
"Sayang, kamu ga siap-siap ikut aku ke rumah Jef dan Sarah?" Tanya Rey kepada istrinya.
"Aku ga bisa deh mas, aku harus ngurus anak-anak mereka bilang mereka mau bermain di rumah Darren, jadi aku mau mengantar mereka." jelas Elsa.
"Jadi kamu nanti ke rumah Ken? Aku akan mengantarmu."
"Baiklah, titip ucapan maaf kepada Jef dan Sarah ya sayang... Aku ga bisa ninggalin anak-anak di sana, kasihan kak Andini kalau harus menjaga anak-anak kita yang sangat aktif itu." ucap Elsa.
"Iya kamu benar, baiklah kalau begitu aku akan bersiap untuk pergi ke rumah mereka." ucap Rey.
"Oh iya, nanti setelah mengantarku kamu mampir di toko bunga sunflower ya, aku sudah memesan bucket bunga untuk mereka." ucap Elsa.
"Hmm pasti sayang, ayo kamu juga harus bersiap dan menyiapkan anak-anak bukan?" ucap Rey yang di balas anggukan oleh Elsa.
Rey menyuruh Elsa untuk menyiapkan diri lebih dulu agar bisa menyiapkan ketiga anaknya, setelah Elsa selesai barulah Rey yang menyiapkan diri.
"Mama!!" Teriak ketiga jagoan saat melihat Elsa masuk ke dalam kamar mereka.
"Hai sayang-sayangnya mama.. Wah kalian sudah mandi dan ganti pakaian?" Tanya Elsa.
"Sudah dong mama!!" seru ketiganya.
"Wah tampan-tampan sekali anak-anak mama.. Tapi kenapa pakaian Giffa kancingnya tidak beraturan begini?" Tanya Elsa.
Ketiganya saling melihat ke arah baju mereka yang kancingnya sudah tidak beraturan.
"Abang Gilang yang kancingin tadi ma, kayaknya dia sengaja deh soalnya baju dia rapih!" ucap Giffari.
"Gilang, kenapa kamu menggoda adikmu?" Tanya Elsa.
"Habisnya Giffa di ajarin ga bisa-bisa ma, Gilang capek!" ketus Gilang.
"Kan awalnya juga harus belajar dulu!" balas Giffa.
"Sudah-sudah jangan bertengkar lagi, Dika, Gilang kalian turun ke bawah dulu ya mama sudah menyiapkan sarapan untuk kalian." ucap Elsa.
Dika dan Gilang langsung menganggukkan kepalanya.
"Ayo kita balapan kak Dika!" seru Gilang.
"Ayo!!" sahut Dika.
Dan keduanya langsung berlari kencang menuruni tangga.
__ADS_1
"Anak-anak jangan lari-larian!" teriak Elsa dari dalam kamar.
Elsa hanya menggelengkan kepala saat anak-anaknya tidak mendengarkan ucapannya, lalu Elsa kembali menoleh ke arah Giffari yang murung sambil menatap ke luar pintu kamar.
"Sayang, kenapa kamu sedih begitu?" Tanya Elsa.
"Ma, Giffa kapan bisa lari-larian kayak kakak dan abang?" Tanya Giffari.
Elsa yang mendengar pertanyaan sang anak langsung terkejut dan menatap wajah anaknya.
"Giffa..."
"Kapan Giffa bisa main tanpa di batesin ma? Giffa capek tiap main pasti kakak sama abang langsung nyuruh Giffa duduk." ucapnya lagi.
"Jangan bilang gitu sayang, mama janji kalau kamu sudah besar nanti kamu akan mendapat donor jantung yang bagus dan kamu bisa lari-larian kayak kakak dan abang." ucap Elsa untuk menghibur sang anak.
"Tapi waktu Giffa sudah besar kakak dan abang sudah tidak mau lari-larian lagi mama.."
Elsa benar-benar sedih mendengar hal itu, dia tidak bisa menahan kesedihannya saat sang anak merasa tersiksa dengan penyakitnya.
Sedangkan di luar kamar, Rey juga tidak sengaja mendengar ucapan Giffari dan tanpa sadar dirinya juga meneteskan air mata.
Rey yang tidak ingin Elsa dan Giffari tau kalau dia mendengar percakapan mereka memutuskan untuk turun ke bawah menghampiri anak-anaknya yang sedang menunggunya.
