ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 75


__ADS_3

"Hai Els, welcome back!!" ucap Nala yang sudah memunculkan kepalanya di pintu ruangan Elsa.


"Eh kak Nala! Kok baru dateng sih kak, masa iya aku duluan yang sampe sini!" protes Elsa.


"Hah? Ini jam berapa Els? Bukannya kamu yang dateng kecepetan?" Tanya Nala.


Elsa segera melihat ke jam dinding yang ada tembok tepat di hadapannya.


"Eh iya deh, maaf kak terlalu semangat bekerja ini." ucap Elsa sambil memamerkan gigi putihnya.


"Semangat soalnya habis pulang dari bulan madu kan?" goda Nala.


Elsa hanya menatap tajam ke arah Nala lalu tersenyum malu.


"Oh iya aku bawa bunga nih buat kamu, tadi pas di jalan liat toko bunga." lanjut Nala sambil memberikan bucket bunga kepada Elsa.


"Terimakasih kak Nala! Ini bagus banget!" ucap Elsa.


"Oh iya, bagaimana keadaan perusahaan selama aku tinggal kak? Terus juga gimana perkembangan kak Nala?" Tanya Elsa kembali.


"Semuanya baik-baik saja Els, awalnya aku benar-benar buntu ga bisa apa-apa, tapi syukurlah ada kak Tiko, dia yang membantuku menjelaskan semuanya." jelas Nala.


"Hem,, denger-denger juga kak Nala sama kak asisten papa itu lagi deket ya.." goda Elsa.


"Apa sih Els! Aku sedang tidak ingin membahas hal itu." protes Nala.


"Hahaha iya maafkan aku kak! Oh iya, bagaimana keadaan Niko?" Tanya Elsa.


"Niko baik-baik saja Els, dia juga sudah semakin pintar! Makanya ke rumah, papa dan mama pasti sangat senang melihatmu."


"Aku pasti akan ke rumah kak, bahkan aku akan membuat papa dan mama menjadi orang yang paling bahagia saat aku datang!" ucap Elsa dengan senyum penuh arti.


"Kenapa kamu tersenyum seperti itu? Pasti kamu memiliki sesuatu yang kamu sembunyikan bukan?" selidik Nala.


"Sstt,, sudahlah kak nanti saja! Ayo kita bekerja, apa saja hal yang aku lewatkan?" Tanya Elsa mengalihkan pembicaraan.


Nala tau kalau Elsa tidak ingin membicarakan hal itu, jadi dia hanya tersenyum dan segera berjalan mendekati Elsa untuk menjelaskan pekerjaan yang sudah tertinggal.


"Huaaaa,, akhirnya selesai juga!!" seru Elsa sambil meregangkan tubuhnya.


"Pekerjaan dua minggu udah kayak pekerjaan dua tahun kan Els?" Tanya Nala.


"Iya kak, kakak bener banget! Padahal baru di tinggal dua minggu tapi kerjaan udah numpuk banget!"


"Karena sekarang sudah selesai, ayo kita makan di kantin." ajak Nala.


"Jangan di kantin kak, aku tadi lihat toko dimsum baru ga jauh dari perusahaan.. Yuk ke sana saja." ucap Elsa.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan menurutimu kali ini karena kamu baru pulang dari berbulan madu!" goda Nala yang langsung di berikan tatapan tidak suka oleh Elsa.


Saat menuju parkiran, Elsa benar-benar terkejut karena kehadiran asisten pribadi suaminya sedang berdiri di samping mobil.



"Wih, siapatuh ganteng banget!" seru Nala.


"Dia adalah asisten pribadi kak Rey." jawab Elsa.


"Hah? Baru tau kalo ada orang ganteng begitu di perusahaannya." sahut Nala.


Elsa tidak menyaut ucapan Nala, dia hanya menatap tajam ke arah Jef sambil berjalan mendekatinya.


"Hai nyonya! Saya sudah mengganti pakaian jadi nyonya tidak perlu khawatir." ucap Jef dengan senyum polosnya.


"Kamu! Sedang apa kamu kemari?" Tanya Elsa.


"Saya di suruh menjadi bodyguard anda mulai hari ini, anda lupa?"


"Ya aku kira cuma bercanda! Lagian aku ngapain di jagain? Aku kan bukan anak kecil!" ucap Elsa.


"Maaf nyonya, tapi saya hanya menjalankan perintah."


