah gak papa kan?..."jawab Angel pelan.


"Sayang, mamah seneng banget kamu udah sadar, papah lagi dalam perjalanan dari kantor menuju kesini..."ucap Desi sang ibu.


"Bukannya papah kerja ya mah..."tanya Angel.


"Ia tapi pas mamah ngasih kabar kalau kamu udah sadar papah langsung menuju kesini sama om Yudi, papanya Vano..."jawab Desi antusias.


"Mamah Angel seneng banget..."jawab Angel.


"Kamu sama Vano itu cocok banget. Lagian juga papa kamu udah lama sahabatan lama banget sama papanya Vano. Pasti mereka setuju banget kalau kamu sama Vano, biar tali kekeluargaan antara dua keluarga jadi makin erat..."ucap Desi antusias.


"Bener tuh, kenapa gak tunangan aja coba..."usul Karin.


"Mamah Angel malu..."jawab Angel yang senang berlebihan.


Sedangkan Vano hanya tertawa kecil saja menganggap itu semua hanya sebuah candaan semata.


🕓🕓🕓


Dari kejauhan terlihat Sam dan Bella membawa bingkisan besar berisi bahan-bahan untuk acara mereka malam ini.


"Banyak banget sih ka belanjaan nya. Kita kan cuman berempat..."protes Elisya.


"Ih gak papa dong, mumpung Sam yang bayar..."ucap Bella senang.


"Sya..."panggil Sam sambil memakai sabuk pengamannya.


Merasa namanya dipanggil Elisya menoleh ke arah Sam.


"Iya kak?..."


"Ini Lisa dari tadi belum bangun..."tanya Sam sedikit khawatir.

__ADS_1


"Iya kak, mungkin dia kecapekan aja. Kaka tau sendiri kan kondisi dia masih belum sembuh total..."jawab Elisya seraya menatap ke arah Lisa.


"Iya juga sih..."jawab Sam. Lalu mulai melajukan mobilnya menuju rumah Elisya.


__ADS_2