"Sayang, kalau memang kakak dan abangmu sudah tidak ingin lari-larian, mama dan papa akan menemanimu untuk bermain lari-larian."
"Cerita? Ceritalah sayang.."
"Tapi mama jangan bilang-bilang sama kakak dan abang ya? Janji ya?"
"Iya sayang,, ada apa?"
"Sebenarnya, Giffa pernah dengar kalau teman-teman Giffa ga mau ngajak Giffa main gara-gara Giffa lemah dan penyakitan." ucap Giffa.
"Apa!? Kenapa kamu diam saja? Giffa kenapa kamu baru cerita sayang?" Tanya Elsa yang sangat terkejut mendengar ucapan anaknya.
"Jangan marah mama,, Giffa ga mau kalau kakak dan abang, papa dan mama sedih dan marahin teman Giffa itu.."
"Jangan pernah takut untuk bercerita Giffa! Mama akan selalu melindungimu, mama dan papa akan berusaha untuk menyembuhkanmu!" tegas Elsa.
"Mama, Giffa! Kenapa lama sekali? Papa dan Gilang sudah kelaparan." teriak Dika yang membuat Elsa dan Giffari terkejut.
"Iya sayang, mama dan Giffa akan segera turun." balas Elsa.
__ADS_1
"Ma, kakak dengar ga ya?" Tanya Giffari.
"Sudah jangan di pikirkan, ayo kita turun ke bawah." ajak Elsa.
Akhirnya Elsa menggandenga Giffari dan mengajaknya turun ke bawah menyusul yang lainnya.
***
Hari ini adalah hari pertemuan Jef dan orang tua kandungnya secara pribadi, tentu saja Jef sangat gugup mengingat Jef sudah lama tidak bertemu dengan orang tua kandungnya.
"Sayang, kamu gugup ya?" Tanya Sarah yang melihat Jef terus saja berjalan ke sana kemari.
"Gugup lah, kalo mereka buang aku lagi gimana?" Tanya Jef.
"Mereka tidak membuangmu Jef, mereka kehilanganmu waktu itu, mereka juga mencarimu kok." ucap Rey yang tiba-tiba sudah berada di ambang pintu kamar Jef dan Sarah.
Sarah dan Jef yang sedang bertatapan langsung menoleh ke asal suara.
"Tuan Rey.." sapa keduanya.
"Orang tuamu sampai menghubungiku lebih dulu dan melupakan permusuhan kita hanya karena dirimu Jef, karena mereka ingin bertemu denganmu." jelas Rey.
"Iya tuan Rey benar, mereka menurunkan harga diri mereka untukmu, jadi kamu juga harus menurunkan harga dirimu untuk mereka." sambung Sarah.
Mendengar ucapan Rey dan Sarah membuat Jef terdiam sejenak lalu menganggukkan kepala mengiyakan ucapan mereka.
"Kalau begitu ayo kita berangkat, mereka sudah menunggu di restaurant yang sudah aku pesan." ajak Rey.
"Dimana Elsa?" Tanya Sarah.
"Dia sedang sibuk dengan anak-anak jadi tidak bisa datang, dia hanya menitipkan ini untuk kalian berikan kepada orang tua Jef." ucap Rey sambil memberikan bucket bunga kepada Jef dan Sarah.
"Wah terimakasih banyak, titip ucapan terimakasih juga untuk Elsa ya." ucap Jef dan Sarah.
Rey hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum ke arah keduanya.
"Aku nanti hanya mengantar kalian sampai ke restaurant saja ya, karena setelah itu aku ada keperluan lain." ucap Rey.
"Loh ga makan bareng aja tuan?" Tanya Jef.
"No Jef, kalian berdua harus makan secara pribadi dan membicarakan masalah keluarga kalian, aku juga harus menyusul Elsa dan anak-anak di rumah Ken." jelas Rey.
"Baiklah kalau begitu, ayo kita berangkat." ajak Jef.
__ADS_1
Ketiganya segera berangkat, Jef dan Sarah, sedangkan Rey mengendarai mobilnya sendiri.
Sesampainya di restaurant, Rey segera berpamitan untuk pulang lebih dulu karena dia ingin pergi ke suatu tempat untuk mengurus sesuatu.