Elisya

Elisya
Jalan-jalan?


__ADS_3

Acara makan-makan itupun selesai. Bella mulai mengemasi seragamnya yang sedikit basah dan meraih tasnya.


"Terimakasih tante udah ngajakin Bella makan. Bella jadi nggak enak..."ucap Bella sungkan.


"Ngga papa cantik, tante seneng ko kamu mau gabung makan sama tante..."ucap Revina senang.


"Mah Elisya antar ka Bella ke depan dulu sama ka Arvie..."ucap Elisya.


Mereka bertiga berjalan keluar rumah.


"Ka Bella hati-hati ya kak, makasih udah mau anterin Elisya pulang..."ucap Elisya.


Bella tersenyum lalu memeluk Elisya sebentar,


"Gue yang harusnya bilang terimakasih, lo baik banget sama gue..."ucap Bella.


Elisya tersenyum,


"Ka Arvie, jangan ngebut-ngebutan ya. Anterin ka Bella sampai depan rumah..."pesan Elisya.


"Iya..."jawab Arvie ketus lalu memasuki mobilnya.


"Bye ka Bella..."ucap Elisya sambil melambaikan tangannya.


Bella masuk ke mobil dan Arvie mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Dimana rumah lo..."tanya Arvie.


"Lurus aja pas persimpangan belok kanan. Nggak terlalu jauh sih..."jawab Bella sekenanya.


"Kita belum kenalan. Gue Arvie kaka kandung Elisya..."ucap Arvie.


Bella mengangguk,


"Gue Bella cuman kaka kelas Elisya..."jawab Bella acuh.


"Lo kenal Vano pacar adik gue?..."tanya Arvie lagi.


"Jelas lah gue kenal, teman sekelas gue..."jawab Bella ketus.


"Sebenarnya gue khawatir sama Elisya. Gue masih gak bisa percaya sama si Vano itu. Gue gak mau adik gue disakitin sama siapapun..."terlihat raut wajah khawatir dari Arvie membuat Bella sedikit tersentuh.


"Gue yakin Vano beneran sayang sama adik lo. Tapi, gue cuman takut Angel ngehancurin hubungan adik lo. Dia sangat terobsesi sama Vano..."jelas Bella.


"Angel? Sahabat Vano itu kan?..."tanya Arvie.

__ADS_1


"Ia dia..."jawab Bella.


"Bisa gue minta tolong sama lo Bel?..."tanya Arvie lagi.


"Katakan..."Bella bukan tipe orang yang suka basa basi. Ia selalu saja to the point.


"Besok gue udah balik ke Rusia, gue titip adik gue ke lo. Tolong jagain dia. Kalau sampai Vano nyakitin dia tolong kasih tau gue..."Arvie nampak memelas.


Pertanyaan meluncur dari mulut Bella,


"Kenapa gue?..."


"Tanpa alasan, hati gue cuman yakin aja sama lo..."jawab Arvie sangat serius.


Bella mengangguk,


"Semampu gue..."jawabnya.


Tanpa terasa sampailah mereka dirumah Bella. Bella turun dari mobil.


"Thanks..."ucapnya singkat.


Arvie mengangguk lalu ikut turun dari mobil. Bella bingung seketika.


"Lo mau ngapain..."


"Siapa ya..."tanya Arini bingung.


Arvie mencium punggung tangan ibu Bella. Membuat Bella tertegun dengan kesopanan Arvie.


Walaupun Arvie memang menyebalkan, tapi kalau soal atitude boleh lah di adu😂


"Tante saya Arvie, kedatangan saya kesini mau mengantar Bella pulang. Sebelumnya saya mohon maaf karena membuat Bella pulang terlambat. Tadi Bella menolong adik saya jadi dia pulang terlambat hari ini..."jelas Arvie.


Lagi lagi Bella dibuat bungkam, matanya menyiratkan kekaguman. Arvie lelaki yang sangat bertanggung jawab. Ia bahkan berani meminta maaf langsung atas keterlambatannya mengantar Bella pulang.


Arini tersenyum,


"Iya tidak masalah, terimakasih sudah mengantarkan Bella pulang. Mau masuk dulu?..."tawar Arini.


Arvie tersenyum,


"Sama-sama Tante, tapi saya mau langsung pulang saja. Ngga enak udah sore banget tante. Mungkin lain waktu jika ada kesempatan..."jawab Arvie sopan lalu berpamitan lagi dengan Arini.


Arini meraih tangan Bella.

__ADS_1


"Kamu ngga papa sayang?..."tanya sang ibu khawatir.


"Bella ngga papa mah..."jawab Bella jujur.


"Mamah suka sama anak itu. Bertanggung jawab sekali..."puji Arini.


Bella mendengus kesal.


"Mama apaan sih..."Bella pun beranjak meninggalkan Arini yang tengah mentertawakan kekesalan Bella.


🕓🕓🕓


Dikediaman Vano.


Vano duduk di teras rumahnya. Tidak lupa selalu ada Angel yang akhir-akhir ini selalu saja menempel padanya.


"Lagi mikirin apa sih Van?..."tanya Angel yang sedari tadi melihat Vano melamun.


"Gue lagi mikirin kasih hadiah apa sama Elisya. Gue pengen hadiah romantis. Ya pengen ngajak dia dinner aja..."jawab Vano antusias.


Angel bungkam. Emosinya melunjak saat mendengar Vano sangat mengspesialkan Elisya.


"Sial, ternyata sejauh ini lo masih mikirin dia terus. Gue perlu rencana baru. Brengsek..."gumam Angel.


"Lebay banget sih lo Van, nggak usah dikasih hadiah kali..."kesal Angel.


"Terserah lo deh Ngel, gue mau ke kamar dulu. Mau ajak Elisya jalan nanti malam..."ucap Vano lalu beranjak meninggalkan Angel yang mengepalkan tangannya menahan emosi.


"Gimana pun caranya gue harus bisa batalin rencana lo Van. Liat aja, lo belum tau siapa gue..."ucap Angel menyeringai lalu pulang kerumahnya.


Dikamar Vano, ia tengah sibuk menelpon Elisya.


Calling Vano Elisya.


📞 : Hallo Sya, gue ganggu ngga?


📞 : Ngga ka, kenapa?


📞 : Jalan sama gue malam ini bisa?


📞 : Bisa, bisa ka. Nanti jemput aja.


📞 : Oke nanti malam gue jemput jam 8. Udah dulu ya, see you sayang.


📞 : See you too ka.

__ADS_1


Panggilan berakhir.


Vano nampak puas karena sudah mengajak Elisya jalan-jalan malam ini. Ia tak sabar menantikan waktu malam.


__ADS_2