
Saat Sam dan Elisya sampai ketempat pengambilan makanan, mereka bertemu dengan Lisa. Sam pun pamit karena ada kesibukan lain.
Elisya pun mengambil makanan bersama dengan Lisa,
Acara makan malam pun dimulai, semua siswa mulai menikmati makan malamnya, begitu juga dengan Elisya dan Lisa, mereka makan dengan sangat lahap tanpa curiga sedikit pun.
Sedangkan Angel yang mengawasi Elisya sedari dari tersenyum puas,karena rencanyanya mulai berhasil.
Setelah beberapa menit acara makan malam sudah selesai.
Elisya merasa perutnya sangat mulas ia pun pamit pada Lisa untuk ke toilet.
Elisya sedikit berlari ke toilet, tapi belum sempat ia sampai ke toilet ia sudah tak tahan lagi menahan perutnya yang sakit, ia pun jatuh pingsan.
Kebetulan Vano sedang berjalan-jalan didekat situ. Melihat Elisya yang pingsan, tanpa pikir panjang Vano langsung membopong tubuh Elisya dan membawanya ke resort tempat para guru.
"Tante Siska, tolongin nih tadi pingsan dijalan..."jawab Vano dengan wajah panik.
Bu Siska yang melihat Vano menggendong seorang wanita langsung menyuruhnya masuk dan membaringkan tubuh Elisya di sofa.
Bu Siska langsung menelpon dokter terdekat untuk memeriksa Elisya.
Sedangkan Vano terlihat panik melihat Elisya tak sadarkan diri, ia tak mengerti ada apa dengan dirinya, yang jelas ia hanya takut terjadi sesuatu pada wanita yang selalu mengusik ketenangan nya itu.
"Tante ko lama banget sih, ini dia gak sadar-sadar tante..."ucap Vano.
Bu Siska sedikit tersenyum lalu dokter pun datang memeriksa Elisya.
Siska mengelus-elus kepala Vano,
"Tidak perlu khawatir seperti itu Vano, dia baik-baik saja..."
Siska dan Vano duduk disofa lain dan memberikan waktu untuk dokter memeriksa keadaan Elisya.
"Vano, kenapa kamu terlihat sangat mengkhawatirkannya, kamu menyukainya nak..."tanya Siska.
Vano sedikit terkejut.
"Ngga tante..."
"Jangan membohongi diri sendiri Vano, sangat kelihatan sekali kamu begitu mengkhawatirkan Elisya..."ucap Siska.
"Ngga tau tante, dia itu wanita yang menyebalkan, sejak ia pindah kesekolah kita, dia selalu saja mengganggu ketenangan Vano tante, tapi dia juga pernah sih nolong Vano..."jawab Vano jujur.
Siska tersenyum
"Dengarkan tante Vano, Tante tau kamu trauma sama wanita, tapi Vano tidak semua wanita itu sama, cobalah untuk bersikap lebih baik padanya, dia gadis yang baik Vano, tante yakin kamu bisa mencoba bersikap baik padanya..."nasehat Siska.
Vano sedari dulu selalu mengikuti nasehat Siska.
"Ia tante maafin Vano..."jawab Vano.
"Bu Siska, dari hasil pemeriksaan saya, sepertinya itu bukan sakit perut biasa, sepertinya dia termakan sejenis obat yang mengakibatkan perutnya menjadi sangat sakit..."jelas dokter itu.
Vano nampak berpikir sejenak
"Tante, tadi Elisya baru makan bersama dilapangan, tiba-tiba jadi pingsan gini..."
"Sepertinya ada yang tidak suka pada Elisya..."jawab Siska.
"Ini obat untuk mengurangi rasa sakitnya, setelah dia sadar suruh ia meminum obat ini..."perintah dokter.
__ADS_1
Siska pun langsung mengantarkan dokter itu keluar ruangan.
Sedangkan Vano duduk disamping Elisya.
Ia tak mengerti dengan perasaannya, hanya saja ia merasa khawatir melihat Elisya terbaring tak berdaya seperti sekarang.
"Gue akan coba ikutin saran tante Siska, dia udah banyak bantu gue, gak ada salahnya ngasih dia kesempatan, mungkin dia cuman mau temenan sama gue kali..."gumam Vano.
"Vano..."panggil Siska seraya menepuk bahu Vano.
"Tante, tolong jaga Elisya ya, Vano mau ngecek keadaan Angel dulu, tadi Vano tinggalin pas dia lagi makan, Vano takut aja Angel kenapa-kenapa..."ucap Vano lalu berlari keluar ruangan.
"Vano Vano, kamu bahkan tidak menyadari bagaimana perasaan kamu, Angel hanya teman kecil kamu, harusnya kamu tidak menaruh perasaan padanya, dia bahkan tidak mempedulikan perasaan kamu Vano..."gumam Siska.
_____
Ditempat lain Sam tengah sibuk mencari keberadaan Elisya.
"Lis Elisya mana, kok nggak ada, tadi kan sama kamu..."tanya Sam.
"Tadi katanya sakit perut kak mau ke toilet..."jawab Lisa.
"Yaudah kaka cari dulu..."ucap Sam lalu mulai berlari kecil sambil memanggil-manggil nama Elisya.
Ia berlari ke toilet, tapi ia tidak menemukan Elisya, ia sudah mulai gusar karena merasa sangat khawatir.
Akhirnya Sam memutuskan untuk ke resort para guru ingin melaporkan hal ini.
Sesampainya di sana, Sam melihat Elisya terbaring di sofa ditemani oleh bu Siska, ia pun langsung berlari dan masuk kedalam.
