Elisya

Elisya
Birthday School


__ADS_3

Dikamar Elisya, ia terlihat sangat sibuk mempersiapkan segala perlengkapan yang akan ia bawa. Ia tak terlalu suka yang ribet ia hanya membawa barang-barang yang penting-penting saja, dan beberapa lembar pakaian.


"Sayang lagi ngapain sih kamu..."Revina sang ibu masuk kekamar Elisya.


"Eh mamah sini duduk mah..."ucap Elisya menuntun sang ibu duduk di ranjangnya.


"Ini loh mah besok akan ada acara ulangtahun sekolah dan acara itu akan diraya in di Raja Ampat Papua barat loh mah, Elisya ga pernah kesana sih mah tapi Elisya udah searching di google tentang wisata itu, dan bener-bener bagus banget mah tempatnya, keliatan sangat asri..."jelas Elisya sambil tersenyum sumbringah.


"Kamu ke sananya pakai apa Sya, Jet pribadi papah kan ada..."tawar Revina.


"Ngga bisa mah, kami semua harus naik pesawat umum bersama-sama, boleh yah mah..."rengek Elisya.


"Ya udah kamu hati-hati ya disana, perlu bodyguard Sya..."tanya Revina khawatir.


"Ngga usah mah, disana kan ada Lisa teman Elisya mah, aku nggak sendiri kok..."bujuk Elisya.


"Kamu jaga diri baik-baik ya sayang, sini biar mama bantu packing barang-barang kamu..."Revina mulai beranjak membantu Elisya memasukkan barang-barang nya ke koper berwarna biru kegelapan. Koper yang cukup mahal.


Ting terdengar suara pesan masuk di WhatsApp.


"Mah bentar Elisya cek HP dulu..."


Revina hanya mengangguk.


Ternyata terdapat pesan dari grup WhatsApp kelasnya.


Memberitahukan bahwa seluruh siswa harus sudah berada di bandara pukul 08.00 wib. Tidak ada yang boleh terlambat.


"Mah katanya besok tepat jam 08.00 udah harus ada di bandara mah..."ucap Elisya.


"Ya udah tenang aja, nanti mamah sama papah yang nganter kamu, kamu istirahat ya sekarang biar besok gak kesiangan, mama tinggal dulu ya, have a nice dream sayang..."ucap Revina lalu mengusap lembut kepala putrinya.


"Have a nice dream too mom..."jawab Elisya lalu mencium kedua pipi Revina.


Revina hanya tersenyum melihat kelakuan putrinya itu dan beranjak meninggalkan kamar Elisya.


🕓🕓🕓


Tepat pukul 07.00 Elisya sudah siap dengan pakaian sederhana tapi tetap sopan. Ia tengah duduk menikmati sarapan bersama kedua orangtuanya.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Bi Ina bergegas membukakan pintu.


"Eh kak Sam, kenapa pagi-pagi kesini..."ucap Elisya sedikit kaget.


Sam tak langsung menjawab ia mencium tangan kedua orang tua Elisya.


"Hallo om tante, maaf nih kesini pagi-pagi boleh nggak kalau Sam yang nganter Elisya ke bandara, sekalian berangkat bareng Sam..."izin Sam sopan.


Elisya terlihat malu-malu.


Revina mencoba tersenyum walaupun ia mengkhawatirkan putrinya itu.


"Yaudah Sam, sekalian tante titip Elisya yah, tolong jaga dia..."pesan Revina.


"Siap tante, Sam pasti akan jaga Elisya..."jawab Sam semangat.


"Mah pah jangan gitu dong, ngerepotin kak Sam tau..."ucap Elisya cemberut.


"Sya gak papa lagian kan mamah sama papah cuman minta tolong..."ucap Ferly sang ayah sambil mengelus elus kepala Elisya.


"Iya Sya gapapa ko, kaka malahan seneng bisa jaga kamu..."ucap Sam tersenyum senang.


