
Arvie mendudukkan Elisya di kursi, lalu ia duduk bersebelahan dengan Elisya. Tangannya masih enggan untuk melepas genggamannya.
"Itu yang namanya gak akan nyakitin lo Sya..."tanya Arvie jutek.
Elisya menghela nafasnya pelan,
"Dia sahabat ka Vano dari kecil ka, wajar kan kalau sedekat itu..."ucap Elisya mencoba tersenyum walaupun tak bisa dipungkiri ia juga cemburu.
Arvie berdecih,
"Mau dia sahabat atau cuman temen biasa, itu tetap cewe Sya. Cowok yang baik akan jaga perasaan pasangannya Sya..."tegas Arvie.
Elisya menunduk,
"Elisya gak papa ko ka, Elisya gak boleh egois. Ka Vano berhak ko pengen jalan sama siapapun. Elisya harus paham kehidupan ka Vano itu gak segalanya tentang Elisya kak, dia juga butuh waktu buat kesibukan dia dan sama temen-temennya..."Bela Elisya.
"Temen-temen apa, temen cewe kaya tadi maksudnya. Gue pengen lo segalanya buat Vano. Gue gak suka sama cowo yang main-main apalagi sama lo..."tegas Arvie.
Elisya berusaha menenangkan Arvie,
"Ka udah ya, gak usah dipikirin. Elisya bisa ko nyelesaiin ini sendiri..."ucap Elisya meyakinkan.
"Gue gak yakin Sya, ingat ya Sya kalau sampai dia berani bikin lo nangis atau nyakitin lo, tinggalin..."pesan Arvie.
Elisya tersenyum,
__ADS_1
"Ia kak, ayo ah Elisya mau eskrim..."rengek Elisya.
Emosi Arvie mereda melihat kegemasan adiknya itu. Arvie pun membelikan es krim untuk dirinya dan Elisya.
"Ka Arvie baliknya kapan?..."tanya Elisya sambil terus memakan es krim nya.
"Lusa kaka udah harus balik ke Rusia, jadi waktu kaka disini cuman sampai besok..."jelas Arvie.
Wajah Elisya berubah sendu,
"Cepet banget ka, Elisya masih kangen..."rengeknya.
"Cuti kuliah kaka cuman beberapa hari Sya, jadi gak bisa lama-lama. Nanti kalau ada waktu kaka ajak lo jalan-jalan ke Rusia..."ucap Arvie.
"Beneran kak?..."mata Elisya berbinar.
"Kalau gue udah balik, gue pengen lo janji sama gue Sya. Jaga diri lo baik-baik. Jadi cewek yang kuat, yang nggak mudah buat di jatuhin lawan. Keluarga kita keluarga terkenal Sya, banyak yang mengintai kelemahan keluarga kita. Banyak yang menginginkan kematian pewaris keluarga Qiandra. Maka dari itu selalu sembunyikan status kita sebagai keturunan dari keluarga Qiandra Sya. Keselamatan kita terancam. Kita yang akan mengelola semua perusahaan papah diberbagai negara nanti. Saat waktunya tepat gue akan nyiapin lo buat ngehadapin semuanya..."pesan Arvie.
Elisya mengangguk mantap,
"Elisya janji ka, Elisya juga gak pernah bahas soal identitas kita, Elisya bakal lindungin keluarga kita kak, kaka juga jaga diri disana..."jawab Elisya.
Vano tersenyum lalu mengacak pelan rambut Elisya.
🕓🕓🕓
__ADS_1
Ditempat berbeda,
"Van lo kenapa sih ngelamun mulu, gak asik tau nggak..."kesal Angel.
Vano menatap ke arah Angel,
"Gue lagi mikirin Elisya, gue takut dia mikir yang macam-macam..."ucap Vano.
Percayalah saat ini Angel tengah mati-matian menahan kesalnya.
"Kenapa sih Van, Elisya lagi Elisya lagi, kenapa sih dia terus yang ada dalam pikiran lo. Lo lagi sama gue Vano, jangan pikirin siapapun, gue gak suka..."emosi Angel.
Vano mengernyitkan keningnya bingung, sejak kapan Angel semarah ini padanya hanya karena Elisya. Biasanya ia tak pernah memperdulikan Vano dekat dengan siapapun. Namun, biar bagaimana pun Angel memiliki posisi dihidup Vano. Vano sangat peduli kepadanya, karena menganggap nya sebagai sahabatnya.
"Iya Ngel maaf, udah ya sekarang kita pulang..."ajak Vano lembut sambil menggenggam tangan Angel.
Angel menghela nafasnya lalu mengikuti Vano menuju mobil untuk pulang. Sedikit senyum terbit dibibir Angel,
"Gue tau lo masih peduli sama gue Van, gue bakalan ngerebut lo dari Elisya, liat aja..."ucap Angel tersenyum sinis.
🕓🕓🕓
Disebuah rumah nan megah bak istana, ada seorang pria paruh baya yang sudah berusia 42 tahun tapi masih kelihatan gagah.
"Saya mau kalian semua awasi terus Ferly Qiandra, saya tidak ingin kalian melewatkan kegiatannya sedikit pun..."ucapnya dingin sambil menghisap sebatang rokok.
__ADS_1
"Siap bos..."jawab anak buahnya serempak lalu pergi.
"Lo gak akan menang dari gue Ferly, gak akan gue biarin lo nikmatin semua kekayaan itu. Gue akan ambil semuanya..."ucap nya lalu tertawa kencang.