
Tibalah hari yang ditunggu-tunggu. Tepat dimana pernikahan Arvie dan Bella dilangsungkan. Penjagaan begitu ketat, siapapun tak mau ambil resiko atas kejadian yang tidak diinginkan.
Beberapa rekan bisnis sudah berhadir di acara itu. Kakek dan Nenek Arvie lah yang menyambut beberapa rekan bisnis itu. Diusianya yang sudah tak muda lagi namun namanya tentu dikenal seluruh dunia sebagai pembisnis terhebat pada masanya sebelum diberikan kepada ayah Arvie. Sekarang Arvie lah yang menjadi penerusnya sekaligus pewarisnya.
Ruangan sudah dipenuhi banyak orang. Seperti yang sudah ditentukan Arvie menyiapkan dua tempat untuk pernikahannya. Di dalam ruangan dan ditaman belakangnya. Tentunya dengan dekorasi yang sangat mewah sekali.
Hari ini dihebohkan dengan pernikahan seorang Arvie Qiandra. Namanya begitu melambung tinggi. Bella sering kali tidak percaya diri, namun sekarang ia sudah jauh lebih dewasa dan bisa mengontrol dirinya sendiri untuk tidak mendengar kan komentar orang lain terhadap hubungannya dengan Arvie.
Arvie sedari tadi sudah menunggu Bella dengan setelan jas yang terlihat begitu mewah dan elegan. Pria itu sangat tampan sekali. Membuat banyak wanita tak mampu mengalihkan pandangannya pada Arvie.
Perlahan terdengar suara langkah kaki dari arah tangga. Sontak perhatian terarah kesana. Disana ada Bella yang turun perlahan dengan gaun putih yang begitu indah. Bella seperti seorang putri mahkota dari sebuah kerajaan fantasi.
Arvie sampai mengedipkan matanya berkali-kali. Melihat betapa cantiknya istrinya ini. Bella menebar senyum kearah semua tamu undangan.
Ingin rasanya Arvie menculik Bella saja. Ia cemburu pada siapapun yang melihat senyum manis Bella hari ini. Posesif sekali! Ck!
Elisya juga tak kalah mencuri perhatian. Wanita yang membantu Bella turun itu selalu saja cantik. Banyak sekali pria yang memujinya secara terang-terangan. Parahnya hal itu mampu membuat Dicky cemburu besar. Namun tetap bersikap profesional.
Perlahan Arvie mengambil alih pegangan tangan Bella pada Elisya. Menuntunnya untuk mendekat disampingnya.
Elisya langsung berjalan menghampiri Dicky. Ia tau pria itu sangat posesif padanya. Itulah sebabnya Elisya tak mau membuat Dicky salah paham karenanya.
"Lo selalu cantik Bel, tapi hari ini lo bener-bener cantik banget. Gimana gue mau liat cewek lain Bel, kalau lo aja sesempurna ini?..."bisik Arvie tepat disamping telinga Bella membuat Bella tersipu malu karenanya.
Tapi yang dikatakan Arvie adalah sebuah kebenaran semata. Bella memang sangat cantik.
Acara pernikahan pun dimulai. Dengan menjalankan beberapa susunan acara yang telah ditetapkan. Kini Arvie dan Bella sudah sah menjadi suami istri.
Bella dan Arvie kini tengah duduk dengan anggunnya. Mereka terlihat seperti seorang raja dan ratu di dongeng. Begitu serasi.
Musik mengalun sangat merdu membuat suasana semakin romantis. Banyak sekali yang terpukau dengan penampilan mereka berdua.
Tiba-tiba saja Arvie berdiri menuju kearah orang yang berada didepan Piano. Ia tiba-tiba duduk disana, bahkan Bella sempat kaget. Apa yang akan Arvie lakukan.
"Saya akan mempersembahkan sebuah lagu untuk istri tercinta saya Bella..."suara Arvie menggelegar diseluruh ruangan.
Tepuk tangan riuh memenuhi ruangan itu. Banyak wanita yang iri pada Bella karena bisa mendapatkan seorang Arvie Qiandra.
Bella mengerjapkan matanya. Hampir tak percaya Arvie melakukan hal seromantis ini untuknya.
Suara Piano mengalun merdu bersamaan dengan suara Arvie yang begitu merdu. Arvie mempersembahkan sebuah lagu berjudul Beautiful In White | Shane Filan.
Matanya tak berhenti menatap kearah Bella sambil bernyanyi seolah nyanyian itu adalah ungkapan hatinya untuk Bella.
Not sure if you know this
(Tak yakin apakah kau tahu ini)
But when we first met
(Tapi saat pertama kita berjumpa)
I got so nervous I couldn't speak
(Aku sangat grogi hingga tak dapat berkata apa-apa)
In that very moment
(Pada saat itu)
I found the one and
(Kutemukan seseorang dan)
My life had found its missing piece
(Hidupku tlah temukan kepingannya yang hilang)
So as long as I live I love you
(Maka selama aku masih hidup, aku kan mencintaimu)
Will have and hold you
(Aku kan miliki dan mendekapmu)
You look so beautiful in white
__ADS_1
(Kau tampak sangat cantik berpakaian putih)
And from now to my very last breath
(Dan mulai kini hingga hembusan nafas terakhirku)
This day I'll cherish
(Hari ini kan kukenang)
You look so beautiful in white
(Kau tampak sangat cantik berpakaian putih)
Tonight
(Malam ini)
What we have is time
(Yang kita punya adalah waktu)
My love is endless
(Cintaku tak lekang oleh waktu)
And with this ring I
(Dan dengan cincin ini aku)
Say to the world
(Kukatakan pada dunia)
You're my every reason
(Engkaulah alasanku)
You're all that I believe in
(Engkaulah yang kupercayai)
With all my heart I mean every word
oooh oh
You look so beautiful in white
(Kau tampak sangat cantik berpakaian putih)
Na na na na
So beautiful in white
(Sangat cantik berpakaian putih)
Tonight
(Malam ini)
And if our daughter's what our future holds
(Dan jika anak perempuan kita akan hadir)
I hope she has your eyes
(Kuharap matanya seperti matamu)
Finds love like you and I did
(Temukan cinta sepertimu dan kulakukan)
Yeah, I wish she falls in love and I will let her go
(Yeah, kuharap dia kan jatuh cinta dan kan kulepaskan dia)
I'll walk her down the aisle
(Kan kuiringi dia di lorong gereja)
She'll look so beautiful in white
(Dia kan tampak sangat cantik berpakaian putih)
__ADS_1
You look so beautiful in white
(Kau tampak sangat cantik berpakaian putih)
You look so beautiful in white
(Kau tampak sangat cantik berpakaian putih)
Tonight
(Malam ini)
Tepuk tangan begitu meriah terdengar saat Arvie selesai menyanyikan lagu itu untuk Bella. Tatapan kagum terlihat jelas dimata semua orang. Arvie memang sangat berbakat dalam hal apapun.
