Elisya

Elisya
127


__ADS_3

Setelah berbicara panjang lebar bersama Elisya. Dicky benar-benar tidak mempermasalahkan kedatangan Vano lagi. Ia benar-benar mempercayai Elisya sepenuhnya. Bahkan ia mengurangi rasa posesif nya, bukan karena ia tak sayang lagi pada Elisya. Tapi karena ia benar-benar mempercayai Elisya dan yakin akan cinta wanita itu.


Waktu berjalan begitu cepat. Bahkan pernikahan Elisya dan Dicky hanya tersisa 3 hari lagi. Setelah perdebatan panjang karena Dicky ingin mempercepat pernikahan nya. Akhirnya pernikahan itu benar-benar dipercepat. Ada sedikit rasa kesal yang dirasakan Elisya. Namun ia mengerti jika Dicky benar-benar ingin memilikinya secepatnya.


Bersamaan dengan pesta pernikahan yang dipercepat, hal itu tentu membuat semua orang sibuk mempersiapkan pesta pernikahan mewah itu.


Bahkan Angel dan Riski juga datang lebih awal, karena ingin membantu persiapan pernikahan Elisya. Kabarnya Vano akan datang tepat di hari pernikahan Elisya saja. Hal ini tentu sangat berat bagi Vano, tapi pria itu mencoba berdamai dengan keadaannya.


Diruang tamu ada Bella dan Arvie yang tengah menonton televisi bersama. Pasangan baru itu terlihat begitu mesra. Dengan Arvie yang berbaring dipaha Bella.


Arvie sudah mengarahkan ratusan bodyguard nya untuk mempersiapkan pesta pernikahan mewah adiknya. Biar bagaimanapun juga, ia ingin menghabiskan banyak waktu berdua dengan Bella. Ia bahkan merencanakan bulan madu keliling dunia bersama Bella.


"Vie, gue mau ke Paris sih. Boleh gak?..."tanya Bella agak ragu.


Arvie mendongak nenatap wajah cantik Bella.


"Apa sih yang enggak buat istri gue. Gue akan ajak lo keliling dunia. Sekalian bulan madu..."goda Arvie.


Bella menepuk pelan lengan Arvie karena kesal. Kenapa yang ada dipikiran pria ini hanya hal itu saja.


"Ihh mikirin itu mulu..."


Arvie terkekeh melihat tingkah Bella yang menurutnya selalu saja menggemaskan.


"Biar cepat punya baby. Lo gak mau? Gue pengen punya 4 anak sama lo Bel. Boleh gak?..."ucap Arvie nampak mengutarakan impiannya.


Bella tersenyum tulus, "Sebagai istri yang baik gue akan berusaha wujudin semua keinginan lo Vie. Termasuk punya baby..."jawab Bella lembut.


Arvie tersenyum senang sambil menyembunyikan wajahnya diperut ramping Bella.


"Gue sayang banget sama lo Bel..."ungkap Arvie untuk kesekian kalinya.


Tiba-tiba Elisya datang dengan wajah kesal.


"Abangggg..."rengeknya seperti anak kecil saja.


"Kenapa Sya?..."tanya Arvie yang langsung duduk menatap kearah Elisya.


Elisya mengerucutkan bibirnya kesal.


"Bang Iky mana sih, Elisya cariin dari tadi gak ketemu. Elisya capek tau muter-muter..."ucap Elisya mengadu.


Bella tertawa melihat tingkah adik ipar sekaligus sahabatnya itu.


"Bucin banget ya Sya sekarang. Gak bisa jauh-jauh sama Iky..."ledek Bella.


"Bel lo ngeselin tau gak..."kesal Elisya.


Arvie tersenyum melihat kedua perempuan yang sangat ia sayangi itu terlihat akur.

__ADS_1


"Gue liat Dicky didepan tadi. Lagi ngomong sama cewek. Setau gue sih itu sekretaris dia. Lagi ada kerjaan kali..."jawab Arvie jujur.


"Cewek?..."tanya Elisya kaget. Lalu dengan cepat berlari menuju pintu depan membuat Arvie tertawa.


"Adik lo tuh kalau cemburu keliatan banget..."ucap Bella.


"Biarin aja Bel..."jawab Arvie.


"Bel..."panggil Arvie lagi.


"Hm..."jawab Bella berdehem.


"Gue pengen lagi..."goda Arvie.


Bella berdecak kesal. Kenapa pria ini tak ada lelah-lelahnya sama sekali. Apa ia robot dan bukan manusia. Kenapa ia selalu saja menginginkan hal itu.


"Gue capek tau. Badan gue sakit semua gara-gara lo..."keluh Bella.


Arvie menghadap Bella. Mengecup singkat bibir yang menjadi candu baginya sekarang.


"Gue pengen..."rengeknya pelan.


Arghhh dia sangat lucu saat memohon seperti ini.


"Yaudah bentar saja..."jawab Bella malas.


Senyuman merekah di bibir Arvie sebelum membopong tubuh Bella ke kamar.


Didepan pintu rumah utama Qiandra. Dicky terlihat tengah sibuk berbicara dengan seorang wanita cantik yang tak lain adalah sekretaris nya.


Tak ada pembicaraan lain. Hanya seputar pekerjaan saja. Namun Elisya bisa melihat jelas pancaran kekaguman dari mata wanita itu. Memangnya siapa yang tidak tertarik pada Ceo muda seperti Dicky.


