Elisya

Elisya
71


__ADS_3

Matahari bersinar dengan terangnya. Membangunkan seluruh penduduk bumi untuk kembali beraktivitas seperti biasanya. Malam yang panjang sudah dilalui. Kini saatnya menyambut yang mentari pagi.


Sam mengerjap-ngerjapkan matanya berkali-kali. Menyesuaikan cahaya yang masuk ke bola matanya. Rasanya tidurnya sangat pulas kemarin malam. Ia merasa bingung kenapa ia bisa memakai bantal dan juga selimut.


Ia bangkit dari sofa, matanya menyapu sekeliling ruangan.


Disana Elisya masih setia menutup matanya. Keadaan nya yang belum membaik membuatnya kembali tidur setelah terbangun tengah malam.


Namun, dimana Lisa? Sepagi ini gadis itu sudah tidak ada dikamar Elisya.


Sam keluar dari kamar Elisya, tak lupa menutup kembali pintu kamar itu.


Sam berniat pergi ke dapur karena tenggorokannya terasa sangat kering. Tatapannya terhenti pada sosok Lisa yang tengah bergulat dengan pekerjaan dapurnya. Gadis itu tengah memasak untuk sarapan mereka.


"Lis, ngapain?..."tanya Sam.


Lisa terperanjat kaget. "Eh kak Sam. Ini kak aku lagi bikinin sarapan buat kaka sama Elisya. Bentar lagi matang ko. Kaka mandi dulu aja dikamar kak Arvie. Nanti aku siapin bajunya..."ucap Lisa seraya tersenyum.


Sam menuangkan air kedalam gelas dan meneguknya hingga tandas. "Berasa punya istri gue, dilayanin mulu..."ucap Sam bercanda namun sukses membuat Lisa gelagapan karenanya.


"Kaka bercanda nya gak lucu..."jawab Lisa salah tingkah.


"Yaudah gue mandi dulu ya..."pamit Sam.


"Iya kak..."jawab Lisa cepat.


Setelah kepergian Sam, Lisa mengelus dadanya berkali-kali. "Gila sih, pengaruh kak Sam bagi gue besar banget. Bisa-bisa lari jantung gue kalau gini terus..."ucap Lisa meruntuki dirinya sendiri.


Setelah dirasa cukup. Lisa menyajikan makanan di ruang makan. Ia juga menaruh obat milik Elisya disana. Dengan beberapa gelas teh hangat. Lisa menepuk jidatnya pelan.


"Astaga, gue belum minum obat dari kemarin. Pantesan rasanya lemes banget..."keluh Lisa.


Tak ingin membuat Sam menunggu, Lisa memutuskan berjalan ke kamar Arvie. Ia membuka lemari Arvie dan mengambilkan pakaian yang menurutnya pas untuk Sam.


Tiba-tiba saja pintu kamar mandi terbuka. Sontak Lisa menengok kearah pintu yang terbuka itu. Disana menampilkan Sam yang keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit dibagian bawahnya. Memamerkan tubuh sixpack nya. Dengan beberapa roti sobek diperutnya.


"Aaaaa..."teriak Lisa kencang sambil menutup matanya.

__ADS_1


Sam yang kaget langsung tertawa kencang. "Kenapa sih teriak-teriak..."tanya Sam.


"Kaka ngapain keluar pakai gitu doang. Pakai baju dong..."kesal Lisa sambil terus menutup kedua matanya agar tak ternodai.


"Kan bajunya ada di lo..."jawab Sam sekenanya.


Ah sial, Lisa lagi-lagi menghela nafasnya kasar. Benar saja baju yang ia pilihkan untuk Sam masih bertengger di tangannya.


Lisa pun dengan cepat meletakkan baju itu diatas kasur Arvie dan berlari keluar tanpa menengok Sam sedikit pun.


Hal itu mengundang gelak tawa dari Sam. Melihat gadis itu malu-malu benar-benar lucu sekali. Sam pun dengan cepat memakai pakaiannya. Dan berniat menyusul Lisa ke meja makan.