"Sya udah selesai sarapannya? Kita berangkat sekarang yuk, takutnya telat..."ujar Sam.


"Udah nih kak, ayo..."jawab Elisya sembari menarik koper mininya.


Sebelum Elisya menariknya tangannya sudah ditahan oleh Sam.

__ADS_1


"Gak usah biar kaka aja yang bawain koper kamu, kan berat cantik..."goda Sam.


Revina dan Ferly hanya tersenyum melihat Elisya yang kini malu-malu.


Mereka mengantarkan Elisya hingga ke depan pintu.


Elisya dan Sam mulai berpamitan dan mencium tangan Revina dan Ferly secara bergantian.


"Jaga diri baik-baik ya sayang..."ucap Revina seraya memeluk tubuh Elisya.


"Mamah jangan khawatir gitu dong, Elisya cuman pergi beberapa hari mah, senyum dong biar cantik..."rayu Elisya.


Revina tersenyum getir.


"Sayang Elisya sekarang sudah besar dia bisa jaga diri sendiri..."Ferly mencoba menenangkan istrinya.


"Tenang aja tante Sam bakal jaga in Elisya..."ucap Sam menenangkan Revina.


"Ya sudah kalian hati-hati dijalan ya..."ucap Revina seraya melambaikan tangannya beriringan dengan kepergian Elisya dan Sam.


Revina dan Ferly kini sudah bisa tersenyum lega, setidaknya ada Sam yang menjaga putri mereka.


_____


Sesampainya di bandara terlihat sudah banyak siswa siswi berkumpul disana.


Elisya menuruni mobil dan menarik kopernya. Sam terlihat sudah mulai mendata nama-nama siswa yang sudah datang.


Elisya hanya duduk di kursi sambil menunggu keberangkatan.


Pandangan Elisya tertuju pada dua sejoli yang baru datang, ya itu adalah Vano dan Angel, mereka berangkat bersama dalam satu mobil. Tak heran mereka selalu bersama karena mereka adalah sahabat dari kecil.


Vano terlihat sangat melindungi Angel, ia terlihat sangat perhatian dan bersikap ramah pada Angel, berbeda sekali saat ia memperlakukan wanita lain.


"Ka Vano baik banget ya sama ka Angel..."gumam Elisya. Entah ada rasa yang mengganjal dihatinya menyaksikan kejadian itu.


Tapi Elisya tak mau ambil pusing, ia mulai melangkahkan kakinya menuju pesawat bersamaan dengan siswa siswi yang lain. Sebentar lagi pesawat akan berangkat.


"Sya tungguin gue dong..."ucapnya dengan nafas yang menggebu-gebu.


Elisya langsung menengok kebelakang


"Astaga Lisa ko baru nyampe sih..."


"Kesiangan tau gak sih, sebel banget gue..."oceh Lisa.


Elisya tertawa cekikikan


"Kasian banget sih lo, ayo kita kesana, udah mau berangkat tuh..."ajak Elisya.


Lisa hanya mengangguk


Sebelum mereka melangkahkan kakinya Sam sudah berdiri tepat disamping Elisya.


"Sini Sya kopernya biar kaka yang bawain, koper kamu juga Lis, sini biar sekalian..."ucap Vano seraya tersenyum.


Lisa tersenyum senang,


"Makasih kaka ganteng..."ucap Lisa antusias.


Elisya dan Sam hanya tersenyum melihat kelakuan Lisa.


Mereka bertiga pun berjalan beriringan menuju pesawat.


____


Pesawat mulai melakukan penerbangan menuju tempat wisata di Papua barat.

__ADS_1


Perjalanan menghabiskan waktu yang cukup lama, hingga akhirnya mendarat ditempat tujuan.


Raja Ampat Papua barat



Semua siswa kini sudah mulai berjalan membawa koper masing-masing.


Sam dengan cepat langsung membawakan koper Elisya.


"Ayo Sya ikuti kaka, jangan jauh-jauh ya Sya..."pesan Sam.


