ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 26


__ADS_3

Sandy mengantar Elsa ke rumah lamanya yang berada di Paris, saat memasuki gerbang rumahnya Elsa menatap sekeliling halaman rumahnya tersebut yang terasa sangat hangat dan dia sangat merindukannya.


Sandy menoleh ke arah Elsa, dia tau betul kalau Elsa sangat merindukan rumah dimana dia tumbuh dengan kehangatan di dalamnya.


“Els, kamu pasti sangat merindukan tempat ini bukan?” tanya Sandy.


“Hm, sangat! Aku benar-benar sangat merindukan tempat ini, di sini aku tumbuh dewasa dan ada banyak sekali kenangan di rumah ini.” ucap Elsa sambil melihat ke luar jendela.


Setelah Sandy menghentikan mobilnya, Sandy segera turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Elsa, Elsa yang mendapat perlakuan seperti itu sedikit senang karena baru pertama kali dia mendapatkan perlakuan manis selain dari papanya.


“Andai saja kak Rey yang memperlakukanku seperti ini pasti aku akan sangat bahagia.” Batin Elsa sambil tersenyum ke arah Sandy.


“Kamu masuklah duluan, aku akan mengeluarkan barang-barangmu.” Ucap Sandy.


“Aku akan membantumu kak, barangku banyak sekali.” ucap Elsa.


“No Elsa, biarkan aku saja yang membawa barang-barangmu! Lebih baik kamu masuk dan menikmati rumah yang sudah lama tidak kamu lihat ini.” ucap Sandy sambil tersenyum ke arah Elsa.


Mendengar hal itu membuat Elsa tersenyum ke arah Sandy karena Sandy bisa mengerti dirinya dengan baik.


“Terimakasih kak.” Ucap Elsa lalu berjalan masuk ke dalam rumahnya.


Sandy sangat senang membantu Elsa membawa barang-barangnya, dia sudah sangat lama menyukai Elsa dan saat ini dia bisa menjadi kekasih orang yang sudah lama dia sukai, benar-benar sangat membahagiakan untuknya.


Setelah menata semua barang-barang milik Elsa, Elsa segera menyuruh Sandy untuk duduk di sofa yang ada di sana.


“Duduklah dulu kak, aku akan membuatkanmu minuman dingin.” ucap Elsa.


“Tidak perlu repot-repot Els, aku baik-baik saja kamu istirahat saja ya.” ucap Sandy sambil memegang tangan Elsa.


Elsa yang tangannya di pegang oleh Sandy seketika terkejut dan menjadi gugup, dia mencoba untuk melepaskan tangannya dari genggaman Sandy.


Sandy yang mengetahui hal itu langsung melepaskan genggamannya dan seketika dia menjadi diam karena merasa tidak enak.


“M-maaf Els, aku membuatmu tidak nyaman.” Ucap Sandy.


“T-tidak apa-apa kak, maaf ya kak karena aku belum terbiasa! Aku tidak pernah pacaran selama ini dan kita juga baru berpacaran tidak lama setelah kita mengenal jadi aku masih sedikit membutuhkan kesempatan untuk beradaptasi.” Ucap Elsa yang sedang berdiri di depan Sandy sambil menundukkan kepalanya.


“Kamu tidak perlu meminta maaf Els, aku yang seharusnya mengerti dirimu dan lebih peka terhadap perasaanmu, jangan menundukkan kepalamu aku tidak suka!” tegas Sandy dengan senyuman di wajahnya.

__ADS_1


“Terimakasih banyak kak Sandy.” Ucap Elsa.


“Sudah duduklah di sebelahku, aku tidak perlu minum Els.”


“Tetap saja kamu membutuhkan minum kak Sandy jadi jangan menolak, tunggu sebentar di sini.” Tegas Elsa yang langsung berjalan menuju dapur.


Elsa mengambil minuman dingin yang ada di kulkas, semua sudah di siapkan dengan baik oleh Ryan dan Rose, mereka berdua menyuruh seseorang untuk mengisi kulkas di rumah lama mereka karena Elsa akan tinggal di sana.


“Oke Elsa, kamu pasti bisa membuka hati untuk kak Sandy! Dia adalah orang yang baik kok jadi pasti aku akan menyukainya seiring berjalannya waktu.” Gumam Elsa sambil menatap gelas yang ada di hadapannya.


Setelah meyakinkan dirinya, Elsa segera membawa gelas yang berisi air dingin tersebut ke depan dan memberikannya kepada Sandy.


“Minumlah kak.” ucap Elsa yang langsung duduk di sebelah Sandy.


“Terimakasih Elsa.”


“Sama-sama kak.”


“Oh iya, rumah ini sudah lama tidak di tempati tapi kenapa masih sangat bersih?” tanya Sandy setelah dia meneguk air yang ada di dalam gelas.


“Tentu saja, setiap hari akan ada kepala pelayan yang papa dan mama percaya untuk membersihkan rumah ini, jadi rumah ini selalu bersih tanpa debu sedikitpun.” Ucap Elsa.


