
Sinar matahari pagi masuk ke seluruh ruangan yang ada di rumah Rey dan Elsa. Hari ini Elsa bangun dari tidurnya, Elsa menatap wajah suaminya yang masih tertidur pulas.
"Lihatlah, suamiku ini tampan sekali." gumam Elsa sambil mengelus wajah Rey dengan perlahan.
Rey yang merasakan ada sentuhan di wajahnya langsung membuka kedua matanya dan tersenyum saat melihat Elsa yang ada di hadapannya.
"Morning istriku yang paling cantik di dunia.." sapa Rey dengan suara khas bangun tidurnya
"Morning suamiku yang paling menyebalkan.." balas Elsa.
"Apa!? Menyebalkan katamu..?" ucap Rey sambil menggelitik Elsa hingga membuat Elsa kegelian.
Rey memeluk tubuh istrinya dengan erat dan menciumi wajahnya tanpa terkecuali.
"Udah sayang, nanti anak-anak bangun.." ucap Elsa.
"Hemm,, aku ga mau! Aku masih mau menikmati waktu kita berdua sayang.." ucap Rey yang sudah berada di atas tubuh Elsa.
"Kamu mau apa pagi-pagi begini!? Sudahlah ntar lagi anak-anak bangun.."
"Sayang... Jarang banget kita kayak begini loh.." rengek Rey.
Baru saja Rey mau memulai aksinya, namun Rey seketika merubah ekspresinya menjadi kesal karena tiba-tiba saja anak-anaknya mengetuk pintu sambil memanggil Elsa.
"Mama, mama!!" teriak anak-anak kecil itu sambil mengetuk pintu kamar Rey dan Elsa.
"Aku bilang juga apa, kasian kan adik kecilmu hihihi.." ejek Elsa sambil terkekeh.
"Aish! Kenapa mereka tidak disuruh ikut sama Jef dan Sarah saja sih! Biar mereka yang di ganggu sama ketiga pengacau itu!" ketus Rey.
"Hahaha, sabar ya sayang.. Selamat bermain dengan sabun.." ucap Elsa yang sudah berjalan ke arah pintu sambil melambaikan tangannya.
"Morning anak-anak mama!!!" seru Elsa seraya membuka pintu kamarnya.
"Molning mama!!" teriak ketiganya dengan serentak.
Rey hanya menatap kesal ke arah pintu kamarnya, dia menggerutu di dalam hatinya karena pagi romantisnya sudah terganggu oleh tiga laki-laki.
"Mereka sudah mencuri wanitaku cih!" ketus Rey yang beranjak dari tempat tidurnya dan langsung berjalan ke kamar mandi.
__ADS_1
"Wahh, kenapa anak-anak mama masih bau semua ini? Ayo mandi ayo.." ajak Elsa.
Ketiga anak laki-laki itu segera berlarian mengikuti Elsa yang masuk ke dalam kamarnya untuk mandi.
Seperti biasa, Elsa mengobrol dengan mereka satu per satu tentang pengalaman mereka kemarin dan pagi ini.
Walaupun Elsa adalah seorang ibu muda, tapi dia tidak pernah panik saat menghadapi sikap anak-anaknya yang berbeda-beda, Elsa selalu berkonsultasi kepada dokter psikolog, orang tuanya dan juga kakak-kakaknya.
Setelah selesai memandikan ketiga anaknya, Elsa segera turun kebawah untuk menyiapkan sarapan untuk para laki-laki di rumahnya itu.
"Hai sayang.." sapa Rey dengan malas menghampiri Elsa.
"Hai sayang, bagaimana? Aman?" ejek Elsa.
"Terus aja ngejek aku Els.." ketus Rey yang di balas tawa oleh Elsa.
"Haha, sudahlah duduk ayo sarapan sebentar lagi aku akan memanggil anak-anak." ucap Elsa.
