
Hallo readers setiaku π€
Author bener-bener akan double up malam iniπpantau terus yawsπ
ππποΈ
Diruangan yang gelap, penuh dengan pecahan botol minuman keras. Disanalah Vano berada.
Dengan baju yang acak-acakan dan wajah yang begitu tak terawat lagi. Ia hanya diam sambil menghisap sebatang rokok, pandangannya kosong. Benar-benar seperti orang yang kehilangan semangat hidupnya.
Perlahan pintu yang memang tidak ia kunci itu terbuka. Angel benar-benar kaget melihat situasi kamar ini. Tak bisa dipungkiri ia takut sekali sekarang. Namun ia memberanikan dirinya untuk meminta maaf kepada Vano. Ia juga berniat memberitahukan jika ia bertemu dengan Elisya.
Angel datang bersama Riski. Namun ia menyuruh Riski menunggu diluar saja. Dengan berat hati Riski mengizinkan nya walaupun rasa khawatirnya teramat sangat besar pada Angel.
Angel melangkah pelan, mendekati Vano yang tak menyadari kedatangannya.
"Vano..."panggil Angel pelan.
Vano tentu saja tau siapa pemilik suara itu. Ia membuang rokoknya asal dan bangkit berdiri. Menatap Angel sangat tajam seperti ingin membunuhnya saat ini juga.
"Ngapain lo kesini sialan..."bentak Vano.
Tubuh Angel gemetar sekarang, ia benar-benar takut pada sosok Vano didepannya ini. Namun ia tetap bertekat untuk meminta maaf.
"Gue kesini mau minta maaf sama lo Van, gue tau gue salah, tolong maafin gue..."lirih Angel pelan sambil menunggu.
Tiba-tiba Vano tertawa, terdengar sangat mengerikan. Ia mengambil sebotol minuman keras dan melemparkannya ke tembok hingga botol itu pecah berserakan di lantai.
Angel benar-benar takut sekarang, bahkan kakinya rasanya sudah lemah untuk menopang tubuhnya berdiri.
"Enak banget lo ngomong, emang maaf lo bisa apa?..."lirih Vano pelan.
"BISA GAK BALIKIN KEBAHAGIAAN GUE, BISA GAK BALIKIN ELISYA BUAT GUE, BISA LO LAKUIN ITU NGEL..."bentak Vano sangat keras sambil memegang kedua bahu Angel cukup kencang.
Angel tak bisa membendung air matanya. Ia sudah menangis terisak-isak. Vano bagaikan monster yang sangat mengerikan.
__ADS_1
"GAK USAH NANGIS, AIR MATA LO ITU GAK BISA NGERUBAH KEADAAN, ENAK BANGET LO DATANG DAN BILANG MINTA MAAF SAMA GUE. GUE GAK AKAN MAAFIN LO SEBELUM LO BISA BAWA ELISYA KETEMU GUE..."teriak Vano semakin kencang.
Angel menangis semakin kencang, bahkan dadanya sudah terasa sesak sekarang.
"Gue udah dapetin karmanya Vano, gue sakit sekarang, gue sakit jantung..."lirih Angel.
Bukannya kasian Vano malah tertawa terbahak-bahak.
"LO PIKIR GUE PERCAYA, LO MAU PURA-PURA SAKIT LAGI DIDEPAN GUE HAH? DASAR LICIK..."bentak Vano.
"Lo bisa bunuh gue kalau gue bohong soal penyakit gue kali ini Vano, lo mau kita kerumah sakit mana untuk ngebuktiin penyakit gue bener atau enggak?..."tantang Angel. Ia sudah berani menatap mata Vano meski masih ada ketakutan yang teramat besar disana.
Vano nampak tertegun, ia mencari sebuah kebohongan dimata Angel, namun tidak ada. Gadis ini benar-benar mengatakan yang sebenarnya.
Angel mengeluarkan ponselnya. Memperlihatkan kepada Vano hasil pemeriksaan jantungnya minggu lalu. Lagi-lagi itu membuat Vano terdiam dan mulai melepas cengkraman tangannya di bahu Angel.
"Gue nyesel ya Van, gue dateng kesini baik-baik karena gue mau minta maaf sama lo, gue tau gue salah Vano hiks hiks tapi sekarang gue udah kena karmanya, gue wanita penyakitan sekarang, hiks..."jelas Angel terisak-isak dalam tangisnya.