“Ah begitu, pantas saja tempat ini bersih sekali!”


“Apa perlu aku mengantar kak Sandy ke hotel?” tanya Elsa.


“Lalu aku mengantarmu ke rumah lagi? Lalu kamu akan mengantarku ke hotel lagi? Gitu aja terus sampai negara api menyerang haha..” ucap Sandy sambil tertawa.


“Ih ya ga gitu juga kali kak nyebelin deh!” ucap Elsa sambil memukul lengan Sandy pelan.


“Sudahlah kamu istirahat saja di rumah, aku pulang dulu ya besok aku akan menjemputmu aku akan mengantarmu sampai ke perusahaan.” Ucap Sandy.


“Emang kak Sandy juga ga ke perusahaan?”


“Setelah mengantarmu aku akan ke perusahaan kok, pulangnya kita harus merayakan hari pertama kita bekerja oke?” ucap Sandy yang di balas anggukan kepala oleh Elsa.


Setelah kepergian Sandy, Elsa segera masuk kembali ke dalam rumahnya, dia membiarkan barang-barangnya di ruang tamu sedangkan dia langsung ke atas untuk beristirahat di kamar lamanya.


“Aku istirahat dulu aja deh, nanti aja beresin barang-barangnya.” Gumam Elsa kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


Elsa memasuki kamarnya, dia tersenyum melihat semua barang-barang masa kecilnya yang tertata sangat rapi di tempatnya.


Kedua mata Elsa tertuju kepada bingkai fotonya bersama teman-teman SMPnya.


“Yaampun sudah lama sekali tidak bertemu dengan mereka, bagaimana kabar mereka sekarang ya?” ucap Elsa sambil tersenyum mengingat kenangan masa lalunya.


Lalu tiba-tiba saja mata Elsa tertuju kepada bingkai foto yang dia balik hingga tidak terlihat siapa yang ada di dalam bingkai tersebut, saat Elsa membukanya, dia terkejut karena bingkai tersebut berisi foto dirinya dengan seorang laki-laki.


Yap, Elsa diam-diam pernah menyukai seseorang sebelum dia bertemu dan menyukai Rey, namun selama ini dia dan laki-laki itu hanya berteman, bahkan laki-laki itu sampai saat ini tidak tau kalau Elsa menyukainya.


“Kenapa foto ini masih ada di sini? Aku baru sadar ternyata memang cintaku selalu bertepuk sebelah tangan!” ucap Elsa dengan senyum getir.


“Setidaknya aku tidak terlalu sakit hati dulu karena aku tidak pernah mengungkapkan perasaanku kepadanya, namun sekarang aku sangat sakit hati karena kak Rey sudah tau kalau aku menyukainya dan dia menolakku dengan sikap dinginnya itu.” Lanjutnya.


Elsa meletakkan kembali bingkai foto tersebut di tempatnya, dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu, dia juga ingin sekali berendam air hangat di bath up kamar mandinya.


Drrtt,, drrtt..


Hp Elsa yang berada di dalam kamar mandi tiba-tiba saja berbunyi, Elsa segera melihat siapa yang menghubunginya lalu mengangkat telfonnya.


“Halo apa ma?” ucap Elsa yang masih berada di dalam bath upnya.


“Apa apa! Kamu ini kenapa tidak menghubungi mama kalau sudah sampai?! Belum ada sehari saja kamu sudah melupakan mama, bagaimana kalau kamu lama di sana!” ucap Rose dari sebrang telfon.


“Duh maaf ya mamaku tercinta, Elsa tadi capek banget jadi baru sampe langsung ke kamar, ini aja Elsa lagi berendam di bath up.” Ucap Elsa.


“Awas saja kalau kamu tidak menghubungi papa atau mama seperti sekarang!”


“Iya mama iya…”


“Apa kamu tidak masalah tinggal di sana sendiri? Mama akan menghubungi kepala pelayan untuk tinggal di rumah kita lagi.” Ucap Rose.


“Tidak perlu ma, biarkan kepala pelayan datang saat pagi untuk membersihkan rumah dan menyiapkan bahan makanan segar di kulkas saja, selebihnya Elsa bisa sendiri kok.”


“Tapi mama takut kalau ada orang jahat yang masuk ke rumah!”


“Tidak akan mama, kan ada satpam yang selalu menjaga rumah ini jadi mama tidak perlu khawatir ya,, Elsa ingin di rumah sendirian jadi Elsa bisa bekerja dengan tenang.” Ucap Elsa.


“Baiklah kalau begitu, kamu istirahatlah jangan lupa minum vitamin agar kamu tidak gampang sakit! cuaca di sana sangat berbeda dari Indonesia, mama takut kalau kamu harus beradaptasi lagi.”

__ADS_1


“Siap bosku!” ucap Elsa dengan tegas.


Elsa segera mematikan telfon dari mamanya karena dia tidak mau kalau mamanya menasehatinya lagi, Elsa kembali menaruh hpnya di meja kecil yang ada di sebelah bath upnya dan langsung melanjutkan aktifitasnya.


__ADS_2