
Rey melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia pergi ke rumah Kenan karena penasaran dengan apa yang di lakukan Ken di sana.
Sesampainya di rumah Kenan, Rey segera masuk ke dalam dan betapa terkejutnya dia saat melihat Kenan, Ken, Bernard dan Roy yang berada di sana dengan anak-anak yang berlarian kesana kemari, bahkan ada banyak sekali mainan anak yang berserakan di mana-mana.
Kenan menggendong baby El, Ken menggendong baby Darren, Bernard menggendong baby Karren dan Roy berlari kesana-kemari mengikuti kedua anak kembarnya dan Ayla yang sedang bermain kejar-kejaran.
“Apa-apaan ini?” tanya Rey yang terkejut melihat kejadian yang ada di hadapannya.
“Hai Rey! Tolong bantu aku..” rengek Ken sambil menggendong anaknya.
“Tunggu! Ini ada apa? Kenapa kalian mengasuh anak-anak kalian?” tanya Rey.
“Kami harus menjaga mereka karena istri kami sedang menemani calon istrimu bersenang-senang.” Ucap Bernard.
“Yaampun, hahaha aku harus mengabadikan moment ini! Ini adalah moment yang sangat langka, seorang dokter dan CEO hebat yang sedang mengasuh anak-anak mereka.” Ucap Rey yang sudah mengambil hpnya untuk memotret kejadian yang ada di hadapannya.
“Tertawa? Kamu tertawa? Aku akan berdoa kalau kamu nanti akan mendapatkan anak kembar agar merasakan bagaimana rasanya menjadi kami!” ketus Ken.
“Uncle Rey, ayo bermain kejar-kejaran sama kami!” ajak Alya.
“Yaampun sayang, kalau kamu lari-larian nanti jatuh loh.”
“Ayo uncle, main sama kami, mereka berdua sangat menggemaskan nama mereka siapa tadi?” tanya Alya.
Anak-anak Roy memang lebih muda beberapa tahun dari Alya, sehingga Alya menganggap mereka berdua seperti adiknya sendiri.
“Namaku Dafa kak Al, ingatlah karena aku akan menjadi suami kak Alya nanti!” ucap Dafa.
Rey yang mendengar hal itu langsung membuka kedua matanya lebar-lebar, dia tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh anak berusia 4 tahun itu.
“Kamu beneran 4 tahun? Wah sepertinya isi kepalamu sudah berusia puluhan tahun.” Ucap Rey sambil menggelengkan kepalanya.
“Kak Roy! Apa anak-anakmu ini beneran umur 4 tahun?” tanya Rey.
“Tentu saja! memangnya kenapa?”
“Mereka tidak seperti anak berusia 4 tahun kak, sepertinya sikap playboy mereka menurun darimu.” Ucap Rey.
“Lebih baik kamu ubah akte kelahiran anak-anakmu sebelum terlambat.” Lanjutnya.
__ADS_1
“Tapi kamu harus ingat kalau kita bisa menyelamatkan Elsa karena kepintaran anak-anakku!” ucap Roy.
Mendengar hal itu membuat Rey terdiam dan memamerkan gigi putihnya, sedangkan Dafa dan Dafi memberi tatapan tajam ke arah Rey.
“Ayo bermain lagi!” ajak Alya kepada anak kembar tersebut.
Akhirnya mereka bertiga kembali bermain kejar-kejaran dan membuat Roy ikut berlari mengikuti mereka.
“Jadi, apa yang bisa aku lakukan untuk kalian para bapak-bapak tercintah.” Ucap Rey.
“Kamu jagain El tuh, buat dia agar berhenti menangis karena kalau El tetap menangis Darren juga tidak akan tidur.” Ucap Ken sambil menunjuk El dengan dagunya.
“Loh, emangnya kemana abang?”
“Dia sedang membuat susu dari tadi tapi ga balik-balik.”
Mendengar hal itu akhirnya Rey menggending baby El lalu pergi ke dapur untuk melihat Kenan yang sedang membuat susu.
“Abang, kenapa kamu lama sekali! lihatlah El hampir kehabisan air mata karena terlalu lama menunggumu.” Ucap Rey.
“Hai Rey kamu datang ternyata! Aku lupa bagaimana cara membuat susu, tadi Belinda sudah menjelaskan tapi seketika apa yang di jelaskan oleh Belinda hilang begitu saja dari kepalaku.” Ucap Kenan.
“Sudahlah, ini abang gendong El dulu, biar aku yang mencoba membuatkan susu untuk El.” Lanjutnya.
Rey memberikan El kepada Kenan dan mencoba untuk mencari cara membuat susu formula untuk El.
“Emangnya kamu bisa Rey? Aku saja dari tadi ga bisa-bisa.”
