
Sesampainya dikamar Elisya, Vano langsung membuka pintu kamarnya karena memang tidak dikunci, perlahan Vano mulai menurunkan tubuh Elisya ke sofa.
"Beristirahat lah, kaka akan pergi..."ucap Vano lalu mulai melangkahkan kakinya untuk keluar.
Elisya mengumpulkan keberaniannya untuk memegang tangan Vano, kini ia telah menahan tangan Vano
"Ada apa Sya..."tanya Vano heran.
"Makasih ya kak..."ucap Elisya dengan malu-malu.
Vano sedikit menyunggingkan senyuman kepada Elisya.
"Iya..."jawab Vano lalu mengacak rambut Elisya.
Vano pun melangkahkan kakinya meninggalkan Elisya.
Setelah Vano menutup kembali pintu kamar Elisya.
Elisya langsung memegangi dadanya
"Astaga ko gue gugup banget gini ya..."gumam Elisya.
Lalu ia langsung melirik sekeliling ruangan, tidak ada Lisa. Elisya menghembuskan nafasnya lega.
"Syukurlah untung saja Lisa tidak ada, bisa-bisa dia marah sama gue, keliatan banget dia suka sama ka Vano..."gumam Elisya.
Elisya pun memutuskan untuk tidur siang sebentar.
_____
"Ngel, tadi gue liat Vano gendong Elisya..."ucap Karin.
"Iya Ngel, gue juga liat..."sambung Bella.
Angel nampak tak peduli,
"Bodo amat lah Vano mau dekat sama siapa, yang penting tuh anak udah gak gangguin Sam lagi..."sahut Angel ketus.
"Lo yakin gapapa Ngel..."tanya Karin lagi.
"Ngga lah, lagian semua orang juga tau Vano itu suka sama gue..."jawab Angel dengan sombongnya.
Dari kejauhan terlihat Sam sedang berjalan menuju kamar Elisya.
__ADS_1
"Ngel tuh si Sam..."tunjuk Karin.
"Astaga pujaan hati gue ganteng banget, kalian berdua pergi, gue mau kesana..."perintah Angel.
Bella dan Karin pun hanya menurut saja.
Angel terlihat berlari kecil menghampiri Sam.
"Hai Sam, mau kemana sih buru-buru..."tanya Angel manja sambil bergelayut ditangan kekar Sam.
Sam yang merasa risih langsung menepis tangan Angel.
"Gue mau nyamperin Elisya..."jawab Sam singkat.
"Ngapain sih si Sam peduli banget sama gadis itu, sebel banget gue, gue harus bikin Sam benci sama dia, gimanapun caranya..."gumam Angel.
Terbesit Ide didalam otak Angel. Ia pun kembali tersenyum
"Oh iya tadi aku lihat Elisya loh Sam..."ucap Angel masih dengan nada manjanya.
Sam yang mendengar nama Elisya disebutkan langsung menatap ke arah Angel.
"Dimana..."tanya Sam antusias.
"Tadi sih lagi digendong sama Vano..."ucap Angel sengaja memanas manasi.
"Iya sama Vano, tuh cewe dasar murahan, kemarin deketin lo sekarang Vano, terus besok siapa lagi coba, playgirl tuh kayanya Sam, lo hati-hati deh dekat-dekat sama dia, dia cuman mau numpang populer deh sama lo..."ucap Angel sengaja mengarang pembicaraan.
Sam yang merasa kesal tak menghiraukan Angel lagi, ia berjalan dengan cepat menuju kamar Elisya.
Angel yang melihat Sam emosi tertawa senang
"Rasain lo cewe murahan, ini baru permulaan, gue bakal bikin Sam benci se benci bencinya sama lo..."ucap Angel tersenyum puas.
Sam membuka pintu kamar Elisya cukup keras, hingga membuat Elisya terbangun dari tidurnya.
"Kak Sam, ada apa sih kak..."tanya Elisya penasaran.
Sam mencoba menetralkan emosinya, ia mencoba menahan segala kesalnya.
"Maaf ya Sya kaka ganggu kamu..."jawab Sam mulai melemah.
"Iya, duduk sini kak..."ucap Elisya sambil menuju sofa dengan tertatih tatih.
__ADS_1
Sam yang melihat itu langsung menghampiri Elisya dan membantunya duduk.
"Kaki kamu kenapa Sya..."tanya Sam khawatir.
"Ngga papa ko ka, cuman luka dikit..."jawab Elisya.
Akhirnya Sam berinisiatif ingin menembak Elisya hari ini juga, ia tak ingin Elisya dekat dengan laki-laki manapun, ia benar-benar mencintai Elisya.
Sam mulai berjongkok didepan Elisya yang sedang duduk disofa.
Elisya yang merasa heran pun bertanya
"Kaka ko disitu..."tanya Elisya.
Sam memegang kedua tangan Elisya, membuat Elisya kaget bukan main
"Sya kaka itu suka sama kamu dari sejak awal ketemu kamu, kaka ga suka kamu dekat dengan laki-laki manapun Sya, kamu mau gak jadi pacar kaka..."tanya Sam.
Elisya kaget, ia bingung harus bagaimana, ia hanya menganggap Sam sama seperti kakanya yang selalu ada untuknya. Ia tidak menyangka Sam malah menyukainya
Elisya pun menjawab dengan sangat hati-hati, ia tak ingin menyakiti hati Sam
"Maaf ka, Elisya bukannya mau nyakitin kaka, tapi Elisya itu udah nganggep kaka sama kaya kaka kandung Elisya sendiri, yang selalu ada untuk Elisya..."ucap Elisya menunduk.
Deg
Sam merasa tersambar petir, hatinya bergemuruh menahan emosi sekaligus kekecewaan, Ia pikir selama ini Elisya nyaman dengannya, Tiba-tiba perkataan Angel yang mengatakan Elisya hanya mengejar kepopuleran nya terngiang ngiang dikepala Sam, membuat emosinya semakin menggebu gebu.
Ia melepas tangan Elisya
Sam tertawa keras.
"Aku pikir kamu beda Sya dari yang lain, ternyata sama saja, kamu playgirl, hanya mengincar kepopuleran..."ucap Sam sinis.
Bagaikan tertusuk seribu jarum secara bersamaan, Elisya merasa hatinya sangat sakit karena perkataan Sam, orang yang selama ini selalu ada untuknya malah mengata-ngatai nya seperti ini.
"Apa maksud kaka..."tanya Elisya dengan suara bergetar menahan tangisnya.
"Kaka tau kamu digendong Vano kan, semudah itu kamu digendong oleh laki-laki yang kamu baru kenal, dasar murahan..."tanya Sam tersulut emosi.
Elisya sudah tak mampu lagi menahan air matanya, kini ia sudah menumpahkan air matanya.
Sam yang melihat Elisya menangis menjadi kaget.
__ADS_1
"Kaka jahat, Elisya benci sama kaka, Elisya pikir kaka itu sama seperti kaka kandung Elisya yang selalu ada untuk Elisya, ternyata kaka jahat sama Elisya..."ucap Elisya dalam tangisnya.
Sam yang tersulut emosi karena perkataan Angel tak memperdulikan kata-kata Elisya, ia pergi meninggalkan Elisya sendiri dikamarnya.