"Pulanglah Jef, aku bisa menjaga diriku!"


"Maaf nyonya, tapi lebih baik saya menjadi bodyguard anda dari pada harus mendengar ocehan tuan Rey."


"Terserah deh!" ucap Elsa.


Elsa masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang kemudi, sedangkan Nala berada di sebelah Elsa.


Jef yang takut kalau dia kehilangan Elsa jika dirinya naik mobil masing-masing akhirnya ikut masuk ke dalam mobil Elsa dan duduk di bangku belakang.


"Apa yang kamu lakukan Jef!?" Tanya Elsa yang terkejut saat melihat Jef masuk ke dalam mobilnya.


"Saya adalah bodyguard anda, tentu saja saya akan ikut kemanapun anda pergi "


"Lalu sejak kapan bodyguard berada di kursi belakang, sedangkan istri atasannya menyetir?!" ucap Elsa.


Mendengar ucapan Elsa membuat Jef tersadar dan langsung keluar dari dalam mobil untuk bertukar tempat dengan Elsa.


"Maaf nyonya, saya lupa hehe.." ucapnya sambil memamerkan gigi putihnya.


Elsa hanya menggelengkan kepalanya, sedangkan Nala tertawa keras hingga membuat Elsa terkejut.


"Kak Nala, kakak kenapa?" Tanya Elsa.

__ADS_1


"Asisten Rey tampan, tapi kenapa lemot begitu?" Bisik Nala.


"Dia sama kak Rey sama kak, sama-sama lemot kalo masalah kayak gini!" balas Elsa.


"Pfftt,, kayaknya hari-hari kamu bakal di penuhi dengan orang-orang menyebalkan.."


Elsa hanya menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Nala.


"Kita mau kemana nyonya?" Tanya Jef sebelum dia menjalankan mobilnya.


"Toko dimsum yang baru buka ituloh Jef, di dekat perusahaan." ucap Elsa.


"Baiklah nyonya."


Jef langsung melajukan mobil Elsa menuju tempat makan yang mau di tuju. Sesampainya di tempat tersebut, Elsa dan Nala keluar dari dalam mobil. Begitu juga dengan Jef yang selalu mengekori kedua wanita itu.


"Jef, bisakah kamu berjalan di sampingku atau kak Nala? Kamu seperti orang yang mau merampok kalo berjalan di belakangku." ucap Elsa.


"Maaf nyonya, tapi kalau ada yang menyerang nyonya dari belakang saya bisa siap menghadangnya." jawab Jef.


"Yaampun Jef, emang kamu fikir suamiku anggota mafia yang memiliki banyak musuh?" Tanya Elsa yang sudah tidak tahan dengan kelakuan asisten suaminya itu.


"Nyonya, pimpinan perusahaan juga memiliki banyak musuh yang harus di hindari."


Elsa yang kesal langsung menatap tajam ke arah Jef sambil mengambil hp yang ada di dalam tasnya untuk menelfon suaminya.


"Halo kak Rey!" ucap Elsa.


"Ada apa sayang? Kenapa kamu sepertinya kesal begitu!?" Tanya Rey khawatir.


"Kak, kenapa kamu menyuruh Jef menghampiriku?"


"Kenapa memangnya? Aku kan menugaskan dia untuk menjadi bodyguard kamu."


"Ya tapi dia selalu mengikutiku kemanapun!"


"Bagus dong! Memang itu tujuan dia menjadi bodyguardmu." ucap Rey.


Mendengar ucapan suaminya membuat Elsa semakin kesal.


"Aaarrgghh! Ga atasan ga asisten sama aja ngeselinnya!" ketus Elsa yang langsung mematikan telfonnya.


Nala hanya menahan tawa mendengar omelan Elsa, sedangkan Jef hanya bisa diam di tempatnya dengan wajah datarnya.


"Sudahlah, aku sudah lapar!" ucap Elsa yang langsung duduk setelah melihat kursi yang kosong.


Elsa dan Nala sudah duduk di kursi mereka masing-masing, namun tidak dengan Jef. Jef hanya berdiri di sebelah Elsa layaknya patung sambil melihat ke kanan dan ke kiri.

__ADS_1


Elsa benar-benar kesal, namun sudah tidak memiliki tenaga untuk berdebat dengan asisten satu itu.


"Yaampun, apa salah dan dosaku sampai memiliki bodyguard sepertinya.." batin Elsa di dalam hatinya.


__ADS_2