ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 118


__ADS_3

"Karren, turunlah.." ucap Bernard dengan lembut kepada anak perempuannya.


"Iya papi.." ucap Karren dengan lemas.


Gilang menatap tajam ke arah Karren yang sedang menuruni tangga, begitu pula dengan Karren yang menatap Gilang dengan tatapan sinis.


"Kenapa kamu lakukan itu?!" ketus Gilang.


"Suka-suka!" ketus Karren.


"Karren, kenapa kamu melakukan itu? Bukankah kamu sudah bilang tidak akan usil?" Tanya Bernard.


"Maaf papi, Karren ga tau kalau mami yang akan kena."


"Kalau bukan mami, kamu bisa mengenai saudaramu."


"Biarkan saja! Mereka sudah merebut semua orang dariku!"


"Yaampun Karren sayang, kenapa kamu bicara seperti itu..?" Tanya Bernard sambil memegang keningnya.


"Kak, Karren ini sama seperti Key jadi percuma kamu menasehatinya." ucap Ken.


"Sudahlah kak Bernard, namanya juga anak-anak masih suka bermain." ucap Elsa.


"Iya kak, lagian anak-anak ga ada yang kena kok, kasihan Karren pasti nanti masih di marahin sama Key." sambung Rey.


Mendengar ucapan semua orang membuat Karren menundukkan kepalanya karena merasa takut jika maminya akan memarahinya.

__ADS_1


"Sudahlah, ayo duduk dulu sambil menunggu Key selesai ganti baju." ucap Bernard.


Akhirnya semua orang mengangguk dan duduk di sofa yang ada di sana sambil berbincang-bincang.


"Kenapa hanya ada kalian? Dimana yang lain?" Tanya Rey yang dari tadi tidak melihat keluarganya yang lain.


"Mereka semua lagi sibuk dan mengatakan akan datang kemari nanti malam." jelas Bernard.


Rey dan Elsa hanya menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Bernard. Lalu tidak lama kemudian, Key keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah di ganti.


Karren yang melihat maminya masih dengan wajah badmoodnya langsung berjalan menghampirinya.


"Mami, maafkan Karren.." ucap Karren dengan wajah memelas.


"Sepertinya ada yang bicara padaku ya?" ucap Key berpura-pura.


"Mami!!" teriak Karren.


"Key, sudahlah kasihan Karren.." ucap Rey.


"Dia tidak akan pernah berubah Rey, dia selalu seperti ini."


"Namanya juga anak-anak, nanti juga akan berubah benarkan Karren?" Tanya Rey.


Karren hanya mengangguk pelan sambil melihat ke arah Rey mengiyakan ucapan Rey, lalu Karren kembali melihat ke arah maminya dengan wajah memelas.


Key memang tidak pernah tega mendiami putrinya terlalu lama, akhirnya dia menoleh ke arah Karren.

__ADS_1


"Jangan pernah melakukan hal seperti itu lagi!" tegas Key.


"Janji mami!" seru Karren.


"Baiklah mami maafkan.." ucap Key.


Mendengar ucapan maminya membuat Karren senang dan langsung memeluk tubuhnya dengan erat.


"Terimakasih mami.." ucap Karren dengan semangat.


"Ayo minta maaf dulu sama saudara-saudaramu." ucap Key.


Dengan malas Karren menghampiri Gilang, Giffari dan Dika. Karren berinisiatif untuk bersalaman dan berkenalan lebih dulu kepada ketiga anak laki-laki itu.


"Karren." ucap Karren.


"Aku Dika!" sahut Dika yang lebih dulu menyahut tangan Karren.


"Aku Giffari, dia kakakku Gilang." ucap Giffari dengan ramah.


"Oh, kalian kembar ya? Tapi kenapa berbeda? Dia galak!" ketus Key.


"Cih! Dasar perempuan." ketus Gilang.


Para orang tua hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak-anak mereka. Walaupun Karren jauh lebih tua dari mereka tapi tingkahnya masih seperti anak kecil, sedangkan Gilang yang di bawah Karren justru bertingkah seperti orang dewasa.


"Apa mereka bisa akur?" Bisik Rey kepada Elsa.

__ADS_1


"Entahlah, semoga saja bisa.. Anggap saja perkenalan mereka sedikit berbeda dari yang lainnya." balas Elsa.


__ADS_2