
Hallo readers setiaku๐ค
Sebelumnya author mau minta maaf dulu karena lama banget baru bisa up lagi. Ada beberapa alasan yang membuat saya tidak bisa meneruskan novelnya beberapa hari. But saya baik-baik saja.
Happy reading ๐ค
๐๐๐
Tak terasa malam yang panjang sudah berlalu. Seperti biasanya sang mentari datang dengan cahaya terangnya.
Elisya bangun cukup pagi hari ini, entah kenapa rasanya ia tak sabar untuk mengenakan gaun pemberian Arvie, ia bahkan sangat bersemangat pagi ini.
Elisya membolak-balikkan badannya didepan cermin sambil mengenakan gaun pemberian Arvie. Ia memoles wajahnya dengan make up yang cukup tipis tapi tetap sangat cantik.
Perlahan ia mengenakan mahkota diatas kepalanya. Senyuman terbit di bibir mungilnya. Sungguh ia sangat cantik, hampir seperti putri dari sebuah kerajaan.
Tok tok tok...
Suara ketukan pintu membuat perhatian Elisya teralihkan.
"Masuk..."ucap Elisya.
Arvie perlahan membuka pintu kamar Elisya,
"Cantik banget adik gue, kamar lo udah beres. Lo gak mau kesana dulu?..."tawar Arvie.
Elisya senang bukan main,
"Ahh Elisya mau kesana..."ucapnya semangat lalu berjalan cepat menuju kamarnya.
Elisya mempercepat langkahnya menuju kamarnya, yang aneh adalah kemana semua orang dirumah ini? Dimana David yang biasanya selalu mengganggu Elisya saat pagi, dimana Farhan yang biasanya menggoda Elisya sepagi ini, dan dimana Dicky yang selalu membuat Elisya ingin selalu melihat sosok itu.
Ceklek
Elisya perlahan membuka pintu kamarnya. Gelap, itulah yang pertama kali Elisya liat. Katanya kamarnya sudah beres, tapi apa ini, bahkan listriknya saja masih mati.
"Abang kok kamar Elisya gelap banget..."teriak Elisya protes.
Tiba-tiba lampu menyala dengan terangnya bersamaan dengan nyanyian yang terdengar nyaring disana.
"Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday happy birthday happy birthday to you..."nyanyi Lisa lembut sambil memegang kue ulang tahun ditangannya dengan lilin angka 1 dan 9 yang menempel indah di atas kuenya.
Disampingnya ada Bella yang memegang sebuah kado besar. Juga ada Sam yang memegang buket bunga. Ada David dan Farhan yang turut serta memegang balon dan hadiah ditangan mereka. Sedangkan Dicky memegang sebuah lampu cantik berbentuk love dengan tulisan " You And Me Together Forever " begitu lah tulisan yang tertera disana.
"Happy birthday sahabat kesayangan gue, ayo make a wish dulu. Baru tiap lilinnya..."ucap Lisa ceria.
Elisya tertegun, sungguh ia benar-benar terharu. Bahkan matanya sudah berair saking senangnya bisa bertemu mereka semua.
"Aaa thank you, I miss you all..."ucap Elisya haru.
"Aaaa jangan sedih dong, ini kan hari bahagia lo, buruan make a wish, gue pegel tauuu..."protes Lisa.
Elisya tersenyum penuh kebahagiaan, ia memejamkan matanya mengucapkan berbagai impiannya dalam hatinya. Lalu perlahan membuka matanya kembali.
Elisya tersenyum lalu meniup lilin itu, membuat semua yang ada disana bertepuk tangan meriah. Memang tak banyak orang disini. Hanya orang-orang terdekat Elisya saja. Tapi ini benar-benar spesial bagi Elisya.
__ADS_1
Arvie mendekat ke samping Elisya, memeluk adiknya erat.
"Panjang umur adik kesayangan gue, jangan sedih lagi. Lo punya gue Sya, kita bahagia bareng-bareng..."lirih Arvie pelan sambil mengelus puncak kepala Elisya penuh kasih sayang.
Elisya menangis terisak dipelukan Arvie. Membalas pelukan sang kakak tak kalah eratnya.
"Maafin Elisya ya bang, sering nyusahin abang. Padahal abang juga ngerasain hal yang sama kaya Elisya, sama-sama kehilangan. Tapi abang selalu berusaha baik-baik aja buat Elisya. Elisya janji gak akan sedih-sedih lagi. Elisya masih punya abang yang sayang banget sama Elisya. Thank you bang, Elisya sayang banget sama abang..."Elisya mengungkapkan seluruh isi hatinya.
Arvie tersenyum senang.
"Gini dong, baru adik gue..."jawab Arvie bangga.
"Kok jadi sedih sih, harus happy dong. Ayo kita makan-makan. Gue juga laper nih..."protes Farhan.
"Lo mah makanan mulu..."sindir David.
Bella berjalan mendekat, meletakkan kadonya di atas kasur Elisya. Lalu berjalan menghampiri Elisya. Memeluk sahabatnya sangat erat.
"Happy birthday sahabat kesayangan gue. Bahagia terus ya Sya, gue gak mau lo sedih-sedih lagi. Panjang umur dan sehat selalu..."ucap Bella tulus.
Dengan senang hati Elisya membalas pelukan sahabatnya Bella.
"Thank you calon kaka ipar..."goda Elisya.
Semuanya sontak tertawa, bersamaan dengan wajah Bella yang mendadak memerah menahan malu.
"Apaan sih Sya, jangan jahil ya..."peringat Bella.
