ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 91


__ADS_3

Di depan ruang operasi, Rey hanya bisa berdoa sambil meneteskan air mata, namun dengan cepat dia segera menghapus kembali air matanya agar Kenan tidak melihatnya.


"Jangan menutupi kesedihanmu Rey! Di saat seperti ini kamu tidak perlu menutupi rasa khawatirmu." ucap Kenan sambil menepuk pundak Rey.


"Bang, bagaimana ini? Bagaimana keadaan Elsa sekarang?" ucap Rey yang akhirnya terang-terangan menangis di depan Kenan.


Dengan segera Kenan duduk di sebelah Rey dan memeluknya untuk menenangkannya.


"Tenanglah, Elsa adalah wanita yang sangat kuat! Dia bahkan bisa menahan rasa sakitnya selama hampir 9 bulan, jadi aku yakin kalau dia juga akan kuat untuk melahirkan anak-anaknya." jelas Kenan.


"Hm,, abang benar! Aku menikahi wanita yang sangat kuat." ucap Rey.


Tidak lama kemudian, keluarga besar Adibrata datang dengan wajah yang penuh kekhawatiran terutama Rose dan Hani.


"Rey! Bagaimana keadaan Elsa?" Tanya Hani yang sudah menghampiri anak laki-lakinya.


Kenan dan Rey saling melepaskan pelukannya lalu Kenan berdiri dan membiarkan Hani duduk di sebelah Rey.


"Kenan, bagaimana keadaan Elsa?" Tanya Rose kepada Kenan.


"Elsa masih di tangani ma, kita tunggu saja sampai semuanya selesai, dan kita hanya bisa mendoakan Elsa." jelas Kenan.

__ADS_1


Kebetulan saat itu hanya para orang tua yang datang, sedangkan anak-anak Kalandra dan yang lainnya entah kemana.


"Kemana yang lain?" Tanya Kenan.


"Sesampainya di bandara, mereka menyuruh kami untuk lebih dulu pergi ke rumahmu, sedangkan mereka semua langsung memutuskan untuk pergi ke mall untuk berbelanja." jelas Kalandra.


"Mereka tidak di beritahu?" Tanya Kenan kembali.


"Sudah sayang, tadi kami sudah menghubungi Key dan mereka langsung menuju kemari." sahut Belinda yang juga ada di sana sambil menggendong baby Azzura.


"Sayang, dimana Alya dan Aciel?" Tanya Kenan sambil berjalan menghampiri istrinya.


"Mereka ikut Key, kamu tau kan kalau mereka sangat dekat dengan om dan tantenya." ucap Belinda.


Tidak lama kemudian, Ken, Andini, Key, Bernard, dan Nala berlari sambil menggendong anak mereka masing-masing.


"Elsa! Bagaimana keadaan Elsa!?" teriak Key histeris.


Begitu juga dengan Nala yang bertanya kepada Rose dan memeluk tubuh mama sambungnya itu.


"Ma, Elsa pasti akan baik-baik saja." ucap Nala sambil meneteskan air mata.

__ADS_1


"Pasti sayang, adikmu adalah wanita yang kuat bukan? Dia pasti akan baik-baik saja." ucap Rose.


Semua orang benar-benar mengkhawatirkan keadaan Elsa, mereka hanya bisa berdoa sambil memohon agar Elsa dan anaknya selamat.


Setelah menunggu berjam-jam akhirnya ada salah satu dokter wanita yang keluar dari ruang operasi.


"Dok! Bagaimana keadaan istri saya?" ucap Rey dengan segera.


"Tenanglah tuan, bayi kembar anda sudah lahir dengan selamat, namun salah satunya mengalami lemah jantung sehingga dia harus di masukkan ke dalam incubator." jelas dokter wanita tersebut.


"Dokter ini siapa?" Tanya Kenan.


"Saya adalah dokter yang menangani operasi cecar nyonya Elsa, karena tugas saya sudah selesai maka saya keluar dari ruang operasi."


"Saat ini tinggal percayakan semuanya kepada dokter Levin yang sedang menangani kanker nyonya Elsa." jelasnya.


"Apa istri saya baik-baik saja selama melahirkan?" Tanya Rey kembali.


"Anda tau sendiri tuan, kalau istri anda akan mengalami pendarahan hebat, dan saat itu dia benar-benar mengalami pendarahan hebat, namun dia bisa bertahan dan sekarang sedang menjalani operasi pengangkatan kanker."


Setelah menjelaskan panjang lebar, dokter tersebut segera berpamitan kepada semua orang lalu segera pergi dari sana.

__ADS_1


Entah apa yang harus di rasakan oleh semua orang yang ada di sana. Semuanya senang tentang kabar lahirnya anak kembar Rey, namun mereka juga sedih mendengar jika salah satunya mengalami lemah jantung dan juga Elsa yang masih berjuang melawan penyakitnya di dalam ruang operasi.


__ADS_2