ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 95


__ADS_3

"Bagaimana keadaan istriku dok? Bukankah operasi berhasil? Lalu kenapa dia masih belum bangun juga?" Tanya Rey kepada dokter Levin yang ada di hadapannya.


"Jujur saja, ini adalah suatu keajaiban Elsa tidak meninggal di meja operasi Rey! Kanker yang aku lihat hanya sekecil biji salak ternyata lebih besar dari itu karena kanker itu bersembunyi di tubuh bayimu." jelas dokter Levin.


"Aku benar-benar terkeju saat mengetahui hal itu, syukurlah Elsa masih bisa bertahan sampai saat ini! Elsa masih memiliki keinginan untuk hidup Rey." lanjutnya.


"Setelah bangun nanti, Elsa masih harus di kemo untuk memantau apakah masih ada sisa kanker di perutnya." ucap dokter Levin.


Cklek!! Tiba-tiba saja ada perawat yang masuk ke dalam ruangan dokter Levin dengan terburu-buru.


"Apa kamu tidak bisa mengetuk dulu!?" ketus Levin.


"Maaf dok, nyonya Elsa.. Dia.. Dia bangun!" ucap perawat tersebut.


Mendengar ucapan perawat itu membuat Rey terkejut dan langsung berlari bersama dokter Levin dan perawat tersebut.


"Elsa!!" teriak Rey sambil membuka pintu ruangan Elsa.


Dokter Levin memegang bahu Rey untuk menenangkannya.


"Tunggulah di luar Rey, aku akan memeriksa keadaannya." ucap dokter Levin.


Rey hanya mengangguk lalu keluar dari ruangan Elsa untuk membiarkan Levin memeriksa keadaan istrinya.


Setelah beberapa menit kemudian, Levin keluar dari ruangan dan menghampiri Rey yang sedang menunggu di luar dengan penuh kekhawatiran.


"Rey, masuklah, Elsa sudah sadar dan sepertinya dia baik-baik saja." ucap Levin.


Tanpa mengatakan apapun lagi, Rey segera berjalan masuk ke dalam ruangan Elsa dengan senyum lebar di wajahnya.


"Elsa! Sayang.." ucap Rey dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kenapa kamu selalu berisik dan menangis jika pergi ke kamarku?" Tanya Elsa dengan suara yang masih lemah.


"Kenapa kamu berkata begitu?!" ketus Rey.


"Apa kamu tidak malu dengan anak-anakmu kalau ternyata papanya sangat cengeng!" ejek Elsa.


"Wah ternyata kamu benar-benar sudah sehat sayang, buktinya kamu sudah pintar mengejekku! Apa kamu sudah puas tertidur selama sebulan?" Tanya Rey.


"Tentu saja,, aku bisa tidur nyenyak sekali dan tidak di ganggu olehmu.." balas Elsa.


"Oh iya, kamu sendiri bagaimana mengurus anak-anak kita sendirian? Siapa namanya sayang?"


"Mereka selalu rewel tiap malam sayang, mungkin mereka merindukanmu makanya kamu harus cepat sehat. Namanya Gilang Baskara dan Giffari Baskara sayang.."

__ADS_1


"Nama yang bagus, kamu memang paling pintar memilih nama." puji Elsa.


Di tengah pembicaraan, Levin masuk ke dalam dan berdiri di samping Rey.


"Rey, Elsa masih harus di rawat di rumah sakit selama beberapa hari kedepan, setelah semua tes di jalankan dan hasilnya bagus, aku akan langsung mengijinkannya pulang ke rumah." ucap Levin.


"Terimakasih dok, kami benar-benar berhutang banyak padamu." ucap Rey.


"Terimakasih banyak dok, karena dokter Levin aku masih memiliki kesempatan untuk melihat anak-anakku.." sambung Elsa.


"Ini adalah kewajibanku sebagai dokter, aku sangat bahagia jika bisa membuat keluarga kecil kalian berkumpul lagi." jawab Levin.


***


"Jef, minta tolong telfonin tuan Rey, bilang Giffari dari tadi rewel terus.." ucap Sarah.


"Kamu aja ga bisa ngatasin, gimana lagi tuan Rey Sar.. Yang ada mereka makin rewel lah." jawab Jef.


"Kan kamu tau kalau mereka bakal diem kalo di gendong tuan Rey.. Pokoknya cepetan telfon sekarang!" ucap Sarah.


"Baiklah aku akan telfon sekarang." ucap Jef.


