Elisya

Elisya
124


__ADS_3

Minggu kian minggu berlalu begitu cepat setelah kembalinya mereka ke kediaman utama Qiandra di Amerika. Berbagai persiapan untuk pernikahan mewah Arvie dan Bella sudah dipersiapkan dengan sangat matang.


Bella sudah menyelesaikan ujiannya dengan baik dan dinyatakan lulus. Sekarang hanya tinggal 2 hari lagi menjelang hari pernikahan mereka.


Undangan sudah tersebar di berbagai negara. Semua keluarga besar Qiandra dan kolega bisnis akan ikut serta berhadir nanti.


Mereka hampir tak punya waktu santai. Mereka semua sibuk mempersiapkan segala keperluan untuk resepsi yang tinggal 2 hari lagi.


Tidak ada waktu santai lagi bagi mereka. Keluarga Qiandra sudah berada dikediaman Arvie, termasuk kakek dan neneknya juga.


Arvie sendiri sangat sibuk akhir-akhir ini. Selain mempersiapkan untuk pernikahan nya, ia juga mengurus bisnis-bisnis nya. Itulah yang membuat Arvie tak bisa menemui Bella beberapa minggu ini. Terakhir kali mereka bertemu hanya saat di Indonesia sekitar 3 minggu yang lalu.


Kediaman utama Qiandra sudah ditata dengan sangat mewah dan indah tentunya. Bahkan segala persiapan sudah hampir sempurna.


Sekarang Arvie tengah sibuk dengan laptopnya di kamarnya. Elisya tiba-tiba datang dan membawakan segelas jus untuk Arvie.


"Bang, nih buat abang. Jangan capek-capek dong, nanti sakit tau. Pernikahan abang tinggal 2 hari lagi. Elisya gak mau abang nanti malah gak sehat..."peringat Elisya.


Arvie tersenyum, bersamaan dengan tangannya yang perlahan menutup laptop dihadapannya.


"Gue baik-baik aja Sya. Lo kok jam segini belum tidur. Jangan begadang, pernikahan lo sama Dicky diadakan 2 minggu kedepan. Itu waktunya yang sebentar Sya..."tegas Arvie.

__ADS_1


Elisya cemberut mendengar teguran Arvie.


"Elisya gak bisa tidur tau. Makanya nyamperin abang kesini. Mau tidur sama abang ya. Malam ini aja deh..."mohon Elisya dengan puppy eyes nya.


Arvie tertawa kecil lalu mengacak pelan rambut Elisya.


"Ayo tidur sekarang..."ajak Arvie lalu berbaring di atas kasurnya.


Elisya tersenyum sumringah. Ia memeluk erat tubuh Arvie dan menyembunyikan tubuhnya dibawah selimut. Ia langsung memejamkan matanya. Pelukan kakak satu-satunya itu adalah sebuah ketenangan bagi Elisya. Elisya menyukainya, sungguh! Mungkin ia akan tidur sangat nyenyak malam ini.


🕓🕓🕓


Semesta kembali menyapa penduduk bumi pagi ini. Mereka harus menjalankan rutinitas masing-masing.


Ia bahkan tak tahu menahu tentang gaun pengantin yang akan ia pakai. Karena Arvie bilang, ia saja yang memilih kan gaun yang cocok untuk Bella. Bella pun hanya menurut saja pada keputusan Arvie itu.


Semua dekorasi sudah selesai bahkan bisa disebut sempurna. Arvie tidak hanya mendekorasi didalam ruangan saja. Ia bahkan juga mendekor bagian taman belakangnya juga.


Ini akan menjadi pesta yang sangat meriah tentunya. Bahkan sepertinya akan banyak paparazi yang akan datang di acara pernikahan nya nanti. Tak bisa dipungkiri Arvie adalah orang yang cukup berpengaruh di negara ini.


Bukan hanya Arvie saja yang sibuk. Sejak 3 minggu yang lalu Elisya memutuskan untuk terjun langsung ke dunia bisnis untuk membantu Arvie menjalankan perusahaan keluarga Qiandra. Elisya bisa dibilang sangat luar biasa. Hanya dalam waktu singkat kemampuan nya sudah benar-benar luar biasa.

__ADS_1


Tentu saja Elisya tak akan diam saja melihat kakaknya harus lelah bekerja seorang diri. Itulah alasan kenapa dia ingin mengelola bisnis ini juga. Tentunya Dicky juga sudah mengizinkannya.


Sama seperti Arvie dan Elisya. Dicky juga sibuk sekali. Ia memiliki 2 perusahaan besar atas namanya sendiri. Ia tak mudah mempercayai siapapun. Itulah sebabnya Dicky ingin dirinyalah yang mengelola perusahaan itu.


Jika ditanya kemana Farhan dan David? Mereka juga tak bisa bersantai. Farhan adalah detektif yang bisa dibilang sangat hebat. Ia bisa mencari segala hal dalam hitungan menit. Siapapun akan membayarnya dengan harga yang sangat mahal hanya untuk menjalankan 1 tugas saja. Itu sungguh kemampuan yang sangat menguntungkan.


David sendiri tak mau pusing-pusing untuk mengurus perusahaan yang baginya cukup menguras pikirannya. Untuk itu ia hanya bermain saham. Menanam saham di banyak perusahaan-perusahaan besar, dan mengambil keuntungan dari semua itu.


Perusahaan Qiandra benar-benar meningkat pesat. Bahkan perusahaan Qiandra menjadi perusahaan terbesar di Amerika. Arvie dan Elisya berhasil menghandle semuanya. Meskipun tanpa bimbingan orang tuanya.


Bukan hanya menjadi perusahaan terbesar di Amerika namun juga tersebar di banyak negara.


Memiliki paras yang tampan dan kekayaan yang melimpah tentunya membuat Arvie digilai oleh banyak wanita diluar sana. Bahkan ada yang terang-terangan menggodanya.


Bella tak masalah dengan hal itu, ia percaya pada Arvie sepenuhnya. Tentang cinta Arvie padanya. Ia percaya itu.


Begitu juga dengan Arvie yang sangat mencintai Bella. Ia bahkan tak tertarik pada perempuan manapun selain Bella.


Sama halnya dengan Elisya. Banyak rekan-rekan bisnis Qiandra yang datang melamar Elisya tentunya dengan mahar yang sangat tinggi. Namun Arvie akan menolak secara halus.


Bagaimana dengan Dicky? Tentu saja pria itu tak suka ada yang berani menginginkan miliknya. Dicky bahkan rasanya ingin mempercepat pernikahan nya saja. Dicky sangat posesif pada Elisya. Namun itu sama sekali tak membuat Elisya merasa terganggu. Ia malahan senang Dicky begitu mencintainya. Elisya bahkan tidak sungkan-sungkan bergelayut manja di tangan kekar Dicky meskipun banyak yang menyaksikan nya.

__ADS_1


Dicky bahkan selalu merangkul mesra pinggang Elisya. Seolah memberitahu semua orang bahwa Elisya adalah miliknya. Dan itu mutlak!


Elisya miliknya. Itulah yang ingin Dicky teriakkan pada semuanya.


__ADS_2