
Lama Elisya menenangkan diri di toilet, sampai ia merasa lega lalu memutuskan untuk kembali ke kelas. Pelajaran hari ini tidak terlalu memusingkan. Hanya beberapa tugas dan catatan yang masih mampu Elisya kuasai. Ia tak mempedulikan lagi keberadaan Lisa. Hatinya teramat sangat sakit mendengar hinaan Lisa yang mengatakan dirinya murahan. Sungguh menyakitkan bagi Elisya.
Bel istirahat sudah berbunyi, menampakkan Vano yang sudah berdiri didepan kelas Elisya. Elisya tersenyum lalu berjalan menghampiri Vano. Berbeda halnya dengan Lisa yang kesal bukan main.
"Sayang ko matanya sembab, abis nangis ya..."goda Vano.
"Enggak ko ka, ke lilipan aja. Yuh ke kantin..."ajak Elisya.
"Ayo..."ucap Vano lalu menggenggam erat tangan Elisya menuntunnya menuju kantin.
Elisya dan Vano duduk berdua di bangku kantin sambil memesan beberapa makanan.
"Kita cuman berdua ya kak? Yang lain mana. Temen-temen kakak, kak Angel juga..."tanya Elisya.
Vano tersenyum,
"Udah aku suruh pergi, biar bisa berduaan aja sama kamu. Kalau Angel aku udah beliin dia makanan tadi..."jawab Vano jujur.
Wajah Elisya berubah sendu,
"Harus banget ya kak, sampai dibeliin makanan..."ucap Elisya cemberut.
Vano terkekeh melihat ke gemasan Elisya
"Gak usah cemburu sama Angel, kaka cuman jagain dia. Dia itu teman kaka dari kecil. Jadi wajar kan kalau kaka peduli..."jelas Vano.
"Ya tetep aja kan ka Vano pernah suka sama ka Angel..."ketus Elisya.
"Udah itu kan dulu, sekarang ngga. Udah buruan habisin makanan nya. Nanti keburu bel masuk kelas bunyi..."bujuk Vano lalu dibalas anggukan oleh Elisya.
🕓🕓🕓
Pemandangan itu dilihat oleh semua siswa-siswi sekolah itu dengan berbagai tatapan, ada yang iri dan ada yang tidak suka.
__ADS_1
Begitupun dengan Angel dan teman-temannya.
"Ngel, katanya Vano sama Elisya udah jadian loh..."goda Karin.
"Bodo amat lah gue gak peduli..."jawab Angel acuh.
"Lo yakin Ngel, kayanya Vano gak akan perhatian lagi sama lo, karena sekarang dia udah punya prioritas baru..."ejek Karin.
Angel nampak berpikir,
"Benar juga ya lo, tapi kayanya gak mungkin deh. Vano pasti tetep perhatian sama gue..."pede Angel.
"Ya terserah lo sih kalau gak percaya..."ucap Karin lagi.
"Dah lah yuk cabut..."ucap Angel.
Begitu pun dengan Samuel dan Riski yang tengah mengamati Elisya dan Vano.
"Gue juga ngerasa bersalah sebenernya, tapi lo liat sendiri kan dia gimana sama Vano..."kesal Samuel.
"Hati cewe tuh lembut Sam, perasaan dia tu sensitif banget, dia pasti sakit hati banget denger lo ngomong gitu, lo harusnya mikir Sam. Kalau lo beneran tulus sama dia, lo bahagiakan dong. Bukan dikata-katain gitu..."sindir Riski.
"Harusnya lo berpikir lebih dewasa dong Sam, lo bilang dia murahan kan? Emang lo ada bukti apa. Apa pernah lo liat dia godain cowok-cowok sini..."tanya Riski lagi.
"Nggak pernah sih..."jawab Sam jujur.
"Gue saranin lo minta maaf deh sebelum terlambat, gue liat Elisya juga anak baik-baik. Lo gak seharusnya main hakim sendiri gitu. Lo tanyain sama dia. Minta penjelasan ke dia. Jangan main marah aja lo Sam, kasih dia kesempatan buat ngejelasin sama lo..."saran Riski.
"Lo benar juga sih Ki, harusnya gue gak emosi kaya kemarin, tapi apa Elisya masih mau maafin gue..."ucap Sam sendu.
"Usaha dulu kali Sam, yang penting kan lo udah nyesel, lagian sih lo percaya aja sama kata-kata Angel. Mungkin aja itu cuman rencana dia biar lo benci sama Elisya. Lo tau kan Angel ngejar-ngejar lo, pasti dia gak suka lah lo dekat-dekat sama Elisya..."jelas Riski lagi.
"Thanks ya Ki, udah mau ngingetin gue. Gue juga udah denger berita tentang Vano dan Elisya jadian. Gue harus ikhlas. Mencintai bukan semuanya tentang memiliki kan? Tapi tentang gimana biar orang yang kita cintai bahagia. Gue ikhlas ko kalau jadi temannya doang..."ucap Sam.
__ADS_1
"So bijak lo Sam, nah gitu dong, ini baru Sam yang gue kenal. Gak harus memiliki Sam, yang penting lo selalu ada disamping dia saat dia senang atau sedih. Itu lebih dari cukup..."sarah Riski.
"Siap Ki, gue bakal usaha..."jawab Samuel semangat.
"Nah gitu dong..."jawab Riski lalu mereka tertawa bersama.
🕓🕓🕓
"Ka Angel, aku boleh gabung geng kalian nggak? Tujuan kita sama kan. Aku benci banget sama Elisya..."ucap Lisa.
Angel tertawa meledek,
"Lo bukannya sahabat nya Elisya yah. Yakin lo..."ejek Angel.
"Yakin kak, sekarang dia bukan sahabat aku lagi. Aku benci banget sama dia..."jujur Lisa.
"Haha bagus nih Ngel, kita bakal lebih mudah bikin Elisya sakit hati..."sambung Karin.
"Gue ngga setuju, temen apaan yang ninggalin temen sendiri kaya gini, lo harusnya gak boleh khianatin Elisya..."ucap Bella.
"Eh Bella lo tuh apa-apaan sih, ngapain lagi malah bela in Elisya..."kesal Karin.
"Lo jangan macam-macam ya Bella, lo tau kan gue siapa? Kalau lo macam-macam lo terima akibatnya..."ledek Angel.
Bella nampak menahan emosinya.
"Iya Ngel..."lirihnya pelan.
"Oke kalau gitu lo diterima gabung sama kita-kita..."ucap Angel sambil menunjuk kearah Lisa.
Lisa langsung senang,
"Makasih ka..."jawabnya antusias.
__ADS_1