Rey hanya diam dan masih fokus membaca hpnya, dia tidak memperdulikan Kenan bicara apa.
“Rey, kamu denger ga abang bilang apa? Kamu bisa ga sih sebenernya?” tanya Kenan kembali.
“Duh abang diem dulu deh, aku ini lagi mempelajari aturannya diamlah!” tegas Rey.
Setelah mengerti dengan apa yang dia baca, akhirnya Rey mulai beraksi dan membuat susu El dengan mengikuti aturan yang ada di hpnya.
Setelah beberapa menit akhirnya Rey berhasil membuat susu untuk El dan memberikannya kepada Kenan.
“Nih bang, airnya juga hangat jadi aman untuk El.” Ucap Rey sambil memberikan botol susu kepada Kenan.
__ADS_1
“Hm, lumayan, ternyata kamu sudah siap untuk memiliki anakmu sendiri Rey baguslah!” ucap Kenan yang berjalan meninggalkan Rey di dapur sendirian.
“Huh, yang satu nyumpahin aku punya anak kembar, yang satu memujiku untuk memiliki anak sendiri, padahal aku menikah saja belum!” gumam Rey sambil menggelengkan kepalanya dan menyusul Kenan ke ruang tamu.
Saat Rey kembali ke ruang tamu, Rey benar-benar tidak menyangka karena keadaan di sana mulai kacau, semua mainan Alya berserakan kemana-mana, semua bayi menangis membuat Rey pusing melihatnya.
“Hah tidak bisa di biarkan! Kalian semua akan membuat ruma abang menjadi seperti kapal pecah tau! Aku akan menghubungi Elsa dan menyuruhnya untuk segera kembali.” Ucap Rey.
“Tidak!!!” teriak semua orang hingga membuat Rey terkejut dan hampir menjatuhkan hpnya.
“Yaampun kalian semua ini kompak sekali sih! Kenapa ga boleh hubungin Elsa? Kalau seperti ini terus anak-anak kalian akan guncangan jiwa!” ketus Rey.
“Kami sudah berjanji kepada mereka kalau kami tidak akan menghubungi mereka dan mengganggu aktifitas mereka, jadi jangan sampai kamu menghubungi Elsa dan menyuruh mereka semua pulang!” jelas Kenan.
“Tapi bang, aku tidak yakin kalian semua mampu menangani anak-anak ini.”
“Tidak apa-apa, kami bisa melakukannya! Sekarang sudah mau jam makan siang, sebaiknya kamu pesankan makanan untuk kami karena kami tidak bisa memesan makanan sendiri.”
“Baiklah bang, aku akan pesankan kalian makanan yang enak-enak agar kalian semua semangat mengasuh anak-anak kalian.” Ucap Rey yang di balas anggukan dan senyuman oleh semuanya.
Rey pergi keluar agar tidak terganggu denga suara tangis dan teriakan anak-anak, dia memesan banyak sekali makanan dan menyuruh mereka mengirimnya ke rumah Kenan.
“Huah,, semoga saja saat aku memiliki anak nanti aku tidak akan mengalami hal seperti ini!” gumam Rey.
“Eh, tapi memangnya aku dan Elsa memiliki niat punya anak ya? Ah sudahlah, sebaiknya aku memikirkan cara bagaimana membuat Elsa kembali jatuh cinta padaku dan mengungkapkan perasaannya padaku!” ucap Rey yang kembali masuk ke dalam rumah.
***
Di lain tempat, Elsa dan yang lainnya sudah selesai merawat diri mereka di salon sahabat Belinda, mereka semua sangat puas dengan pelayanan yang di sediakan di sana.
“Wah lihatlah, bukankah aku sudah mengatakan kalau kalian semua akan semakin canti setelah di rawat.” Ucap Susanti.
“Makasih kak Susi, salonmu memang yang terbaik, bahkan karyawanmu merawat kulit kami dengan sangat baik.” Ucap Elsa.
“Hm, kalau kamu menikah nanti jangan lupa mengundangku ya! Siapa tau di sana aku bisa menemukan terong-terongan yang aduhaii..” ucap Susanti dengan nada bicara yang genit.
Semua orang tertawa mendengar ucapan Susanti, Elsa mengangguk dan berjanji akan mengundang Susanti di acara pernikahannya nanti.
“Baiklah kalau begitu kami pamit ya, terimakasih banyak Susi, kamu sudah melayani kami dengan sangat baik! Nanti aku akan menghubungimu lagi ya.” ucap Belinda yang di balas anggukan oleh Susanti.
__ADS_1
Akhirnya mereka semua masuk ke dalam mobil dan menuju ke mall untuk membeli pakaian sesuai dengan rencana mereka.