
Vano melingkar kan tangannya di pinggang Elisya seraya menuntunnya berjalan.
"Kita kemana lagi ka..."tanya Elisya.
"Manggilnya kaka terus sih. Kan udah pacaran, panggil sayang dong..."goda Vano.
Pipi Elisya memerah seketika,
"Kan nggak terbiasa kak, lebih enakan kaya gini manggilnya..."Jujur Elisya.
Vano mengusap pelan rambut Elisya,
"Gak papa, kita kesana..."tunjuk Vano.
Mata Elisya berbinar menatap sekeliling taman,
Taman yang dipenuhi payung berwarna-warni. Banyak sekali pedagang-pedagang yang berjualan diarea taman itu.
(gambaran tamannya)
Elisya sibuk mengambil beberapa potret dirinya dan Vano. Ada beberapa foto yang candid tapi tetap terlihat cantik dan tampan.
"Udah ya fotonya, sekarang kesana dulu..."ajak Vano.
"Ka laper..."rengek Elisya.
Vano tertawa kecil melihat tingkah laku Elisya,
"Disana ada sate, enak loh. Kamu mau..."tanya Vano.
Elisya langsung mengangguk antusias.
Mereka pun duduk di bangku,
"Kang sate nya 2 porsi..."ucap Vano.
"Eh den Vano, lama nggak mampir kemari, terakhir kali sama ibunya kan ya?..."tanya kang Dadang.
Kang Dadang pernah bekerja dirumah Vano sebagai tukang kebun, tapi karena ingin melanjutkan berjualan seperti ayahnya membuat kang Dadang berhenti menjadi tukang kebun. Hubungan mereka pun masih sangat baik.
"Iya nih kang, Vano banyak kesibukan..."jawab Vano.
"Siapa nih den, cantik pisan..."tanya kang Dadang.
"Pacar Vano kang..."jawab Vano.
"Oalah pacar to, akang doa kan semoga langgeng ya den, sampai sah..."ucap kang Dadang diselingi tawa.
Vano tertawa kecil,
"Doa in ya Kang..."jawab Vano.
"Siap atuh den, bentar akang buat kan satenya dulu..."ucap kang Dadang.
__ADS_1
Selang beberapa menit 2 porsi sate sudah disajikan dihadapan Elisya dan Vano.
"Enak ya kak..."puji Elisya.
"Iya dong, gimana seneng nggak?..."tanya Vano.
Elisya tersenyum,
"Senang banget kak, makasih ya kak udah ajak Elisya jalan-jalan..."
"Nanti kaka ajak lagi..."ucap Vano.
Elisya meneruskan makannya sambil menikmati suasana taman ini. Tanpa terasa mereka sudah menghabiskan makanannya.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap keduanya penuh kebencian.
"Gue ga bakal rela lo bahagia sama Vano Sya..."lirihnya.
"Sya, kita pulang ya. Sekarang udah sore banget nih. Takutnya mama kamu nyariin anaknya yang cantik ini..."ucap Vano yang tengah merapikan rambut Elisya yang sedikit berantakan karena terkena angin.
"Padahal masih pengen jalan sama ka Vano..."rengek Elisya.
"Emm ternyata ada yang masih kangen sama pacarnya nih..."goda Vano sambil mencubit pelan pipi Elisya.
"Ihh kaka, Elisya serius tau..."rengek Elisya lagi.
"Iya sayang, gini ya. Cantiknya Vano gak boleh bandel. Harus pulang ya, nanti kalau ada waktu luang lagi kaka janji ajak kamu jalan-jalan lagi, gimana?..." Bujuk Vano sambil memegang kedua bahu Elisya.
Elisya mengangguk,
Vano tersenyum,
"Ia cantik..."godanya.
(Gimana guys๐cowo dingin kalau udah bucin bikin meleyot๐คฃ)
"Kang ini uangnya, Vano pulang dulu..."pamit Vano.
"Siap den..."jawab kang Dadang.
Vano menggenggam erat tangan kiri Elisya. Mereka berdua berjalan bergandengan seperti dua sejoli yang tengah dimabuk asmara. Sampailah mereka di mobil Vano. Vano pun membuka kan pintu mobil nya dan mempersilahkan Elisya masuk, disusul dirinya.
Vano mendekat ke tempat duduk Elisya, semakin dekat dan sangat dekat. Elisya menahan nafasnya karena jarak wajah Vano dan dirinya hanya beberapa senti saja.