"Tidak perlu, aku saja yang memanggil mereka." ucap Rey yang langsung berjalan kembali ke atas.
Drrtt,, drrtt,..
"K-Karina!?" ucap Elsa yang terkejut saat melihat nama di layar hp suaminya.
Awalnya Elsa tidak mau mengangkatnya, namun karena sangat penasaran akhirnya Elsa mengangkat telfon dari mantan sekretaris suaminya tersebut.
"Halo? Rey, hari ini kita jadi balik ke Indo untuk melihat perusahaan pusat kan? Ada banyak masalah yang harus kita urus di sana." ucap Karina tanpa henti.
Elsa sama sekali tidak menjawabnya, Elsa Masih terpaku dengan hp di telinganya.
"Halo? Rey?" ucap Karina kembali.
Dengan segera Elsa langsung mematikan telfon dari Karina lalu menaruh kembali hp Rey di atas meja makan.
Elsa kembali kepada masakannya dengan jantung yang rasanya tertusuk duri.
"Kenapa kak Rey berbohong? Kenapa dia ga bilang kalo Karina masih bekerja dengannya? Kenapa dia tidak bilang kalo Karina ada di sini dan mau ke Indonesia?" gumam Elsa sambil meneteskan air mata.
Tidak lama kemudian, Rey dan ketiga anaknya turun ke bawah dan segera duduk di kursinya masing-masing.
__ADS_1
"Sayang, ayo makan bareng.." ajak Rey.
"Kamu makan duluan aja, aku masih belum lapar." ucap Elsa.
Elsa segera menyiapkan makanan untuk anak-anaknya karena mereka sudah bisa makan sendiri walaupun masih berantakan kemana-mana.
"Kamu ga makan? Nanti maag kamu kambuh sayang, ayo makan." ucap Rey.
"Engga kak, aku makan nanti aja.. Kamu makan dulu aja kan kamu mau kerja." ucap Elsa.
"Oh iya lupa! Kalo gitu aku langsung berangkat aja ya sayang.. Byee love you..." ucap Rey yang langsung mencium kening Elsa.
Sedangkan Elsa hanya diam tidak mengantar Rey seperti biasanya. Rey juga tidak menyadari perubahan sikap Elsa karena terlalu terburu-buru untuk berangkat kerja.
"Mama angis?" Tanya Dika yang menyadari air mata yang membasahi pipi Elsa.
Gilang dan Giffari segera menoleh ke arah Elsa untuk melihat wajah mamanya.
"Mama!!" teriak Gilang dan Giffari secara bersamaan.
"Tidak sayang, mama tidak menangis kok.. Ayo habiskan makanannya." ucap Elsa kepada ketiga anak laki-lakinya itu.
Gilang dan Giffari menatap tajam ke arah mamanya, mereka berdua masih curiga jika terjadi sesuatu kepada mamanya.
"Apa sayang? Mama baik-baik saja kok, sudah makan lagi.." ucap Elsa yang menyadari jika anak-anaknya sudah curiga.
Akhirnya Gilang dan Giffari langsung melanjutkan sarapan paginya, sedangkan Elsa tersenyum senang melihat ketiga anaknya makan dengan lahap.
"Bagaimana ini, aku tanya Jef aja ya?" gumam Elsa.
"Engga deh! Jef lagi bulan madu aku ga mau ganggu." gumam Elsa lagi.
Setelah melihat semua anaknya selesai makan, Elsa langsung membersihkan mulut mereka satu per satu dan merapihkan meja makan.
"Ayo kalian bertiga main di taman dulu ya.." ucap Elsa.
Dengan sorakan, ketiganya akhirnya segera berlari ke halaman belakang dan bermain bola di sana.
Sedangkan Elsa masih di penuhi oleh pertanyaan tentang Karina dan Rey.
__ADS_1
"Bagaimana ini? Kenapa hatiku tidak tenang sama sekali?" gumam Elsa.