
Diruangan serba putih Angel terbaring lemah tak berdaya, setelah kejadian ia histeris dikamar nya. Ia dilarikan kerumah sakit. Bahkan keadaan nya sangat jauh dari kata baik.
"Bu Desi, bisa ikut ke ruangan saya sebentar. Ada yang ingin saya bicarakan..."ucap dokter Riri yang kebetulan bertugas pada hari itu.
"Mari dok..."ucap Desi mengikuti langkah sang dokter menuju keruangan nya.
"Silahkan duduk bu..."ucap Dokter Riri sopan.
"Ada apa ya dok? Putri saja baik-baik saja kan?..."tanya Desi khawatir.
"Ibu apakah akhir-akhir ini putri ibu sering sesak nafas atau cepat lelah?..."tanya dokter Riri.
"Benar dok, keadaan putri saya benar-benar buruk beberapa hari ini dok..."ucap Desi jujur.
Dokter Riri kemudian menyodorkan foto rontgen dada kepada Desi. Dengan wajah bingung Desi menerimanya.
"Ada apa ini dok..."tanya Desi penasaran.
"Setelah saya periksa lebih lanjut dan menjalankan beberapa tes, dengan sangat berat hati saya mengatakan jika katup jantung putri ibu rusak. Hal itu menyebabkan putri ibu menderita gagal jantung..."jelas dokter Riri.
"Apah gagal jantung dok?..."tanya Desi kaget. Air matanya sudah mengalir. Apakah ini karma karena Angel sudah berpura-pura sakit? Apakah bisa Angel menerima kenyataan sepahit ini dalam kondisi seburuk ini.
"Iya bu..."jawab dokter Riri cepat.
"Lakukan yang terbaik untuk anak saya dok. Tolong sembuhkan dia..."mohon Desi.
"Untuk sementara yang bisa kami lakukan hanyalah memberikan pengobatan yang terbaik untuk putri ibu, itu akan membantu mencegah keadaan menjadi lebih buruk. Kurangi aktivitas yang berat dan menjaga pola hidup sehat..."jelas dokter Riri.
"Apa ada cara lain agar anak saya sembuh kembali dok?..."tanya Desi.
Dokter Riri menghela nafas pelan.
"Belum ada pengobatan penyakit katup jantung yang tepat untuk menyembuhkan gangguan jantung ini. Namun, perubahan gaya hidup dan bantuan obat mampu membantu mengobati gejalanya dan memperpanjang jangka hidup..."jelas dokter Riri lagi.
Desi sudah menangisi keadaan anaknya. Kenapa ini semua terjadi pada Angel.
__ADS_1
"Bisa saja melakukan operasi donor jantung, tapi tentu itu sangat berisiko bagi keselamatan anak ibu sendiri. Kondisi nya sangat lemah bu..."jelas dokter Riri.
"Lalu apa yang harus saya lakukan dok?..."tanya Desi lagi.
"Kurangi aktivitas putri ibu, pastikan dia rutin melakukan pengobatan. Juga mengubah pola hidup sehat. Itu sangat penting. Kalau begitu saya permisi dulu. Masih ada pasien yang harus saya tangani..."ucap dokter Riri lalu berjalan keluar ruangan.
Desi menangis, meratapi nasib anak kesayangannya. Kenapa harus Angel? Bagaimana jika ia tau jika dia punya penyakit jantung? Apa reaksinya?
🕓🕓🕓
Bulan demi bulan berlalu begitu cepat. Sudah hampir 3 bulan Elisya berada di negara Rusia bersama abang-abang nya itu.
Keadaannya berubah drastis. Ia bukan lagi wanita lemah yang selalu ditindas. Kemampuan bela dirinya sudah sangat baik. Ia bahkan sudah menguasai banyak teknik bela diri.
Dengan keringat yang bercucuran Elisya menghentikan aktivitas berlatihnya. Ia memutuskan duduk dan meminum minumannya.
Dicky datang sambil membawakan handuk kecil untuk Elisya. Jika dulunya Dicky sangat dingin dan tak tersentuh kini perlahan pria itu mulai menunjukkan perhatian kecil pada Elisya.