"Bu Elisya kenapa bu..."tanyanya panik.
"Tenang Sam, dia baik-baik saja, ibu juga sudah panggil dokter, perkiraan ibu sih ada yang sengaja masukin sesuatu ke makanan Elisya makanya jadi sakit perut gini, sampai pingsan..."jelas bu Siska.
"Gue bakal cari tau..."gumamnya emosi.
"Bu jaga in Elisya ya bu, Sam mau cari tau siapa yang sudah berani lakuin ini sama Elisya..."pamit Sam lalu mencium punggung tangan bu Siska lalu pergi.
Tiba-tiba Elisya mulai membuka matanya.
"B-bu Siska..."ucap Elisya terbata-bata dan ingin segera duduk tetapi dengan cepat ditahan oleh bu Siska.
"Istirahat dulu nak, gimana perut kamu, masih sakit?..."tanya bu Siska.
"Lumayan bu..."jujur Elisya.
"Nih minum obat ini dulu..."perintah bu Siska sambil menyodorkan obat dan segelas air putih.
Elisya hanya menurut saja
"Nih bu, makasih banyak ya bu, Elisya jadi gak enak..."ucap Elisya sungkan.
Bu Siska mengusap lembut rambut Elisya, entah mengapa mulai dari pertama ia melihat Elisya rasanya begitu dekat.
"Cewe nya cantik kaya gini, pantesan dua cowo ganteng datang kesini karena khawatir..."goda bu Siska.
Elisya mengernyitkan keningnya.
"Dua cowo, siapa bu..."tanyanya penasaran.
"Sam sama Vano..."jawab bu Siska.
__ADS_1
Mata Elisya terbelalak kaget
"Ka Vano, ibu becanda nih pasti..."
"Ibu serius, Vano yang gendong kamu dan bawa kamu kesini waktu kamu pingsan, dia keliatan khawatir banget..."jelas bu Siska.
Tanpa sengaja senyuman terbit di bibir Elisya ia tak menyangka Vano menolongnya lagi
"Terus kak Vano nya kemana bu..."tanyanya lagi.
"Nyusulin Angel..."jawab bu Siska.
Senyuman dibibir Elisya pun Sirna.
Ternyata bu Siska sangat mengerti hal itu.
"Sya, Vano itu kalau sama sahabat apalagi dia udah percaya emang gitu, selalu dijaga, apalagi udah sahabat dari kecil..."jelas bu Siska.
"Kak Vano kan emang punya perasaan sama kak Angel, semua orang juga tahu..."ucap Elisya keceplosan, dengan cepat ia membungkam mulutnya.
Ibu Siska tertawa melihat kelakuan Elisya
"Kamu cemburu ternyata, denger ya Sya, cinta itu perlu perjuangan dan kesabaran extra, masa belum juga perang udah mundur..."ucap bu Siska menyemangati Elisya.
"Ngga kok bu, siapa yang cemburu..."ucap Elisya.
"Tidak perlu membohongi ibu, kelihatan sekali dari cara kamu menatap Vano..."bu Siska tersenyum.
"Bu Elisya boleh curhat gak bu..."Elisya memberanikan diri karena Bu Siska terkenal sangat baik.
"Tentu boleh Sya..."jawab bu Siska.
"Elisya sebenarnya gak pernah yang namanya pacaran bu, Elisya juga gak tau cinta itu gimana, Elisya gak ngerti juga perasaan Elisya ke Ka Vano itu apa, Elisya cuman penasaran dan kasian juga sih sama kak Vano, sedih banget kalau liat kak Vano harus menghadapi trauma gitu..."jelas Elisya dengan raut wajah sedih.
Bu Siska tersenyum
"Nak cinta itu berawal dari rasa peduli, seperti bahagia saat orang yang kita cintai merasa bahagia, dan sedih saat orang yang kita cintai sedang sedih..."
"Terus menurut ibu Elisya suka sama kak Vano gitu..."tanya Elisya dengan polosnya.
"Hahah jawabannya ada pada diri kamu sendiri, kan yang rasa in kamu..."ucap bu Siska sambil tertawa melihat kepolosan Elisya.
"Benar juga sih, terus gimana sama kak Sam bu, dia baik banget sama Elisya, selalu jagain Elisya dan perhatian juga..."tanya Elisya lagi.
"Kamu ini kenapa polos sekali nak, seorang laki-laki akan selalu menjaga dan memperhatikan orang yang dia cintai..."jelas bu Siska.
"Apa itu artinya kak Sam suka sama Elisya ya bu..."tanyanya spontan.
Lagi-lagi bu Siska tertawa melihat wajah Elisya yang sedang kebingungan.
"Kita lihat saja nanti, saran ibu hanya satu untuk kamu ya nak, jangan gantung cowo ganteng, yang antri banyak..."
Elisya malah terdiam dengan wajah kebingungan
Ibu Siska tertawa lagi,
"Intinya begini ya nak, kamu harus memilih satu orang yang akan memiliki hati kamu, yang akan memiliki cinta kamu, jadi hanya satu, dan pastikan siapa yang berhak untuk itu..."
Elisya pun mengangguk tanda paham
"Makasih ya bu udah kasih saran sama Elisya..."
__ADS_1
"Jangan sungkan-sungkan kalau mau cerita ke Ibu, sekarang kamu istirahat dulu ya..."perintah bu Siska.
Elisya pun hanya menurut saja dan memutuskan untuk tidur, ia berharap saat bangun perutnya tidak sakit lagi.