Elisya

Elisya
Peringatan Angel


__ADS_3

Jam pelajaran sekolah telah berakhir.


Semua siswa-siswi diminta untuk berkumpul di Aula sekolah.


"Sya kita ke aula sekarang yuk, katanya ada pengumuman..."ajak Lisa.


"Kamu duluan aja Lis, aku kebelet banget nih, pengen ke toilet bentar aja..."sahut Elisya.


"Emm yaudah deh, jangan lama-lama ya Sya..."pesan Lisa.


"Oke..."jawab Elisya lalu berjalan menuju toilet.


Elisya merasa lega, lalu keluar dari toilet.


Saat Elisya mulai berjalan, tiba-tiba


Brukkk


Elisya tersungkur dilantai, kakinya tersandung dan itu disengaja membuat Elisya meringis menahan sakit dilututnya.


"Gimana sakit? Jadi ini cewe yang mau jadi saingan gue, lumayan juga sih muka lo nih, tapi gak bakal sepopuler gue juga sih..."ucap Angel dengan angkuh.


"Iya ini nih Ngel yang nyaingin lo..."sambung Bella.


"Ka ka Angel..."ucap Elisya terbata-bata.


"Oh ternyata dia udah tau siapa gue guys, ternyata gue populer banget ya, siswi baru aja langsung tau siapa gue..."ucap Angel tersenyum sinis.


"Ada apa ya kak..."tanya Elisya bingung.


"Gausah sok polos deh lo, dasar cewe gak tau diri..."ucap Karin.


"Lo nanya ada apa, heh lo itu udah berani nantang gue..."sambung Angel.


Elisya merasa bingung.


"Aku nantangin kaka? Bicara sama kaka aja aku gapernah..."jawab Elisya spontan.


"Heh lo berani ya sama gue, jaga ya mulut busuk lo itu, nih gue kasih tau, Sam itu punya gue,jadi lo gausah mimpi mau ngambil dia dari gue, ini baru peringatan ya, kalau lo masih coba-coba deketin Sam gue gak akan segan-segan lakuin yang lebih dari ini..."ucap Angel lantang.


"Upss ternyata kaka suka sama kak Sam, aduh kasian banget dong ka, udah ngejar-ngejar kak Sam tapi malah kak Sam nya deket sama aku, nyesek gak tuh..."jawab Elisya dengan nada mengejek.


"Eh cewe murahan, lo jangan coba-coba nantangin gue ya, gue bisa aja ngeluarin lo dari sekolah ini kalau gue mau, jadi jangan berani-berani lo sama gue..."Angel tersulut emosi.


"Lah emang kaka siapa? Pakai acara mau ngeluarin aku dari sekolah segala..."ucap Elisya.


"Berani banget lo ya..."Angel berniat menampar Elisya tapi Bella menghentikan nya.


"Stop Ngel, kita harus ke aula sekarang, nanti kita telat..."


"Ini semua belum selesai, kalau gue liat lo deketin Sam lagi, awas lo..."peringatan Angel lalu pergi meninggalkan Elisya.


Elisya nampak melihat lututnya yang sedikit sakit karena terjatuh dengan keras. Elisya bukannya so berani, hanya saja jika ia diam maka ia akan tertindas.

__ADS_1


Elisya berjalan tertatih-tatih karena kakinya sedikit memar.


Tiba-tiba Elisya melihat Vano dengan kedua temannya terlihat ingin menuju Aula, merasa kakinya sakit Elisya berniat ingin meminta tolong.


"Ka Vano..."panggil Elisya cukup keras.


Sontak menghentikan langkah Vano dan kedua temannya.


Dengan perlahan Elisya menghampiri Vano.


"Ka bisa tolong bantuin aku jalan ngga ka? Ini kaki aku sakit, habis jatuh..."jelas Elisya dengan wajah yang sedikit lesu.


"Lo pikir gue bodyguard lo, seenaknya nyuruh-nyuruh gue, gak ada yang lain apah..."jawab Vano dengan kasar.


"Yang nyuruh kaka siapa sih, aku tuh minta tolong ka, dan semua murid udah ke aula, kebetulan kak Vano lewat jadi aku mau minta tolong..."ucap Elisya kesal.


"Sini cantik biar kaka gendong, nanti kakinya tambah sakit lagi kalau dipaksa jalan..."goda Hendra.


"Atau sama kaka aja nih cantik..."ucap Aldi tak ingin kalah.


Vano menatap kedua temannya dengan tajam.


"Naik..."ucap Vano sambil menundukkan punggungnya didepan tubuh Elisya.


"Aku cuman minta bantu jalan aja kak, gausah digendong..."Elisya merasa tak enak.