Hidupnya yang penuh ketenangan, berhasil diobrak-abrik oleh wanita mungil seperti Elisya. Gadis itu berhasil memporak-porandakan hatinya.
"Bang Iky, Elisya capek..."keluh Elisya.
Dicky memegang dagu Elisya, mendongakkan kepala Elisya sedikit agar menatapnya. Dicky dengan telaten mengelap keringat Elisya. Elisya tersenyum senang. Tak bisa dipungkiri ia nyaman dengan kedekatan nya ini. Pria dingin ini benar-benar menarik jiwanya untuk selalu didekatnya.
"Istirahat dulu, jangan dipaksain..."percaya lah pria ini sudah tak sedingin dulu lagi. Apa ini yang dinamakan es batu sudah mencair? Apakah kehangatan seorang Elisya yang mampu mencairkan seorang pria es?
"Besok ikut ke kampus ya bang?..."mohon Elisya.
"Boleh, tapi jangan nakal. Ingat pesan gue, jangan terbawa emosi. Cukup diam jika diremehkan, kecuali itu sudah keterlaluan, maka habisi dia..."pesan Dicky.
"Siap bang..."jawab Elisya semangat.
"Mandi sana, malam ini keluar..."ucap Dicky singkat.
"Abang ngajak Elisya jalan?..."tanya Elisya dengan mata berbinar-binar.
__ADS_1
"Hm..."jawab Dicky lalu kembali menuju kamarnya.
Senyuman itu sedari tadi tak pernah pudar dari bibir Elisya. Untuk pertama kalinya Dicky mengajaknya jalan-jalan.
Elisya memang menyukai laki-laki yang perhatian dan memanjakan nya. Namun kenapa pria kulkas ini jauh lebih menarik baginya.
Elisya berlari, bergegas menuju kamarnya untuk mandi.
🕓🕓🕓
Seiring berjalannya waktu Vano sangat jauh dari kata baik-baik saja. Setiap harinya ia berkunjung kerumah Elisya yang sudah lama kosong.
Ia bahkan nampak acak-acakan. Sering kali teman-temannya membujuknya untuk sekolah. Namun Vano menolaknya. Ia hanya sekolah beberapa hari lalu menghilang lagi.
Ia menjadi sangat pendiam. Ia menjadi pribadi yang emosian. Ia bolak-balik ke club setiap malamnya. mabuk-mabukan hingga tawuran hanya untuk melupakan masalahnya. Sering kali ia memohon-mohon pada Lisa untuk memberitahukan dimana Elisya. Namun Lisa tetap mengusirnya.
Vano bahkan bolak-balik kerumah Bella untuk menanyakan hal yang sama. Namun hasilnya nihil. Bella juga tutup mulut atas keberadaan Elisya.
"Sya lo dimana sih..."lirih Vano pelan sambil menatap kearah rumah Elisya yang sudah lama kosong.
Vano masih rutin kerumah Elisya setiap paginya, meskipun ia tau rumah itu sudah tidak ditempati lagi.
🕓🕓🕓
Setelah berita hari itu, Angel tentu sangat syok. Ia tak terima jika sekarang dirinya malah menderita gagal jantung. Ia bahkan menjerit-jerit berteriak sampai dokter menyuntikkan obat penenang.
Hidupnya hancur, ia sudah dua kali melakukan percobaan bunuh dari, namun selalu saja gagal.
Angel benar-benar tak bisa menerima semua ini, ia sering termenung dibrankar rumah sakit. Tanpa bicara sepatah kata pun. Tatapannya kosong. Ia seolah kehilangan semua hidupnya.
Hati Desi sakit sekali melihat keadaan anaknya sekacau ini. Dengan keadaan acak-acakan, dengan sebelah tangan yang di ikat di samping brankar agar Angel tidak kabur lagi. Sangat menyedihkan sekali.
Apapun yang kita perbuat pasti akan menuai hasil. Karma selalu datang di waktu yang tepat.
🕓🕓🕓
__ADS_1
Hayooo? penasaran gak sama kelanjutannya?
komen yukkk🥰