"Udah sekarang giliran gue..."ucap Lisa tak mau kalah. Ia meletakkan kue ditangannya keatas meja didekatnya.
"Kangen bangett gue sama lo, udah tua lo sekarang. Semoga makin cantik, walaupun udah cantik dari dulu..."ucap Lisa cengengesan.
"Tapi gapapa, semoga tambah cantik deh. Bahagia terus Sya..."sambung Lisa.
"Thank you Lis, gimana kabar lo? Aman-aman aja kan disana..."tanya Elisya khawatir.
"Aman banget gue Sya, bodyguard lo noh ngikutin gue mulu heran..."protes Lisa.
"Gue yang nyuruh, takutnya pas gue lagi sibuk gak ada yang jaga lo. Kalau gue gak sibuk kan bisa ada disamping lo setiap saat..."sahut Sam.
Hal itu membuat Farhan berdehem nyaring.
"Padahal AC nyala, tapi kok panas ya. Gini amat ngontrak di bumi..."keluh Farhan.
"Lo bisa ngontrak di Mars habis ini Han..."jawab David sambil menepuk bahu Farhan.
"Gue tuh gak panas sebenarnya Vid, cuman udah gosong aja..."jawab Farhan membuat David tertawa terbahak-bahak.
Acara masih berlanjut, sekarang Sam lah yang mendekat dan memeluk tubuh Elisya.
"Happy birthday adik gue, sehat terus ya. Jangan lupa makan. Jaga kesehatan...."pesan Sam.
"Ehemm..."Dicky berdehem hingga membuat Sam sontak melepaskan pelukannya pada Elisya.
"Busyett pawangnya marah..."goda Farhan.
Elisya malah tertawa mendengar itu.
__ADS_1
"Thank you kak Sam, sayang banget sama kak Sam. Makasih dari dulu selalu ada buat Elisya..."ucap Elisya tulus.
"Lo cium bau gosong gak sih? Kaya ada yang kebakar..."sindir Farhan saat melihat wajah Dicky nampak tak bersahabat saat Elisya mengatakan ia menyayangi Sam, padahal hanya sebatas kakak saja.
"Panas? Panas? Kipas sayang kipas..."jawab David sambil mengibaskan telapak tangannya didepan wajahnya.
"Waduh jadi takut gue Sya, pawang lo galak banget..."ucap Sam sedikit takut dan undur diri.
David mendekat kearah Elisya namun tak memeluk tubuh gadis itu,
"Gue gak berani meluk lo Sya, takutnya kepala gue ditelen sama Dicky noh. Lo liat aja ekspresi nya udah kaya mau nelen orang ..."sindir David sambil melirik kearah Dicky yang masih setia dengan wajah datarnya.
"Selamat ulang tahun adik jahil gue, lo cantik banget hari ini Sya. Gue gak mau liat lo sedih lagi. Lo harus semangat ngelanjutin perjalanan hidup lo. Gue selalu ada saat lo butuh gue..."ucap David tulus.
"Makasih bang Avid, sayang banget sama abang. Makasih udah nerima Elisya dan memperlakukan Elisya dengan baik selama ini..."jawab Elisya terharu.
"Udah jangan sedih lagi, lo harus happy hari ini dan seterusnya..."pesan David.
"Siap komandan..."jawab Elisya cepat.
"Lama lo ah, gue sekarang..."ucap Farhan sambil mendorong tubuh David ke samping.
"Sialan lo Han..."protes David tak terima.
Farhan memeluk Elisya sebentar, lalu melerai pelukannya.
"Gue sebenernya takut sama pawang lo Sya, tapi gue tetep nekat pengen meluk lo, walaupun kemungkinan habis ini wajah gue bisa babak belur. Tapi gue tetap nekat meluk lo..."lirih Farhan penuh drama.
"Gapapa kali bang..."jawab Elisya sambil tertawa kecil.
"Selamat ulang tahun adik kecil gue, udah 19 tahun aja lo, gue ngerasa lo masih kecil banget waktu pertama kali ketemu gue. Jangan lupa senyum, gue semangat liat lo senyum gitu. Dunia jadi cerah..."ucap Farhan dramatis.
"Makasih abang, sayang banget sama bang Farhan..."ucap Elisya tulus.
Sekarang tinggal Dicky lah yang belum mengucapkan. Sebenarnya Dicky sudah mengucapkan nya tadi malam. Tapi sungguh ia berniat mengucapkan nya lagi.
Dicky meletakkan lampu cantik yang ia pegang ditangannya. Lalu berjalan mendekati Elisya
Menarik tubuh Elisya kedalam pelukannya, memeluknya sangat erat seolah memberi tahu kepada dunia jika Elisya adalah miliknya.
"Ngontrak di Mars sebulan berapa Vid?..."sindir Farhan.
"Gak mahal Han, lo bisa jualan disana. Jualan gorengan..."ejek David.
"Lo punya dendam apa sama gue Vid..."ucap Farhan kesal.
"Lo cantik..."puji Dicky singkat.
"Makasih bang Iky..."jawab Elisya dengan senyum manisnya.
Dicky memang tak berniat mengucapkan hal-hal yang berkaitan dengan perasaannya. Karena menurutnya tadi malam ia sudah mengungkapkan. Dan itu cukup!
Dicky mendekatkan bibirnya kesamping telinga Elisya.
"You are mine..."bisik Dicky lalu melerai pelukannya.
Hanya tiga kata namun mampu membuat Elisya salah tingkah karenanya. Apa barusan? Dicky mengklaim dirinya sebagai miliknya? Arghh ini gila! Sungguh!
__ADS_1