Vano menatap Elisya dengan tajam, akhirnya Elisya mengikuti keinginan Vano.


Vano tidak menghiraukan kedua temannya itu, ia tetap terus berjalan sambil menggendong Elisya menuju ruang Aula.


Semua mata tertuju pada dua sejoli yang baru datang.


Ya itu adalah Elisya bersama dengan Vano.


Vano perlahan menurunkan Elisya.


"Masuk, bisa jalan sendiri kan..."ucap Vano ketus.


"Iya kak, makasih banyak ya kak atas bantuannya..."ucap Elisya tersenyum lalu perlahan melangkahkan kakinya masuk kedalam aula, disana sudah ada Lisa yang menyambutnya untuk duduk.


Lisa kelihatan panik.


"Kaki lo kenapa Sya, ko memar gini..."


"Gapapa Lis ,tadi jatuh di toilet..."jelas Elisya.


"Ye makanya lo hati-hati dong, tapi sebenarnya lo tuh dapat anugrah terindah, karena kalau lo gak jatuh lo gak akan digendong sama kak Vano, gue rela ko jatuh biar digendong..."ucap Lisa sambil senyum-senyum.


"Anugrah apaan, sakit tau..."ucap Elisya cemberut.


"Hai semuanya..."sapa Sam yang baru memasuki Aula, karena ia ketua osis jadi dialah yang bertanggung jawab untuk semua kegiatan sekolah.


"Hallo kak..."jawab siswa siswi serentak.

__ADS_1


"Jadi disini kakak akan memberitahu kepada semuanya, bahwa akhir pekan ini kita akan mengadakan tour wisata ke pantai untuk merayakan ulang tahun sekolah kita tercinta ini, jadi diharapkan seluruh siswa siswi bisa mengikuti kegiatan tersebut dan mempersiapkan keperluan masing-masing dari sekarang..."jelas Sam.


Semua siswa-siswi nampak kegirangan. Mereka sangat senang dan bersorak-sorai.


Berbeda dengan Elisya yang nampak murung.


"Aduh akhir pekan tinggal 2 hari lagi Lis mana kaki gue masih sakit lagi nih..."


"Yaelah tenang ada kali Sya, pokonya lo banyak-banyak istirahat aja, nanti juga sembuh ko..."jawab Lisa.


"Baik semuanya hanya itu yang ingin saya sampaikan, seluruh siswa siswi diperbolehkan pulang..."ucap Sam menutup pembicaraan.


Siswa-siswi mulai beranjak dari aula dan pulang.


Sedangkan Elisya masih perlahan melangkahkan kakinya dibantu oleh Lisa. Sam yang melihat itu langsung menghampiri Elisya.


"Sya kaki kamu kenapa..."tanyanya khawatir.


"Eh kak Sam, gapapa ko ka, ini aku jatuh tadi di toilet..."jawab Elisya bohong.


"Hati-hati dong Sya, ayo aku antar ke dokter, takutnya bengkak lagi..."tawar Sam.


"Gausah kak tinggal istirahat aja nanti juga sembuh kok..."jawab Elisya tersenyum.


"Lis kamu pulang duluan aja, nanti aku yang anter Elisya..."perintah Sam.


"Oke gue duluan ya Sya, ka..."Lisa pamit pulang.


Sontak Sam langsung membopong tubuh Elisya dan membawanya berjalan menuju parkiran.


Mata Elisya terbelalak mendapat perlakuan Sam.


"Kak Elisya bisa jalan sendiri kok, jangan gini dong kak malu diliatin siswa lain..."ucap Elisya dengan pipi merona.


Sam merasa gemas melihat ekspresi Elisya.


"Biarin aja mereka liatin, lagian juga kaki kamu sakit..."jawab Sam tak peduli.


Sam langsung membawa Elisya dan mendudukannya dengan penuh hati-hati. Lalu berjalan setengah memutari mobilnya dan masuk.


Ia pun mulai melajukan mobilnya.


Kelakuan kedua sejoli ini tak lepas dari pandangan Angel dan kedua temannya.


Angel terlihat mengepalkan tangannya.


"Kurang ajar, berani-berani nya dia godain Sam, tadi pas diaula godain Vano sekarang Sam, dasar cewe murahan..."


"Ia tuh cewe maunya apa sih pakai deketin Vano segala, lo gak takut Ngel Vano diambil sama dia..."tanya Karin.


"Ngga, lagian juga gue ga suka sama Vano dia tuh cuman teman gue dari kecil..."jawab Angel lantang.


"Udah ah yuk kita pulang, biar nanti kita kasih pelajaran tuh cewe murahan..."ucap Angel lalu mereka bertiga pun pulang.

__ADS_1


__ADS_2