Ia kembali mendekati kearah Bella yang sudah mengeluarkan air mata saking terharunya. Sungguh Bella sangat mencintai Arvie. Sangat!
Arvie mengecup kening Bella lalu meraih tubuh Bella kedalam dekapannya membuat para tamu bersorak heboh karenanya.
Bahkan Elisya dan sahabat Arvie dan juga keluarga lainnya ikut serta bahagia melihat pasangan serasi itu.
Kini saatnya semua orang bersalaman untuk mengucapkan selamat kepada pasangan baru itu.
Kakek dan Nenek Arvie lah yang lebih dulu mengucapkan selamat kepada Arvie dan Bella.
"Selamat ya, semoga menjadi keluarga bahagia..."ucap sang nenek lembut.
"Sekarang Bella tanggung jawab kamu Vie, kamu harus jadi laki-laki hebat untuk Bella..."pesan kakek sebelum Arvie mengangguk dan memeluk kakek dan neneknya itu.
Hingga giliran Elisya, Elisya memeluk Arvie dan Bella secara bergantian.
"Selamat ya bang, Bella juga. Elisya seneng banget abang nikahnya sama Bella. Sahabat Elisya sendiri..."ucap Elisya senang.
Bella tersenyum haru.
"Makasih ya Sya, lo sahabat sekaligus adik ipar terbaik gue..."ucap Bella lalu memeluk Elisya erat.
Dicky, David dan Farhan juga ikut memberi ucapan selamat.
"Selamat bro, duluan aja lo ternyata. Semoga lo bahagia selalu, makin kaya deh biar bisa terakhir gue sama David..."ucap Farhan.
David mengangguk setuju.
"Gapapa deh lo yang tambah kaya, yang penting kita kebagian..."ucap David bangga.
"Selamat Vie..."ucap Dicky singkat lalu menepuk-nepuk pelan bahu Arvie.
"Thanks..."jawab Arvie pada sahabat-sahabat nya.
Sella juga datang hari ini. Wanita itu selalu saja cantik hingga membuat David begitu menggilainya.
"Selamat ya Vie, udah nikah aja nih sahabat gue..."ucap Sella lalu memeluk Arvie sebentar.
"Thanks Sel udah dateng..."jawab Arvie senang.
"Lo kapan nyusul Sel?..."tanya Bella.
Sella mengalihkan pandangannya kearah David yang nampak salah tingkah berada didekatnya.
"Nunggu David lamar gue..."ucap Sella enteng membuat mereka semua bersorak heboh. Sedangkan wajah David sudah memerah karena malu.
"Wah lampu hijau Vid. Gas keun..."heboh Farhan membuat yang lainnya tertawa begitu juga Sella.
Namun tiba-tiba keadaan hening saat Bianca datang juga kearah itu. Jika dulu ia begitu angkuh dan berani mengganggu Elisya karena rasa cintanya pada Arvie. Kini ia hanya menundukkan wajahnya sambil mendekat kearah Arvie.
"Selamat ya Vie atau pernikahan lo. Gue juga mau minta maaf karena gue sering ganggu dan ngejar-ngejar lo sampai lo ngerasa gak nyaman gara-gara gue. Gue juga minta maaf sama lo Sya, gue pernah ganggu lo waktu dikampus waktu itu. Gue nyesel banget..."ucap Bianca begitu tulus dan terdengar sangat sendu.
Elisya langsung menarik Bianca kedalam pelukannya.
"Gue maafin lo kok, bang Arvie juga pasti maafin lo. Gue seneng lo udah sadar sama kesalahannya lo sendiri. Jadi sekarang gak ngejar-ngejar abang gue lagi kan?..."goda Elisya.
Bianca tersenyum lebar.
"Iya sekarang udah ada gantinya..."ucap Bianca begitu bahagia.
"Siapa nih?..."goda Arvie.
Bianca berpaling menghambur pelukan kearah Farhan Bahkan yang lebih mengejutkan lagi Farhan dengan senang hati menerima pelukan Bianca.
"Maaf guys gue gak cerita sama kalian semua. Bianca pacar gue sekarang..."ucap Farhan mengakui dengan tegas.
"Gue sadar kalau gue cuman terobsesi sama Arvie. Dan sekarang gue udah bahagia sama Farhan..."puji Bianca.
"Wih gila nih anak. Incaran nya anak pemilik kampus bro..."ucap David sama kagetnya.
__ADS_1
Obrolan begitu menyenangkan hari ini. Mereka semua terlihat sangat bahagia. Semoga saja selalu begitu.