Dimeja makan Lisa sudah menghidangkan semua makanan yang dibuatnya. Ia berniat ke kamar Elisya untuk membangunkan gadis itu.


Lisa berjalan memasuki kamar Elisya. Menepuk-nepuk pipi Elisya pelan.


"Sya, bangun yuk. Sarapan dulu. Lo juga belum minum obat kan..."ucap Lisa.


Elisya menggeliat kan tubuhnya. Mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali.


"Oke gue duluan ya..."pamit Lisa yang langsung dibalas anggukan oleh Elisya.


Dimeja makan sudah ada Sam yang duduk dengan kaos santainya. Lisa berusaha sebaik mungkin agar terlihat biasa saja. Walau pada kenyataannya ia gugup sekali.


"Kak Sam mau makan dulu gak?..."tanya Lisa.


"Boleh, nyobain masakan lo..."ledek Sam.


Lisa pun mengambilkan piring dan mengisinya dengan nasi goreng spesial buatannya.


"Nih kak cobain dulu..."ucap Lisa seraya menyodorkan piring itu kearah Sam. Dengan senang hati Sam menyambut piring itu.


Ia mulai menyuapkan suapan pertama ke mulutnya.


"Em enak juga masakan lo Lis..."puji Sam.


"Kerjaan sehari-hari kak, aku juga kerja. Ini aku ambil cuti aja..."jujur Lisa.

__ADS_1


"Oh pantes jago. Enak jadi suami lo. Dimasakin gini tiap hari..."ucap Sam bercanda.


"Banyak kok kak perempuan yang jago masak. Aku mah masih kalah jauh..."jawab Lisa disusul dengan kekehan kecil.


"Siapa sih yang gak mau sama lo, lo baik kok. Cantik juga. Jago masak lagi..."puji Sam lagi sambil terus menyuap nasi goreng itu kemulut nya.


Lisa tertawa kecil, "Kalau kakak, mau?..."tanya Lisa spontan.


"Lo suka sama gue..."ledek Sam.


Lisa menepuk jidatnya. Bagaimana bisa ia keceplosan seperti ini. Hancur sudah harga dirinya.


"Nggak kok, Lisa bercanda doang..."jawab Lisa sambil ikut menyuap nasi goreng ke mulutnya.


"Padahal kalau lo suka gue mau..."ucap Sam lalu tertawa pecah.


Blush! Wajah Lisa kini sudah memerah seperti kepiting rebus. Rasanya ia ingin pingsan saat ini juga. Lisa bahkan tak perduli jika Sam hanya bercanda soal ucapannya tadi. Tapi percayalah itu benar-benar tidak aman bagi jantungnya.


"Cieee malu..."goda Sam.


Lisa tertawa kecil menghilangkan kegugupannya.


"Biasa aja..."jawab Lisa lalu dengan cepat melanjutkan makannya.


Sam tertawa melihat Lisa yang menurutnya selalu salah tingkah jika berada didekatnya. Sam berdiri meminum segelas air lalu mengacak pelan rambut Lisa.


"Gue pulang bentar, mau ngambil baju. Sekalian ngambil obat lo kerumah lo. Lo pasti gak bawa obat kan. Sampai kecapekan gitu..."pamit Sam.


"I-ya, hati-hati kak..."jawab Lisa gugup.


"Siap cantik..."teriak Sam lalu berjalan menuju halaman.


Ahh sial! Rambutnya yang diacak hatinya yang berantakan. Kadang cinta seaneh itu. Sam selalu punya cara membuat kekaguman Lisa bertambah seiring berjalannya waktu. Apa Lisa salah jika ia menginginkan Sam? Apa Lisa boleh egois kali ini? Tapi ia tak ingin mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.


Apa boleh ia mengharapkan Sam? atau ia harus mundur dan merelakan Sam yang memang harusnya untuk Elisya?


Entahlah semua akan terjawab dengan berjalannya waktu.

__ADS_1


__ADS_2