Elisya memejamkan matanya. Vano yang berniat memasangkan sabuk pengaman tersenyum jahil meliat Elisya yang memejamkan matanya.
"Ko matanya ditutup Sya..."goda Vano.
Elisya dengan cepat membuka matanya. Ia terlihat gelabakan. Bisa-bisanya ia berpikir Vano akan menciumnya. Pipinya sudah memerah seperti kepiting rebus karena menahan malu.
"Ngga papa ka..."jawabnya singkat.
Vano tertawa melihat sikap Elisya yang salah tingkah, sangat menggemaskan menurutnya. Lalu
Cup...
__ADS_1
Vano benar-benar mengecup bibir merah muda milih Elisya, ******* nya pelan sambil sesekali menggigit kecil bibir Elisya.
Elisya yang kaget dengan perlakuan itu hanya diam dan tidak membuka mulut sama sekali. Setelah Vano beberapa kali menggigit bibir bawahnya akhirnya Elisya membuka mulutnya. Membiarkan Vano mengabsen setiap rongga mulutnya.
Seakan terbawa suasana Elisya mulai membalas pagutan bibir Vano. Cukup lama mereka saling berpagutan hingga Elisya kehabisan nafas dan melepas pagutan nya.
"Elisya gak bisa nafas..."rengeknya dengan nafas tersegal-segal.
Vano tersenyum, lalu mengusap sudut bibir Elisya yang sedikit basah karena salivanya dengan ibu jarinya.
Cup...
Vano mengecup sekilas bibir mungil itu, lalu mulai melajukan mobilnya pulang.
๐๐๐
Di rumah Karin kedatangan seorang tamu, yaitu Angel.
"Tumben banget lo Ngel kerumah gue malem-malem gini..."tanya Karin bingung.
"Gue pengen curhat tau, gue ajak Bella tadi tapi katanya sibuk. Tau deh tuh anak sibuk apaan..."kesal Angel.
"Udah lah biarin aja, sekarang lo mau ngomongin apa?..."tanya Karin.
"Gue tu bingung tau nggak sama perasaan gue sendiri, setelah Vano jadian sama Elisya gue malah ngerasa kehilangan tau nggak. Vano tuh biasanya selalu ada buat gue. Sekarang malah sibuk ngurusin Elisya..."kesal Angel.
Karin tertawa kecil,
"Gue bilang juga apa, lo sama Sam itu bukan suka Angel, lo tuh terobsesi buat dapetin dia. Lo sadar gak sih Vano kurang apa coba, ganteng, populer, kaya juga, perhatian banget lagi sama lo. Vano tuh udah perlakuin lo kaya ratu tau nggak..."jelas Karin.
Angel menghela nafas kasar, apa yang diucap kan Karin memang benar adanya.
"Kayanya lo bener deh, setelah ngeliat sikap Vano yang sekarang ke gue, gue bahkan lupa sama Sam. Gue takut Vano pergi dari hidup gue. Gue gak mau Vano lebih perhatian sama cewe lain. Ya mungkin gue egois, tapi gue gamau kehilangan Vano..."ucap Angel lantang.
"Saran gue lebih baik gini deh, sebelum semuanya terlambat lebih baik lo usaha buat ngambil hati Vano lagi. Udah lo lupain aja si Sam, Vano kan teman lo dari kecil dia pasti care banget sama lo. Lo bisa manfaatin kepedulian dia buat cari perhatian dia. Apalagi Vano kan pernah suka sama lo, makin gampang..."saran Karin.
Angel tersenyum sinis,
"Lo bener, gue jauh lebih baik dari Elisya. Gue bakal ngerebut Vano lagi dari dia. Liat aja gue gak bakal biarin dia bahagia sama Vano..."ucap Angel yakin.
"Nah gitu dong, udah sekarang tidur yuk, lo nginep dikamar gue aja deh, besok pagi-pagi lo pulang..."saran Karin.
"Oke deh, thanks udah dengerin gue..."ucap Angel.
Karin tersenyum,
"Santai aja kali Ngel, kita kan temen..."jawabnya.
Mereka pun memutuskan untuk tidur.
๐๐๐
Gimana episode kali ini?๐ค
Jangan lupa like, coment, dan vote ya teman-teman. Biar author makin rajin nulisnya๐๐ค
__ADS_1