ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 56


__ADS_3

Resepsi pernikahan akhirnya sudah berakhir, Rose dan Hani selaku ibu dari kedua pengantin mengantar mereka ke dalam kamar yang sudah di persiapkan untuk pengantin baru.


"Nah, kalian berdua akan tinggal di sini selama seminggu." ucap Rose.


"Hah? Seminggu? Lama sekali, aku pasti akan bosan di sini terus ma.." rengek Elsa.


"Sayang jangan begitu!"


"Maaf ya sayang, mama Hani lupa untuk me-renovasi rumah baru Rey, kemungkinan dalam waktu 5 hari rumahnya sudah selesai di renovasi, sabar ya.." ucap Hani.


"Tidak apa mama Hani, Elsa baik-baik saja kok.." ucap Elsa dengan senyum manisnya.


"Cih lihatlah dia sudah bisa merayu mertuanya." goda Rose.


"Apaan sih ma, ngeledek mulu deh!"


"Sudahlah jangan berdebat, aku senang jika menantuku merayuku hihihi." ucap Hani.


"Kalau begitu kami para orang tua pergi dulu ya, kalian bersenang-senanglah, cepat buatkan kami cucu yang banyak!" lanjut Hani.


Mendengar ucapan Hani membuat Rey dan Elsa kaku, sampai akhirnya kedua mama mereka sudah tidak terlihat lagi barulah mereka bisa menghela nafas lega.


"Huh,, kayaknya kedepannya kita harus kenal deh kak, karena kita akan terus di cecar untuk memiliki anak!" ucap Elsa sambil menggelengkan kepalanya.


Elsa berjalan ke dalam kamar lebih dulu dan duduk di kursi yang berada di balkon, sedangkan Rey segera menutup pintu kamarnya dan berjalan menyusul Elsa.


"Hah, kenapa selelah ini menikah!" ucap Rey mengeluh.


"Iya, kakiku juga pegal sekali ini."


"Kamu ganti pakaian dulu aja Els, aku ganyaman ngeliat kamu pake gaun itu." ucap Rey sambil menatap gaun yang di pakai Elsa.


"Iya kak Rey bener, aku ganti dulu deh."


Elsa berjalan ke arah koper miliknya dan mengambil pakaian tidurnya karena hari sudah malam.


Setelah mengambil pakaian tidur, Elsa langsung berjalan ke kamar mandi, namun belum saja Elsa membuka pintu kamar mandi, dia menghampiri Rey untuk meminta bantuannya.


"Kak Rey, aku minta tolong bukain resleting lagi dong.." pinta Elsa yang sudah menunjukkan punggungnya ke arah Rey.


"Duh Els, kamu jangan suka langsung nyuguhu. begitu napa? Aku ini laki-laki juga tau!" ketus Rey.


"Lah emang kenapa? Kak Rey tidak akan melakukan apapun padaku karena kak Rey tidak menyukaiku kan?" ucap Elsa dengan polosnya.


"Hahaha iya iya terserah kamu saja!" ketus Rey yang akhirnya segera menarik ke bawah resleting gaun Elsa.

__ADS_1


"Sudah cepat pergi ganti gaunmu!"


Mendengar ucapan Rey membuat Elsa segera berlari masuk ke dalam kamar mandi.


"Sekarang aku mungkin bisa menahannya, tapi ga tau deh besok-besok!" batin Rey sambil menggelengkan kepalanya.


"Adik kecilku sayang, kamu diam di bawah dulu yang anteng ya, kita harus membuat lawan mainmu luluh pada kita dulu oke?" lanjut Rey membatin di dalam hatinya sambil tersenyum penuh arti.


Tanpa sadar, Elsa yang sedari tadi sudah selesai mengganti pakaiannya hanya menatap curiga ke arah Rey sambil memakan camilan kesukaannya.


"Hei kak Rey! Jangan sampai memikirkan hal yang kotor saat bersamaku!" ketus Elsa dengan tatapan mematikan.


Rey yang sedang melamun itu terkejut bukan main saat mendengar suara Elsa.


"Waaa!!! Kamu setan ya Els? Bagaimana bisa aku tidak tau kamu keluar kamar mandi!?" teriak Rey.


"Biasa aja kali kak, emang harus banget sampe teriak begitu? Pasti lagi mikir macem-macem kan!?"



"T-tentu saja tidak! Aku ini tidak menyukai wanita yang kurus sepertimu!" ketus Rey.


