Elisya

Elisya
Diantar Vano


__ADS_3

Jam istirahat sudah berakhir, semua siswa-siswi kembali ke kelas masing-masing.


"Sya kaka ke kelas dulu, udah masuk tuh. Kamu belajar yang rajin ya, jangan nakal..."pesan Vano sambil mengusap lembut kepala Elisya.


Elisya tersenyum senang,


"Siap bos..."jawab Elisya dengan tangan seperti sedang hormat.


Vano tersenyum menanggapi kelakuan Elisya. Lalu mereka pun menuju kelas masing-masing.


Belum sempat Elisya sampai ke kelas, ia sudah dihadang oleh Angel dan teman-temannya, termasuk Lisa anggota baru geng itu.


"Stop, mau kemana lo hah? Udah berasa hebat lo bisa pacaran sama Vano..."ledek Angel.


Elisya menatap mereka malas,


"Biasa aja..."jawabnya cuek.


"Dasar cewe gak tau diri, lo tuh ga pantes buat Vano tau nggak?..."bentak Karin.


"Terus siapa yang pantas, kaka? Kayanya nggak pantas deh..."jawab Elisya. Elisya memang tak pernah takut dengan siapapun. Prinsipnya jika diam maka ia akan semakin ditindas, jadi ia harus berani melawan.


"Berani banget lo ya..."kesal Karin.


"Udah ka, cewe murahan kaya gini emang gak tau diri ka..."sambung Lisa.


Bella tersenyum singkat,


"Hati-hati ya ka, dia udah khianatin aku loh ka, bisa aja nanti kaka yang di khianatin..."ledek Elisya sambil menatap ke arah Lisa.


"Diam ya mulut lo..."Lisa langsung emosi.


"Udah ya ka, aku mau ke kelas. Gak ada waktu buat ladenin kalian semua..."ucap Elisya lalu berjalan meninggalkan Angel dan teman-temannya.


"Berani banget tuh anak, awas aja kita kasih pelajaran nanti..."ucap Angel.


"Iya bener tuh, makin berani aja sama lo..."sambung Karin.

__ADS_1


"Udah cabut..."perintah Angel yang diikuti oleh teman-temannya.


🕓🕓🕓


Saat dikelas Elisya benar-benar tidak memperdulikan Lisa lagi, kali ini ia benar-benar kecewa pada Lisa yang telah menghina dan mengkhianati nya.


Sampai tak terasa jam pulang sekolah sudah tiba, Bella bergegas menuju gerbang, disana Vano sudah menunggunya dengan senyuman manisnya.


"Sayang buruan masuk..."ajak Vano.


Elisya dengan cepat masuk ke dalam mobil Vano,


"Sya, besok kan akhir pekan. Mau gak liburan sama kaka?..."ajak Vano.


Elisya terlihat sangat antusias,


"Kemana ka?..."tanyanya.


"Gimana kalau kita ke pantai?..."tawar Vano.


"Terus mau kemana dong?..."tanya Vano lagi.


"Gak usah liburan deh ka, kita jalan-jalan aja keliling kota. Sambil makan-makan gitu, pasti asik deh..."jelas Elisya.


"Oke yaudah kalau kita, sekarang kaka antar pulang ya..."jawab Vano lalu mulai menjalankan mobilnya.


🕓🕓🕓


Dari kejauhan Angel nampak kesal melihat kedekatan Vano dan Elisya,


"Gila Ngel, baru kali ini lo gak diajak pulang sama Vano, kayanya lo beneran di lupain deh..."ucap Karin.


"Bener tuh ka, kaka kan paling populer disini, harusnya kaka yang lebih cocok sama ka Vano..."ucap Lisa memanas-manasi.


"Bener tuh Ngel kata Lisa, lo emangnya mau kehilangan Vano..."tanya Karin lagi.


"Udah lah ngapain di debatin sih, wajar kan dia kaya gitu. Mereka kan pacaran..."jawab Bella malas.

__ADS_1


"Lo tuh kenapa sih Bel, belain mereka mulu..."kesal Karin.


"Udah ah diam kalian semua, ayo pulang..."ucap Angel. Mereka pun diam dan pulang kerumah masing-masing.


🕓🕓🕓


"Ki gue pulang duluan ya, soalnya rencananya gue mau ke Mall dulu. Mau beliin sesuatu buat permintaan maaf gue sama Elisya..."pamit Sam.


"Mau gue temenin nggak Sam..."tawar Riski.


"Eh boleh juga tuh, kalau gitu nanti lo kerumah gue aja ya..."jawab Sam.


"Oke, yaudah yuk pulang..."jawab Riski.


Mereka berdua pun mulai mengendarai mobil masing-masing.


🕓🕓🕓


Disisi lain Vano sudah menghentikan mobilnya dihalaman rumah Elisya.


"Makasih ya kak udah nganterin Elisya..."


"Iya sayang, wajar dong dianterin kan pacarnya aku..."goda Vano.


Pipi Elisya memerah seketika,


"Kaka ih..."


Vano terkekeh


"Udah sana masuk, makan terus istirahat ya Sya, besok siang kaka jemput deh..."


"Siap ka, yaudah Elisya masuk dulu. Kaka hati-hati ya..."pesan Elisya lalu keluar dari mobil Vano.


"Dah ka..."sambung Elisya sambil melambaikan tangannya.


"Dah sayang..."balas Vano lalu melajukan mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2