Elisya kesal sekaligus cemburu. Ia sudah keliling rumah untuk mencari Dicky. Bagaimana bisa pria ini malah mengobrol dengan gadis cantik selain dirinya. Ini menyebalkan.


Rasanya hati Elisya memanas saat melihat wanita itu terlihat sengaja memegang tangan Dicky. Elisya cukup senang karena Dicky menepis kasar tangan wanita itu. Tapi tetap saja Elisya tak akan tinggal diam melihat wanita yang berniat menggoda calon suaminya itu.


Elisya tentu tidak mau kelihatan berlebihan. Ia berjalan mendekati sosok Dicky dengan sedikit senyum.


"Sayang Esya dari tadi nyariin loh..."panggil Elisya manja dengan sengaja. Ia tak terbiasa memanggil Dicky sayang, namun kali ini ia memang sengaja.


Dicky dan sekretaris nya menoleh kearah sumber suara. Dicky sedikit tertegun sekaligus senang saat Elisya memanggilnya seperti itu. Berbeda halnya dengan sekretaris Dicky yang terlihat tidak senang dengan kedatangan Elisya.


Jika tadi Dicky menolak secara kasar saat sekretaris nya itu menyentuh tangannya. Kini ia malah merengkuh erat pinggang ramping Elisya.


"Gue lagi ngomongin kerjaan, nanti makan bareng ya..."ucap Dicky sangat lembut pada Elisya.


Elisya nampak merengek didepan Dicky.


"Esya laper tau. Perutnya udah bunyi dari tadi. Tapi pengennya makan sama bang Iky aja. Pengen disuapin boleh gak?..."tanya Elisya menggemaskan sambil melirik melihat respon sekretaris Dicky.

__ADS_1


Benar saja sekretaris Dicky bahkan mengepalkan tangannya karena kesal pada Elisya. Disitulah Elisya merasa berhasil.


Dicky tersenyum senang. "Ayo makan sekarang. Masa calon istri gue lapar gini sih? Ayo masuk gue gendong ya..."tawar Dicky.


"Em tapi pak urusan kita belum selesai..."ucap sekretaris Dicky mencoba menghalangi.


Dicky menoleh malas kearah sekretaris nya itu.


"Kamu dengar sendiri calon istri saya sedang lapar. Kita bicarakan ini lain kali. Saya sibuk..."balas Dicky datar.


Elisya tersenyum puas melihat perlakuan Dicky pada sekretaris nya.


"Abang ayo gendong, Esya laperr..."ucap Elisya sengaja.


Benar saja Dicky langsung membopong tubuh Elisya dan membawanya masuk kerumah tanpa menghiraukan sekretaris nya itu yang kini tengah menghentakkan kakinya kesal.


"Apa sih hebat nya gadis itu, Gue lebih cantik dan sexy. Gue berhak milikin Dicky buat gue..."ucapnya sinis.


🕓🕓🕓


Dicky menurunkan Elisya dimeja makan. Ia berniat mengambilkan makanan yang memang sudah tersaji diatas meja. Tangannya dengan cepat mempersiapkan sepiring makanan dan minuman untuk Elisya.


"Abang Elisya mau makan dikamar aja..."rengek Elisya membuat Dicky tersenyum dan langsung mengangguk menyetujui.


Akhirnya Elisya berjalan ke kamarnya diikuti Dicky dibelakangnya. Sesuai ucapannya kini Dicky dengan telaten menyuapi Elisya dibalkon kamar Elisya. Mereka duduk diatas matras saling berhadapan.


"Elisya gak suka sama sekretaris abang itu..."jujur Elisya to the point.


"Gue akan pindah posisi dia nanti. Lo gak usah khawatir..."ucap Dicky gampang.


Elisya tersenyum puas. Akhirnya ia bisa menyingkirkan wanita gatal itu.


"Makasih ya bang..."ucap Elisya lalu dengan cepat mengecup singkat bibir Dicky membuat sang empunya kaget.


Kemudian tersenyum.


"Udah berani ya sekarang Sya?..."goda Dicky.


Elisya tertawa kecil.


"Kan bentar lagi jadi suami..."goda Elisya tak mau kalah.


Akhirnya Dicky meletakkan makanan itu disamping nya dan menarik tengkuk Elisya untuk meraih bibir mungil wanita itu. Ia ******* pelan bibir Elisya yang kini sudah menjadi candu baginya.


Elisya tak menolak. Gadis itu malah memejamkan matanya. Menikmati detik demi detik kebersamaannya dengan Dicky.


Entahlah apa yang terjadi setelah itu. Biarkan mereka dan Author saja yang tauu hehehe🤪🤣🤣🤣


Gimana nih part ini? Maafin ya updatenya lama banget. Rencananya author mau tamatin cerita ini dalam beberapakali episode lagi. Sebenernya author gak jago bikin novel. Author juga khawatir kalau endingnya gak sesuai sama ekspektasi kalian atau mungkin endingnya kurang bagus. Author juga masih belajar🤗 Mohon dukungannya ya teman-teman 🥰❤️

__ADS_1


Setelah novel ini tamat author akan lanjutin novel author yang satunya, yang judulnya Bella. Kalian jangan lupa baca juga yak! pokonya gak kalah serunya deh sama cerita ini. Jangan lupa like, coment juga ya man teman🥰❤️ I love you all💜



__ADS_2