Elisya hanya mengangguk sambil menikmati pemandangan disana, ini pertama kalinya Elisya menginjakkan kaki di tanah Papua barat.


Elisya berjalan mengikuti Sam, tanpa sengaja ia melihat Vano tengah sibuk membawakan koper Angel,


"Ka Angel beruntung banget, ka Vano memperlakukan ka Angel seperti kekasihnya saja..."gumam Elisya.


Sedangkan Lisa tengah sibuk berfoto ria.


Sampailah mereka di Resort yang telah disewa oleh pihak sekolah, disana terdapat beberapa kamar



Elisya tidur dengan Lisa dalam satu kamar.


"Sya ini kamar kamu sama Lisa, tuh kamar kaka disana, nanti kalau mau apa-apa tinggal samperin aja ya Sya..."ucap Sam seraya menunjuk kearah kamarnya.


"Baik kak, makasih yah kak udah dianterin..."senyum Elisya.


"Tenang aja Sya, kamu istirahat ya Sya nanti malam kita akan ada acara sekaligus ngerayain ulang tahun sekolah kita..."ingat Sam.


Elisya hanya mengangguk dan masuk kedalam kamarnya.


"Si Lisa pasti masih sibuk foto-foto gak cape apa dia..."gumam Elisya.


Elisya pun berfoto didalam kamar sambil bergaya dengan mengangkat tangannya. Ia ingin memposting di Instagram pribadinya, dengan caption Raja Ampat Papua barat.



Setelah memposting itu ia mulai merebahkan dirinya. Tanpa terasa ia sudah terlelap dalam tidurnya.


____


Ditempat lain Vano dengan telaten mempersiapkan segala kebutuhan Angel, karena Angel termasuk anak manja itu sangat merepotkan sekali.


"Udah Van, gue bisa ko, lo keluar aja udah beres juga nih..."ucap Angel. Ia sekamar dengan kedua temannya Bella dan Karin.


"Gue kekamar dulu ya Ngel, lo kalau perlu apa-apa langsung panggil gue..."pesan Vano.


"Ia ah santai aja kali lagian gue juga sama teman-teman gue..."ucap Angel santai.


Vano bergegas meninggalkan kamar Angel, Vano memang memiliki perasaan terhadap Angel, mungkin karena hanya Angel wanita yang ia percaya selain ibunya. Itulah sebabnya Vano sangat melindungi Angel. Vano masih belum bisa memastikan perasaan nya, entah ia benar-benar mencintai Angel, atau hanya rasa ingin melindungi sahabatnya itu.


Matahari sudah mulai tenggelam bagai ditelan gelapnya malam, bulan mulai muncul dengan sinarnya yang begitu terang. Ditemani dengan hembusan angin ditepi pantai dan indahnya gemerlap bintang.


Elisya tengah duduk seorang diri sambil menatap sang rembulan.


Dari kejauhan Vano terlihat sedang menutup tubuh Angel dengan jaketnya.


"Ka Vano baik banget sama ka Angel, aku yakin dibalik sikap ka Vano yang pemarah ada sisi lembut dan penyayang nya..."Elisya bergumam dalam hati.


"Semua siswa siswi diharapkan segera berkumpul..."


Terlihat Sam dan beberapa guru pendamping acara sudah berkumpul disusul oleh semua siswa siswi.


Sam sudah siap untuk menyampaikan sesuatu.

__ADS_1


"Baik teman-teman semuanya, sebelumnya kami dari panitia OSIS dan para guru mengucapkan terimakasih karena telah ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan perayaan ulang tahun sekolah kita tercinta, setelah ini kalian boleh melakukan kegiatan masing-masing, tapi tetap jaga kebersihan dan keselamatan masing-masing, jangan ada yang berjalan terlalu jauh..."ucap Sam.


Semua siswa siswi bertepuk tangan dan mulai memencar kesegala arah.


__ADS_2