
Sudah sebulan Elsa berada di rumahnya, tidak ada keluhan darinya setelah melakukan operasi.
Dia sangat menikmati waktunya dengan kedua anak laki-lakinya, dan hari ini waktunya Giffari melakukan pemeriksaan rutinnya.
"Sayang, kamu gapapa?" Tanya Rey kepada Elsa yang sedang termenung melihat keluar jendela kamarnya.
"Eh, aku gapapa kok sayang.." ucap Elsa.
"Kamu kenapa sih Els, kok kayaknya aneh gitu?" Tanya Rey.
"Gapapa sayang, ayo kita berangkat. Aku titip Gilang ke Sarah dulu ya." ucap Elsa yang di balas anggukan oleh Rey.
Sepanjang perjalanan, Elsa merasa seperti sedikit gugup, seperti ada rasa takut di dalam hatinya.
Sesampainya di rumah sakit, mereka berdua segera ke ruangan dokter yang menangani Giffari.
"Hai dokter Levin!" teriak Rey saat melihat Levin berada di ujung lorong.
"Hai Rey, Elsa, kalian mau periksa rutin Giffari ya?" Tanya Levin.
"Iya nih dok, dokter sibuk? Lain kali kita minum kopi bersama." ajak Rey.
"Boleh Rey! Oh iya, Elsa bagaimana keadaanmu?" Tanya Levin kepada Elsa.
"Baik dok, terimakasih karena sudah berusaha keras untuk menyelamatkan aku.". ucap Elsa.
Levin hanya tersenyum sambil sedikit menganggukkan kepalanya kepada Elsa.
"Kalau begitu aku pamit dulu ya." ucap Levin.
Rey dan Elsa menganggukkan kepalanya dan membiarkan Levin pergi meninggalkan mereka.
Keduanya segera masuk ke dalam ruangan dokter yang memeriksa Giffari.
"Bagaimana keadaan anakku dok?" Tanya Elsa.
__ADS_1
"Dia akan baik-baik saja selama tidak kelelahan."
"Tapi bagaimana tidak kelelahan jika nanti dia bersekolah dok? Namanya anak-anak pasti akan berlarian dengan teman-temannya."
"Maka dari itu, kalian berdua sebagai orang tua harus pintar memberi tahu Giffari tentang kondisinya yang sebenarnya, jangan di tutup-tutupi."
"Aku yakin dia pasti lebih mengerti batas lelah tubuhnya sendiri di bandingkan orang lain." ucap dokter tersebut.
"Baiklah dok, kami tidak akan memberitahu keadaannya yang sebenarnya kepada anak-anak." ucap Rey.
"Dia punya kembaran kan? Beritahu juga pada kembarannya, agar dia bisa menjaga saudaranya."
"Baik dok terimakasih banyak." ucap Elsa dan Rey secara bersamaan.
Setelah melakukan pemeriksaan, akhirnya keduanya memutuskan untuk kembali pulang ke rumah.
"Sayang, nanti aku dan Sarah akan belanja bulanan ya." ucap Elsa saat baru saja sampai di rumah mereka.
"Sama supir ya sayang."
"Baiklah kalau begitu, pokoknya aku dan Sarah boleh keluar tidak masalah." ucap Elsa.
"Sarah? Gilang sudah tertidur?" Tanya Elsa kepada Sarah yang ternyata baru saja meletakkan Gilang ke tempat tidurnya.
"Iya nih baru aja tidur, Giffari juga udah tidur?" Tanya Sarah yang di balas anggukan oleh Elsa.
"Oh iya, kita jadi belanja bulanan kan?" Tanya Elsa.
"Tentu saja, ayo aku bersiap dulu ya." ucap Sarah.
"Hmm, aku akan menunggumu di bawah." ucap Elsa.
Setelah menaruh Giffari, Elsa mencium kedua anaknya secara bergantian sambil melebarkan senyuman di wajahnya.
"Mama sangat menyayangi kalian berdua, kalian adalah cintanya mama, mama bersyukur memiliki kalian berdua di hidup mama." ucap Elsa lalu pergi meninggalkan kamar anak-anaknya.
__ADS_1
**
"Aku sudah mencatat bahan-bahan yang kita butuhkan, aku sudah membaginya jadi dua agar tidak membuang waktu, jadi kita bisa berpencar." ucap Elsa sambil memberikan kertas kecil kepada Sarah.
"Baiklah, kita berpencar, setelah selesai semua kita harus saling menunggu di sini ya? Kalau ada apa-apa jangan lupa kabarin aku." ucap Sarah yang di balas anggukan oleh Elsa.
Elsa dan Sarah sibuk mencari bahan dapur masing-masing sesuai dengan catatan yang tertulis di kertas kecil tersebut.
Lalu tiba-tiba saja Rey menghubungi Elsa dan mengatakan kalau Giffari rewel, dengan segera Elsa mencari keberadaan Sarah namun tidak ketemu, sangkin paniknya akhirnya Elsa memutuskan untuk menaruh keranjang belanjaannya di tempat janjian dengan Sarah.
Lalu Elsa segera mengirim pesan kepada Sarah memberitahu jika dirinya akan pulang lebih dulu dengan taxi.
"Nyonya? Anda mau kemana buru-buru sekali?" Tanya supir pribadi Rey yang melihat Elsa.
"Aku mau pulang pak, anak-anak rewel katanya."
"Kalau begitu biar saya antar saja nyonya."
"Tidak usah pak aku naik taxi saja, lagipula Sarah membawa banyak barang jadi lebih baik bapak membantunya membawakan belanjaannya ya." ucap Elsa.
"Lagian di tikungan depan banyak taxi jadi aku akan lebih cepat." lanjutnya.
Akhirnya supir tersebut menganggukkan kepala dan membiarkan majikannya itu pulang naik taxi.
Elsa yang sedang menunggu taxi hanya bisa menggigit ibu jarinya dengan perasaan panik, dia hanya takut jika Giffari mulai merasa sesak nafas lagi.
Tiinn!! Suara klakson mobil membuat Elsa terkejut hingga membuat hpnya yang berada di saku celananya terjatuh tanpa sepengetahuannya.
"Siapa sih! Bikin orang jantungan aja!" ketus Elsa dengan tatapan tajam ke arah mobil yanh kacanya terlihat gelap dari luar.
Elsa terus menatap mobil yang ada di hadapannya hingga seseorang yang ia kenal keluar dari mobil tersebut.
"Kamu??" ucap Elsa dengan wajah terkejut.
💙💙💙
__ADS_1
Hayoooo, penasaran ya??? Hehehe...
Maaf karena sudah membuat kakak-kakak semua penasaran, selamat membaca dan mengira-ngira 😍