Jef menjauh dari Sarah agar tidak mengganggu Gilang yang sedang tertidur. Dia segera menghubungi Rey untuk memberitahunya tentang Giffari yang sedang rewel.


"Halo tuan, saya mau mengatakan kalau Giffari kembali rewel tuan.." ucap Jef.


"Rewel? Aku masih belum bisa kembali Jef, Elsa sudah sadar." ucap Rey.


"Apa!? Nyonya Elsa sudah sadar tuan!?" teriak Jef hingga membuat telinga Rey sakit dan membuat Sarah bisa mendengar ucapannya.


"Elsa sadar? Serius!?" tanya Sarah yang sudah berada di sebelah Jef.


"Iya nyonya Elsa sudah sadar jadi tuan Rey belum bisa kembali kerumah." ucap Jef.


"Jef! Apa Giffari masih rewel?" Tanya Rey.


"Masih tuan.." jawab Jef.


"Bawa Gilang dan Giffari ke rumah sakit Jef, pakaikan mereka pakaian yang tebal, kaos kaki dan juga topi agar tidak kedinginan." ucap Rey.


"Baik tuan! Segera!" ucap Jef lalu segera mematikan telfonnya.


Sarah yang sempat mendengar ucapan Rey dari sebrang telfon segera mengganti pakaian Gilang dan Giffari secara bergantian.


"Anak-anak sayang, kalian berdua akan bertemu dengan mama kalian sayang.. Dia pasti senang sekali karena akan bertemu dengan kalian." ucap Sarah.

__ADS_1


Sarah menggendong Giffari sedangkan Jef menggendong Gilang. Keduanya segera menuju rumah sakit di mana Elsa di rawat menggunakan supir pribadi.


Sesampainya di rumah sakit, Jef dan Sarah segera masuk ke dalam rumah sakit dan berjalan menuju ruangan Elsa.


"Elsa!!" teriak Sarah saat membuka pintu ruangan Elsa.


"Sarah! Yang sopan ada tuan Rey." ucap Jef.


"Maaf tuan, saya terlalu bersemangat."


"Tidak apa Sarah, masuklah.. Elsa sangat merindukan kalian berdua." ucap Rey.


Elsa melihat Sarah dengan senyuman lebar, lalu seketika senyumnya berubah menjadi tangisan hingga membuat semua yang ada di sana terkejut.


"Sayang, ada yang sakit? Kenapa kamu menangis?" Tanya Rey dengan khawatir.


"Aku bukan menangis karena kesakitan, aku menangis karena untuk pertama kalinya aku bisa melihat kedua anak laki-lakiku.." ucap Elsa.


Sarah tersenyum lalu mendekatkan Giffari ke hadapan Elsa.


"Els, dia Giffari.. Anak keduamu, dia sangat tampan bukan? Sejak tadi dia rewel mungkin itu karena dia tau kalau mamanya akan segera bangun." ucap Sarah.


"Bolehkah aku menggendongnya?" Tanya Elsa.


"Tentu saja boleh Els, aku yakin dia pasti akan menjadi nyaman di gendong olehmu." ucap Sarah sambil menaruh Giffari di gendongan Elsa.


Setelah berada di gendongan Elsa, Giffari seketika terdiam, bahkan dia tersenyum ke arah Elsa hingga membuat Elsa kembali menangis.


"Hikss,, kamu jahat sekali nak, kenapa kamu tersenyum kepada mama dan membuat mama menangis begini hikss.." rengek Elsa hingga membuat semua orang tertawa melihatnya.


"Lihat bukan? Dia tau mamanya walaupun ini adalah pertama kalinya kalian bertemu, dia tau kalau mamanya sangat mencintainya." ucap Sarah.


"Lalu kemana Gilang?" Tanya Sarah.


Jef segera berjalan maju dan mendekatkan Gilang kepada Elsa.


"Dia Gilang, dia adalah anak yang pendiam, tapi kalau kita telat memberinya susu semenit saja dia langsung menangis tanpa henti, bahkan dia tidak akan mau meminum susunya lagi." jelas Jef.


"Benarkah itu? Wah, dia seperti papanya suka seenaknya." ucap Elsa sambil melirik suaminya.


"Aku? Kenapa aku? Bukannya kamu yang suka seenaknya sendiri?" Tanya Rey.


"Kenapa jadi aku? Kamu tau!" ketus Elsa.


Yap! Untuk pertama kalinya mereka berdua kembali berdebat, sedangkan Jef dan Sarah hanya tersenyum karena bisa mendengar perdebatan Rey dan Elsa kembali.

__ADS_1


__ADS_2