ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 127


__ADS_3

Dua bulan telah berlalu, begitu juga dengan kehamilan Sarah yang memasuki bulan ke-3.


Elsa dan Rey sudah mengetahui kabar bahagia dari Sarah dan mereka berdua ikut bahagia mendengarnya, mengingat bagaimana perjuangan keduanya untuk mendapatkan seorang anak.


Pagi hari di rumah Jef dan Sarah. Jef sudah bersiap untuk pergi bekerja ke perusahaan, Sarah yang melihat Jef kebingungan memasang dasi dan menyiapkan semua keperluan untuk bekerja merasa sangat kesal.


Sarah segera berdiri dan berniat untuk membantu Jef memasang dasinya.


“Kamu ngapain sayang? Kamu tidur aja ga usah ngurusin aku.” Ucap Jef dengan wajah khawatirnya.


“Yaampun jangan berlebihan deh sayang, aku tau kamu mengkhawatirkan anak kita, tapi ini juga kewajibanku buat ngurus kamu.” Ucap Sarah.


“Aku baik-baik saja sayang, dokter bilang kalo kandungannya sangat sehat.” Lanjutnya.


“Pokoknya tetap tidak boleh!” tegas Jef.


“Kalau begitu aku mau kamu mengabulkan permintaanku.” Ucap Sarah sambil memeluk tubuh suaminya.


Jef tersenyum sambil merangkul tubuh istrinya itu.


“Tentu saja, apapun untukmu sayang.. Memang apa yang kamu inginkah?” tanya Jef.


“Ayo kita temui orang tua kandungmu.” Ucap Sarah.


Jef terkejut mendengar ucapan Sarah, dia tidak menyangka jika Sarah akan meminta hal seperti itu.

__ADS_1


“Apa?! Kenapa kamu meminta hal yang sulit?” tanya Jef.


“Apa yang sulit Jef? Kita hanya menemui orang tuamu saja kan.. Setidaknya mereka harus tau kalau mereka akan memiliki cucu.” Ucap Sarah.


“Tidak, itu tidak semudah yang kamu katakan Sarah.”


“Terserah! Aku hanya ingin itu titik!” tegas Sarah yang langsung pergi meninggalkan Jef dengan perasaan marah.


Jef segera berjalan cepat menyusul sang istri dan menghentikannya hingga Sarah berhenti dan menoleh ke arahnya.


“Apa lagi?” tanya Sarah.


“Baiklah, aku akan mengajakmu bertemu dengan orang tua kandungku bersama-sama.” Ucap Jef dengan pasrah.


"Benarkah itu Jef? Kita akan bertemu orang tua kandungmu?" Tanya Sarah dengan antusias.


"Iya sayang kita akan bertemu dengan mereka.. Tapi aku tidak memiliki nomer siapapun yang bisa di hubungi." ucap Jef.


Seketika Sarah langsung melepaskan pelukannya dan tersenyum penuh arti kepada Jef.


"Kalau masalah itu aku tau caranya." ucap Sarah yang langsung mengambil hpnya dan menghubungi seseorang.


"Halo Sarah?" ucap Elsa saat mengangkat telfon dari Sarah.


"Els, Jef mau bertemu dengan orang tua kandungnya." ucap Sarah.

__ADS_1


"Benarkah? Wah syukurlah, kalau begitu aku akan memberitahu kak Rey dan menyuruhnya untuk mengatur pertemuan mereka."


"Ya walaupun sedikit mengancam pakai anak kami sih.." ucap Sarah.


"Misi untukku akhirnya terselesaikan setelah berbulan-bulan ya Sar hehehe, mungkin bayi kalian adalah jalan untuk memperbaiki hubungan mereka." jawab Elsa.


"Iya kamu benar Els."


Setelah merencanakan semuanya, Sarah segera menutup telfonnya dan menaruh kembali hpnya di atas meja riasnya.


"Jadi ini rencana tuan Rey dan Elsa?" Tanya Jef yang dari tadi mendengar percakapan Sarah dan Elsa.


"Hemm, awalnya rencana mereka tapi yang ngancem pake anak kita itu murni rencanaku." ucap Sarah sambil memamerkan gigi putihnya.


"Sudahlah ayo kita sarapan dulu." ajak Jef.


Sarah hanya menganggukkan kepalanya lalu berjalan bergandengan dengan Jef dengan sangat hati-hati.


Setelah mengetahui kehamilan Sarah, Jef semakin over protective kepada Sarah, semua harus dengan persetujuan Jef lebih dulu baru boleh di berikan kepada Sarah.


Bukan hanya Jef, Elsa dan Rey juga memperlakukan Sarah dengan sangat istimewa dan hati-hati.


Elsa tidak pernah memberikan tugas banyak untuk Sarah selama di perusahaan, Rey juga selalu menghubungi Jef untuk memberitahu makanan dan vitamin apa saja yang bagus untuk kehamilan Sarah.


Sarah benar-benar bersyukur karena di kelilingi oleh orang-orang yang sangat menyayanginya.

__ADS_1


__ADS_2