"Kurus katamu!? Apanya yang kurus hah?! Kamu ga liat nih, ini juga!" ketus Elsa sambil menunjuk gunung kembarnya dan b*k*ngnya.


Karena takut Elsa menyadari hal itu, akhirnya Rey segera berlari masuk ke dalam kamar mandi.


"Ah sial!!" kutuk Rey kepada dirinya sendiri.


Sedangkan Elsa yang berada di luar tersenyum penuh kemenangan karena sudah bisa mengerjai Rey habis-habisan.


"Sukurin! Emang enak di kerjain, aku ingin lihat sampai kapan kamu akan tahan kak Rey!" gumam Elsa sambil tersenyum licik.


Elsa kesal menunggu Rey yang lama sekali berada di kamar mandi, entah apa yang sedang di lakukan Rey di dalam sana.


"Kenapa lama sekali! Kita kan harus membahas apa saja yang akan kita lakukan selama di sini, aku juga ga bisa tidur duluan aku harus berjaga kalau-kalau dia akan berbuat macam-macam." gumam Elsa.


Di dalam kamar mandi, Rey sedang berusaha mengeluarkan semua cairan yang sudah tertahan hanya karena Elsa menunjuk ke arah bagian yang sensitif.


"Sial! Apa aku penyakitan? Kenapa baru begitu saja sudah terangsang!" Rey mengutuk dirinya sendiri sambil menarik rambutnya.


Setelah beberapa menit, akhirnya Rey selesai melakukan aktifitasnya, Rey sudah lega dan akhirnya dia keluar dari kamar mandi.


Di sana Rey melihat Elsa yang sudah tertidur sambil duduk bersandar di sandaran tempat tidur.


"Lihatlah, dia sudah tertidur pulas! Apa dia tidak takut aku akan macam-macam?" ucap Rey sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Rey menghampiri Elsa dan menutupi tubuhnya dengan selimut yang tebal agar tidak kedinginan.


"Aku pergi dulu ya Els, sebentar kok jangan bangun dulu sebelum aku datang." Bisik Rey kepada Elsa yang tertidur.


Setelah itu Rey memutuskan untuk pergi ke luar untuk membeli kopi hangat di luar hotel sekalian berjalan-jalan.


"Rey? Kamu kok di luar?" Tanya seseorang.


"Nala? Kamu sendiri kenapa di luar?" Tanya Rey.


"Aku ngajak Niko jalan-jalan, biasa kalau malem harus jalan-jalan dulu baru bisa tidur." jelas Nala.


"Duduklah, aku juga sedang mencari udara segar."


"Elsa dimana?"


"Dia sudah tidur, sepertinya dia kelelahan kasian, aku tidak mau mengganggunya."


"Kamu sudah menyukainya Rey, buatlah dia bahagia bagaimanapun caranya."


"Kamu tenang saja! Dulu dia yang mengejarku, sekarang waktunya aku yang mengejarnya." ucap Rey.


"Bagus! Tapi ada hal penting yang harus kamu ingat!"


"Apa itu?"


"Kamu harus bisa menjaga jarak dengan sekretarismu itu!"


"Kenapa?"


"Karena aku merasa dia memiliki perasaan kepadamu."


"Ah benar! Kamu kok bisa tau? Setelah kabar pernikahanku, dia tiba-tiba bilang kalau dia memiliki perasaan kepadaku." ucap Rey.


"Benarkan? Makanya jaga jaraklah, aku tidak mau hal itu membuat hubunganmu dan Elsa malah memburuk!"


"Tapi sulit mendapatkan sekretaris sehandal Karina Nal, dia bekerja dengan sangat baik, dia tidak pernah melakukan kesalahan sedikitpun dalam pekerjaannya."


"Iya aku tau, pelan-pelan saja kamu mencari sekretaris yang baru, jangan biarkan hal itu membuat Elsa cemburu." ucap Nala yang di balas anggukan oleh Rey.


"Kalau begitu aku ke kamar duluan ya Rey, kasihan Niko sudah mengantuk." pamit Nala.


"Hm, baiklah, terimakasih sudah memberiku saran, dan terimakasih sudah mau menjadi kakak yang baik untuk Elsa." ucap Rey.


Nala hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, lalu berjalan meninggalkan Rey yang duduk sendirian.

__ADS_1


__ADS_2