Elisya

Elisya
Ingin pulang


__ADS_3

Hari sudah semakin malam. Perjalanan yang cukup jauh menghabiskan waktu cukup banyak, Vano menghentikan mobilnya didepan rumah Elisya.


"Sya kaka pulang dulu. Kamu istirahat ya! Sampaikan salam kaka buat mama papa kamu. Sampaikan maaf kaka juga karena gak mampir dulu, gak enak udah malam banget..."ucap Vano lalu mengecup kening Elisya sekilas.


Elisya tersenyum lalu mengangguk. Ia turun dari mobil Vano.


"Bye! Hati-hati di jalan ya ka. Kalau udah nyampe rumah kabarin aku..."teriak Elisya.


Vano mengangguk dan melambaikan tangan pada Elisya. Setelah Vano pergi Elisya melangkahkan kakinya memasuki rumah. Diruang tamu ada Revina dan Ferly yang tengah meminum teh sambil mengobrol ringan.


"Mah pah Elisya pulang, salam buat mama papah kata ka Vano..."sapa Elisya lalu duduk ditengah-tengah kedua orangtuanya.


"Vano nya gak mampir sayang?..."tanya Revina.


"Ngga mah, katanya gak enak. Udah malam banget..."ucap Elisya.


Ferly meletakkan teh nya diatas meja,


"Anak papa yang cantik ini habis dari mana sih..."tanya Ferly.


Elisya tersenyum senang mengingat kejadian beberapa waktu lalu,


"Elisya seneng banget mah pah, Elisya tadi naik perahu menyusuri sungai sama ka Vano. Indah banget mah. Elisya suka..."cerita Elisya dengan sangat antusias.


Revina mengelus pelan kepala Elisya,


"Mama harap Vano adalah orang yang tepat untuk menjaga kamu sayang..."ucap Revina.


"Bener Sya, semoga saja Vano benar-benar tulus sama kamu. Papa memberi kepercayaan besar pada Vano..."sambung Ferly.


"Makasih mah pah, Elisya sayang sama ka Vano..."jujur Elisya.


"Oh iya mamah sampai lupa, ini tadi si Sam kesini nitipin makanan buat kamu..."ucap Revina.


Elisya menatap sang ibu senang,


"Serius mah?..."tanya Elisya lalu di balas anggukan oleh sang ibu.


"Putri kita memang beda mah, baru juga pindah kesini udah dua orang laki-laki yang ngejar-ngejar mah..."goda Ferly.


"Iya pah, mana ganteng-ganteng lagi pah..."ledek Revina.


Elisya cemberut,


"Mah pah udah dong ledekin Elisya terus..."rengek Elisya.

__ADS_1


Revina dan Ferly tertawa terbahak-bahak,


"Oh iya sayang besok kaka kamu mau kesini..."ucap Revina.


Elisya senang bukan main,


"Ka Arvie mau datang mah? Astaga Elisya kangen banget sama kaka..."rengek nya seperti anak kecil.


Ferly mengusap rambut putrinya.


"Kaka kamu ada cuti kuliah beberapa hari, jadi dia akan berkunjung kesini..."lanjut Ferly.


"Astaga Elisya seneng banget, gak sabar nunggu besok. Ya udah Elisya mau mandi dulu. Gerah banget. Sekalian mau istirahat, besok Elisya sekolah. Dah mah pah..."ucap Elisya lalu berjalan menuju kamarnya.


🕓🕓🕓


"Han gue besok mau ke Indonesia, nyamperin nyokap bokap sama adik kesayangan gue..."ucap Seorang pria dengan tubuh yang cukup tinggi, badan yang bisa dibilang sangat sixpack. Tentu dengan wajah yang tampan. Dia adalah Arvie Qiandra.


"Lama lo disana?..."tanya Farhan yang tak lain adalah temannya.


"Nggak, mumpung kuliah ada cuti kan. Jadi gue mau kesana aja..."sahut Arvie.


Farhan mengangguk, "Udah bilang sama anak-anak lain, Vie?..."tanya Farhan.


"Nanti gue bilang, gue juga gak lama. Lo jaga apartemen..."jawab Arvie sekenanya.


"Oke..."jawab Farhan.


Arvie menempuh pendidikan tingkat kuliah di Rusia. Ia tinggal di apartemen miliknya bersama teman-temanya. Jika ia ingin membeli rumah mewah disana sebenarnya itu sangat lah mudah. Tapi ia hanya ingin apartemen yang tidak terlalu besar untuknya dan teman-temannya.


Arvie sosok yang mandiri dan tegas, ia tidak terlalu suka merepotkan kedua orang tuanya meskipun memiliki kekayaan yang melimpah. Sebutlah ia rendah hati, meskipun bergelimang harta Arvie sama sekali tidak sombong.


(Visual Arvie Qiandra menurut imajinasi author 😍)



Di apartemen Arvie tinggal bersama ke tiga temannya,


Yang pertama Farhan, pria ini periang dan sangat suka bercanda.


(Visual Farhan)



Kedua Dicky yang sering dipanggil Iky, dia adalah pria dingin dan cuek.

__ADS_1


(Visual Dicky)



Ketiga David, siapa yang tidak kenal pria ini. Pria tampan yang suka sekali berganti-ganti pasangan, David seorang cassanova.


(Visual David)



Pertemanan mereka sangat erat, dan solidaritas yang tinggi. Mereka satu kampus.


Ke empat pria itu sedang berkumpul disofa, Farhan dan David tengah sibuk bermain game di ponselnya.


"Gue besok ke Indonesia..."ucap Arvie singkat.


Dicky hanya mengangguk singkat tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, begitu lah pria ini. Sebut saja ia kulkas 20 pintu.


"Ngapain lo Vie..."tanya David.


"Pengen ketemu nyokap bokap, sama adik gue..."jujur Arvie.


"Bukannya nyokap bokap lo tinggal di Amerika ya Vie..."tanya David yang masih sibuk dengan game nya.


"Udah pindah..."jawab Arvie singkat.


"Kenalin gue ke adik lo dong Vie, masa ia teman gak dikenalin..."ucap David sambil tertawa cengengesan.


Farhan melirik David sekilas,


"Eh kadal, pacar lo tuh udah kaya gunung merapi ni ya banyaknya kalau ditumpuk-tumpuk..."ledek Farhan.


David tertawa kecil,


"Iri aja lo jomblo..."ejek David.


"Ye lebih baik jomblo terhormat, dari pada lo, celup sana celup sini, penyakitan lo ntar..."ejek Farhan.


"Siapapun tapi nggak adik gue Vid, gue bisa bunuh lo..."jawab Arvie dingin. Nada bicara yang sangat menakutkan. Membuat David menelan salivanya susah.


"Gue becanda kali Vie, santai bro santai..."ucap David.


Farhan tertawa terbahak-bahak,


"Si buaya takut lo..."ejeknya.

__ADS_1


__ADS_2