"Gue cuman gamau lo jadi gini Vano, lo itu sahabat gue. Hati gue sakit liat lo gini Vano. Gue udah ketemu Elisya kemarin waktu di Amerika. Gue juga udah jelasin semuanya ke dia tentang gimana sayangnya lo ke dia. Hiks gue bahkan pengen berlutut di kaki dia dan memohon maaf atas kesalahan gue. Gue juga minta maaf atas kesalahan lo ke dia. Hiks hiks..."ucap Angel terus terisak.
"Dan lo tau apa kata dia, dia berhati malaikat Vano, dengan gampangnya dia maafin gue, dia juga maafin lo, bahkan mata dia gak bisa bohong, kalau dia khawatir sama lo saat gue ceritain keadaan lo sekarang..."bentak Angel.
Tubuhnya rasanya sangat lemah sekarang, dadanya juga sakit karena terlaku banyak menangis.
Vano menjatuhkan dirinya tepat didepan Angel. Tanpa diduga Vano malah menarik tubuh Angel kedalam pelukannya. Membuat tangisan Angel semakin histeris.
"Gue sayang banget sama Elisya Ngel..."lirih Vano sangat pelan bersamaan dengan air matanya yang juga menetes.
Kedua sahabat itu menangis dalam satu pelukan yang begitu hangat. Meluapkan rasa penyesalan mereka masing-masing.
"Gue nyesel hiks, kalau aja dengan lo ngambil nyawa gue bisa balikin kebahagian lo yang dulu, maka gue gak akan mikir dua kali buat wujudin itu buat lo Van hiks hiks..."tubuh Angel bergetar karena menangis sesenggukan dalam pelukan Vano.
"Gue baru sadar kalau lo berarti dalam hidup gue, lo sahabat terbaik gue, maafin gue Vano hiks maafin gue..."lirih Angel pelan sebelum kesadarannya benar-benar menghilang.
Ia pingsan dipelukan Vano, dadanya sesak. Tentu saja itu membuat Vano panik, bahkan ia sudah berlari membopong tubuh Angel keluar ruangan itu.
__ADS_1
πππ
Acara malam ini di kediaman Qiandra sudah ramai sekali yang datang, rekan-rekan bisnis dari berbagai negara datang ke acara ini.
Bahkan Arvie, David, Farhan dan Sam sudah mengenakan pakaian formal, dengan balutan jas dan dasi yang sudah rapi dan berwibawa.
Banyak sekali yang datang hari ini. Bahkan kediaman Qiandra sudah dipenuhi dengan rekan-rekan kerja ayahnya.
Begitu juga dengan Elisya, Bella dan Lisa yang sudah cantik dengan balutan dress yang begitu elegan.
Semua mata tertuju pada mereka yang berjalan secara beriringan keruang tengah.
Banyak mata yang berdecak kagum pada sosok Arvie dan Elisya, yang merupakan pewaris kekayaan keluarga Qiandra.
Bahkan banyak wanita yang menatap Arvie memuja, tentu saja Bella sangat kesal melihat itu. Padahal Arvie tak merespon nya sama sekali, tapi tetap saja Bella cemburu dan itu mutlak!
"Ganteng banget keturunan Qiandra?..."
"Udah nikah belum ya?..."
"Gue bakal minta bokap gue jodohin gue sama dia..."
"Definisi sempurna..."
"Dia akan jadi milik gue..."
Begitulah sekira bisikan-bisikan yang tidak enak didengar, banyak sekali yang memandang Arvie dengan tatapan memuja.
Siapa yang tidak tertarik pada Arvie. Pria itu tak akan jatuh miskin sampai tujuh turunan sekalipun. Siapa yang tak mau menjadi istinya. Bahkan sekarang banyak wanita yang nampak menggilainya.
Acara itu kemudian dimulai. Acara berjalan sebagai mana mestinya. Arvie juga sudah mengumumkan tentang kecelakaan yang menimpa orang tuanya. Tentu kabar itu menyebar dengan cepat sekali. Bahkan hampir semua orang terkejut dengan kabar itu.
Sekarang saatnya Arvie mengumumkan tentang kepewarisan yang akan ia pertanggungjawabkan. Ia menggenggam tangan Elisya yang berada disampingnya dengan dress yang sangat elegan.
__ADS_1
"Saya Arvie Qiandra, putra pertama dari Ferly Qiandra dan Revina Qiandra. Dan disamping saya ada adik saya satu-satunya, Elisya Caithlyn Qiandra. Kami berdualah yang akan menjadi penerus perusahaan besar orang tua kami. Kami harap kita semua bisa bekerja sama dengan baik. Saya dan adik saya akan berjuang lebih keras lagi untuk bisa menggantikan posisi ayah saya..."ucap Arvie tegas membuat tepuk tangan meriah ditujukan kepada Arvie dan Elisya.